*Tulisan ini merupakan sambungan dari tulisan sebelumnya mengenai TICA 2012*
Beberapa pekan setelah pengumuman finalis dan juara dari TICA 2012, paket award dikirimkan kepada yang berhak menerimanya, salah satunya kepada saya. Pada awalnya, paket ini akan dikirimkan ke rumah para finalis. Akan tetapi, karena beberapa pertimbangan, akhirnya paket dikirimkan ke fakultas para finalis. Dalam kasus saya, paket dikirimkan ke Departemen Ilmu Komputer.
Paket ini berisi dua buah sertifikat, sebuah plakat, dan cinderamata khas dari Tokyo Institute of Technology. Salah satu dari sertifikat sudah disampaikan kepada dosen pembimbing. Adapun untuk plakat, menurut sang dosen, dibawa saja oleh saya.
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Rabu, Desember 26, 2012
Rabu, November 14, 2012
Finalis TICA 2012
Tokyo Tech Indonesia Commitment Award (TICA) 2012 telah sampai di akhir masa penjurian. Event yang diselenggarakan oleh PPI Tokodai ini merupakan ajang bagi para mahasiswa Indonesia untuk mempublikasikan tulisan — dalam hal ini tulisannya berupa paper — hasil penelitian yang mereka lakukan. Karenanya, syarat utama paper yang diikutkan dalam kompetisi ini adalah paper hasil penelitian mahasiswa, baik yang masih berstatus mahasiswa aktif atau yang lulus di tahun 2012.
Tanggal 10 November 2012 kemarin merupakan pengumuman pemenang dari kompetisi ini. Dari 125 paper yang diterima oleh panitia, terpilihlah sembilan judul paper sebagai finalis, yang selanjutnya akan dipilih tiga judul paper sebagai juara dari event ini. Dan, dari sembilan paper yang ditetapkan sebagai finalis TICA 2012, terselip sebuah judul paper seorang mahasiswa IPB.
Tanggal 10 November 2012 kemarin merupakan pengumuman pemenang dari kompetisi ini. Dari 125 paper yang diterima oleh panitia, terpilihlah sembilan judul paper sebagai finalis, yang selanjutnya akan dipilih tiga judul paper sebagai juara dari event ini. Dan, dari sembilan paper yang ditetapkan sebagai finalis TICA 2012, terselip sebuah judul paper seorang mahasiswa IPB.
Selasa, Desember 06, 2011
Kegalauan Mahasiswa Ilkom
Setelah lama tidak diurus ditinggalkan, akhirnya blog ini diisi lagi. Mengapa blog ini lama ditinggalkan oleh si empunya? Ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini. Biasa lah, galau mahasiswa... *halah
Berbicara mengenai kegalauan, dalam tulisan ini saya mencoba untuk menguraikan beberapa kegalauan mahasiswa Ilkom angkatan saya dari tahun ke tahun. Sebenarnya, hal ini terinspirasi dari komentar seorang adik kelas di status adik kelasnya... :)
Secara garis besar, kegalauan kami dibagi menjadi beberapa level:
- Semester 1 & 2
- Semester 3
- Semester 4
- Semester 5
- Semester 6
- Liburan Semester 6
- Semester 7
- (prediksi) Semester 8 ke atas
Semester 1 & 2: Galau TPB
Bagi mahasiswa IPB, semester 1 & 2 merupakan masa Tingkat Persiapan Bersama (TPB). Dengan kata lain, masa "SMA kelas 4", karena beberapa mata kuliah yang diajarkan oleh dosen merupakan "review" dari materi semasa SMA.
Masih dalam masa TPB, dalam tahun pertamanya seuruh mahasiswa IPB diharapkan(kalau tidak mau dibilang "diwajibkan") untuk tinggal di asrama TPB. Sebagai konsekuensi dari tinggal di asrama, kami diwajibkan untuk mematuhi semua tata tertib asrama dan mengikuti semua acara asrama. Hal ini menimbulkan kegalauan tersendiri bagi sebagian dan/atau seluruh penghuni asrama. Dan hari-hari paling riweuh di asrama terjadi setidaknya tiga kali, yaitu ketika check in ke asrama, ketika menjelang libur Idul Fitri, dan ketika check out dari asrama.
Semester 3: Galau Minor
Saat-saat paling bersejarah, karena untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di departemen tercinta. *halah*
Sebagai mahasiswa IPB semester 3 dengan kurikulum mayor-minor, kami diharuskan untuk memilih minor, yaitu paket mata kuliah dari departemen lain. Ketika kuliah minor dilakukan, kita akan bergabung dengan mahasiswa dari departemen lain. Minor dianggap juga sebagai "keahlian tambahan", yang nantinya akandipajang dituliskan pada ijazah.
Lalu, di mana galaunya? Pastinya galau terjadi ketika kami memilih minor. Ada beberapa kondisi yang mungkin terjadi, yaitu minor pilihan ternyata kurang diminati oleh teman sedepartemen, atau ada yang ikut-ikutan mengambil minor tertentu padahal minor tersebut tidak sesuai dengan pilihan hatinya. *eaaaa*
Semester 4: Galau Projek Kuliah
Semester 4 merupakan kali pertama diperkenalkan istilah "projek kuliah". Mata kuliah pertama yang mengenal istilah ini adalah matkul Basis Data. Dalam projek ini, mahasiswa diminta untuk membuat sebuah sistem basis data yang minimal dapat melakukan CRUD (Create, Read, Update, Delete). Mulai dari semester ini dan seterusnya, akan ada projek untuk mata kuliah tertentu.
Semester 5: Galau Projek Kuliah (Lanjutan) & Kepanitiaan
Di semester 5, jumlah mata kuliah yang mengadakan projek semakin banyak. Paling tidak ada 2 mata kuliah yang ada projeknya. Sebenarnya sih tidak terlalu menyulitkan. Akan tetapi, pada semester ini pekerjaan yang harus diselesaikan ditambahkan dengan kepanitiaan pada satu acara besar milik himpunan profesi kami, pun satu sub-acara dari acara besar milik BEM FMIPA.
Semester 6: Galau Projek Kuliah (Lanjutan) & Tempat PKL
Di semester 6, setidaknya ada 5 mata kuliah mayor yang harus diambil, dan 4 diantaranya mengadakan projek akhir. Yang lebih membuat "eneg", kelompok projek dari masing-masing matkul kadang berbeda. Tentunya masalah koordinasi dengan masing-masing anggota kelompok menjadi perhatian penting, selain masalah kemajuan projek.
Selain masalah projek, kami juga disibukkan dengan masalah pencarian tempat PKL "wannabe". Ya, selama jeda libur semester 6, kami yang telah memenuhi persyaratan melaksanakan PKL (Praktik Kerja Lapang) di instansi tertentu. Tempat yang menjadi tujuan PKL sebaiknya dicari sendiri oleh kami, otherwise kami akan ditempatkansecara semena-mena oleh Departemen.
Liburan Semester 6: Galau PKL
Akhirnya tiba masa-masa PKL. Hampir seluruh mahasiswa Ilkom 45 melaksanakan PKL di berbagai instansi yang tersebar di seantero Jabodetabek. Dalam PKL ini, ada beberapa topik permasalahan yang dihadapi oleh kami. Ada yang membangun sistem informasi kepegawaian, membuat program untuk dapat "berinteraksi" dengan mesin CNC, dan membangun program sesuai pesanan customer (bagi yang PKL-nya di instansi penyedia jasa pembuatan program).
Semester 7: Galau Laporan PKL, Projek Kuliah, & Topik Skripsi
Setelah melaksanakan PKL, tugas berikutnya adalah seminar PKL. Kegiatan ini menjadi sumber kegalauan tersendiri, karena ini merupakan seminar pertama kami, dan kami agak kerepotan dalam menghadapinya. Alhamdulillah, semua dapat melaksanakan seminrar pertamanya dengan baik.
Setelah seminar, kemudian pengumpulan laporan PKL. Sama seperti seminar, laporan menjadi sumber kegalauan. Hal ini lebih disebabkan karena teknis penulisan dan pengumpulannya yang agak "ribet".
Berikutnya, topik skripsi. Berhubung kami sudah semester 7, yang sebentar lagiharus hengkang dari kampus akan lulus *Aamiin*, maka kami perlu mengajukan topik untuk skripsi, plus dosen pembimbingnya. Setelah pengajuan topik & penentuan dosen pembimbing, dilanjutkan dengan kolokium a.k.a. presentasi awal. Yang terakhir ini adalah yang sedang "anget-anget"-nya. Malah, isu ini semakin "anget" dengan adanya projek kuliah, yang mau tak mau harus dikerjakan juga, dan UAS, yang akan dilaksanakan pada H+1 tahun baru..... :v :v
(prediksi) Semester 8 ke atas: Galau Skripsi
Untuk semester-semester berikutnya, mungkin akan lebih ke arah galau pengerjaan skripsi, seminar skripsi, sidang skripsi, dan wisuda. Kalau yang masih ada hutang kuliah, berarti ditambah juga dengan galau kuliah.
Yah, begitulah galau darisebagian kami. Semoga dapat menginspirasi *?!*. Do'akan saja semoga kami cepat lulus, dan lulus di saat yang tepat... :D
Bagaimana dengan kisah Anda? :)
Berbicara mengenai kegalauan, dalam tulisan ini saya mencoba untuk menguraikan beberapa kegalauan mahasiswa Ilkom angkatan saya dari tahun ke tahun. Sebenarnya, hal ini terinspirasi dari komentar seorang adik kelas di status adik kelasnya... :)
Secara garis besar, kegalauan kami dibagi menjadi beberapa level:
- Semester 1 & 2
- Semester 3
- Semester 4
- Semester 5
- Semester 6
- Liburan Semester 6
- Semester 7
- (prediksi) Semester 8 ke atas
Semester 1 & 2: Galau TPB
Bagi mahasiswa IPB, semester 1 & 2 merupakan masa Tingkat Persiapan Bersama (TPB). Dengan kata lain, masa "SMA kelas 4", karena beberapa mata kuliah yang diajarkan oleh dosen merupakan "review" dari materi semasa SMA.
Masih dalam masa TPB, dalam tahun pertamanya seuruh mahasiswa IPB diharapkan
Semester 3: Galau Minor
Saat-saat paling bersejarah, karena untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di departemen tercinta. *halah*
Sebagai mahasiswa IPB semester 3 dengan kurikulum mayor-minor, kami diharuskan untuk memilih minor, yaitu paket mata kuliah dari departemen lain. Ketika kuliah minor dilakukan, kita akan bergabung dengan mahasiswa dari departemen lain. Minor dianggap juga sebagai "keahlian tambahan", yang nantinya akan
Lalu, di mana galaunya? Pastinya galau terjadi ketika kami memilih minor. Ada beberapa kondisi yang mungkin terjadi, yaitu minor pilihan ternyata kurang diminati oleh teman sedepartemen, atau ada yang ikut-ikutan mengambil minor tertentu padahal minor tersebut tidak sesuai dengan pilihan hatinya. *eaaaa*
Semester 4: Galau Projek Kuliah
Semester 4 merupakan kali pertama diperkenalkan istilah "projek kuliah". Mata kuliah pertama yang mengenal istilah ini adalah matkul Basis Data. Dalam projek ini, mahasiswa diminta untuk membuat sebuah sistem basis data yang minimal dapat melakukan CRUD (Create, Read, Update, Delete). Mulai dari semester ini dan seterusnya, akan ada projek untuk mata kuliah tertentu.
Semester 5: Galau Projek Kuliah (Lanjutan) & Kepanitiaan
Di semester 5, jumlah mata kuliah yang mengadakan projek semakin banyak. Paling tidak ada 2 mata kuliah yang ada projeknya. Sebenarnya sih tidak terlalu menyulitkan. Akan tetapi, pada semester ini pekerjaan yang harus diselesaikan ditambahkan dengan kepanitiaan pada satu acara besar milik himpunan profesi kami, pun satu sub-acara dari acara besar milik BEM FMIPA.
Semester 6: Galau Projek Kuliah (Lanjutan) & Tempat PKL
Di semester 6, setidaknya ada 5 mata kuliah mayor yang harus diambil, dan 4 diantaranya mengadakan projek akhir. Yang lebih membuat "eneg", kelompok projek dari masing-masing matkul kadang berbeda. Tentunya masalah koordinasi dengan masing-masing anggota kelompok menjadi perhatian penting, selain masalah kemajuan projek.
Selain masalah projek, kami juga disibukkan dengan masalah pencarian tempat PKL "wannabe". Ya, selama jeda libur semester 6, kami yang telah memenuhi persyaratan melaksanakan PKL (Praktik Kerja Lapang) di instansi tertentu. Tempat yang menjadi tujuan PKL sebaiknya dicari sendiri oleh kami, otherwise kami akan ditempatkan
Liburan Semester 6: Galau PKL
Akhirnya tiba masa-masa PKL. Hampir seluruh mahasiswa Ilkom 45 melaksanakan PKL di berbagai instansi yang tersebar di seantero Jabodetabek. Dalam PKL ini, ada beberapa topik permasalahan yang dihadapi oleh kami. Ada yang membangun sistem informasi kepegawaian, membuat program untuk dapat "berinteraksi" dengan mesin CNC, dan membangun program sesuai pesanan customer (bagi yang PKL-nya di instansi penyedia jasa pembuatan program).
Semester 7: Galau Laporan PKL, Projek Kuliah, & Topik Skripsi
Setelah melaksanakan PKL, tugas berikutnya adalah seminar PKL. Kegiatan ini menjadi sumber kegalauan tersendiri, karena ini merupakan seminar pertama kami, dan kami agak kerepotan dalam menghadapinya. Alhamdulillah, semua dapat melaksanakan seminrar pertamanya dengan baik.
Setelah seminar, kemudian pengumpulan laporan PKL. Sama seperti seminar, laporan menjadi sumber kegalauan. Hal ini lebih disebabkan karena teknis penulisan dan pengumpulannya yang agak "ribet".
Berikutnya, topik skripsi. Berhubung kami sudah semester 7, yang sebentar lagi
(prediksi) Semester 8 ke atas: Galau Skripsi
Untuk semester-semester berikutnya, mungkin akan lebih ke arah galau pengerjaan skripsi, seminar skripsi, sidang skripsi, dan wisuda. Kalau yang masih ada hutang kuliah, berarti ditambah juga dengan galau kuliah.
Yah, begitulah galau dari
Bagaimana dengan kisah Anda? :)
Senin, Januari 10, 2011
Perbedaan Macro Pada TASM & JWasm
Assembler adalah suatu program yang dapat digunakan untuk meng-assemble kode program dalam bahasa Assembly. Dalam bahasa sehari-hari mungkin assembler bisa disebut "compiler"-nya Assembly.
Di dunia ini, terdapat banyak sekali program Assembler. Beberapa diantaranya adalah TASM (Turbo Assembler) dan JWasm. Masing-masing program Assembler ini memiliki kekhasan masing-masing, yang mungkin saja berbeda dengan Assembler lain.
/* Pendahuluan yang ga terlalu penting :p */
Berbicara mengenai Assembler, saya menghadapi sedikit masalah dengan program ini, yang untungnya sudah tertangani. Begini ceritanya.
Saya sekarang menjadi asisten praktikum Organisasi Komputer (Orkom) untuk kelas Ilkom Ekstensi. Waktu saya mendapatkan mata kuliah ini, Assembler yang digunakan adalah TASM. Akan tetapi, untuk praktikum Orkom kali ini (di Ilkom Ekstensi-pen), alih-alih menggunakan TASM, sang dosen memilih untuk menggunakan JWasm sebagai Assembler. Salah satu kelebihan dari JWasm adalah dapat digunakan di sistem operasi Linux, dimana hal ini merupakan fitur yang jarang ada di dunia Assembler.
Secara umum, sintaks yang digunakan dalam JWasm tidak jauh berbeda dengan sintaks pada TASM. Salah satu sintaks yang berbeda adalah sintaks untuk memanggil Macro dengan n argumen input (n > 1).
Misalkan saya mempunyai kodingan untuk mencetak angka 0 dan huruf C sebanyak tiga kali secara bergantian sebagai berikut:
Ketika saya assemble koding tersebut menggunakan TASM (menjadi program .com tentunya) dan saya jalankan, tidak terjadi masalah. Beda halnya ketika saya assemble koding tersebut menggunakan JWasm. Alih-alih pesan sukses, yang keluar malah pesan gagal.
Setelah dilakukan penelusuran, ternyata terdapat satu perbedaan kecil antara sintaks pada TASM dan JWasm dalam pemanggilan Macro dengan n argumen input. Pada TASM, argumen-argumen yang akan dikirim ke macro dapat dipisahkan dengan spasi atau koma, tetapi pada JWasm argumen-argumen tersebut harus dipisahkan dengan koma. Jadi, kita hanya perlu menambahkan tanda koma sebagai pembatas antar argumen macro pada koding di atas, hasilnya adalah sebagai berikut.
Jika Anda assemble koding kedua ini menggunakan JWasm, maka akan muncul pesan sukses, dan program dapat dijalankan.
Sebegitu simpel? Ya. Tapi jika Anda menganggap ini adalah hal sepele, maka Anda salah. Hal ini tidak dapat disepelekan begitu saja, karena beda sintaks, beda artinya.
Yah, ini hanyalah satu perbedaan sintaks antara TASM dan JWasm. Mungkin masih banyak perbedaan lainnya yang belum saya temui.
Jadi, bagaimana menurut Anda?
Di dunia ini, terdapat banyak sekali program Assembler. Beberapa diantaranya adalah TASM (Turbo Assembler) dan JWasm. Masing-masing program Assembler ini memiliki kekhasan masing-masing, yang mungkin saja berbeda dengan Assembler lain.
/* Pendahuluan yang ga terlalu penting :p */
Berbicara mengenai Assembler, saya menghadapi sedikit masalah dengan program ini, yang untungnya sudah tertangani. Begini ceritanya.
Saya sekarang menjadi asisten praktikum Organisasi Komputer (Orkom) untuk kelas Ilkom Ekstensi. Waktu saya mendapatkan mata kuliah ini, Assembler yang digunakan adalah TASM. Akan tetapi, untuk praktikum Orkom kali ini (di Ilkom Ekstensi-pen), alih-alih menggunakan TASM, sang dosen memilih untuk menggunakan JWasm sebagai Assembler. Salah satu kelebihan dari JWasm adalah dapat digunakan di sistem operasi Linux, dimana hal ini merupakan fitur yang jarang ada di dunia Assembler.
Secara umum, sintaks yang digunakan dalam JWasm tidak jauh berbeda dengan sintaks pada TASM. Salah satu sintaks yang berbeda adalah sintaks untuk memanggil Macro dengan n argumen input (n > 1).
Misalkan saya mempunyai kodingan untuk mencetak angka 0 dan huruf C sebanyak tiga kali secara bergantian sebagai berikut:
Cetak_Kar MACRO Kar1,Kar2
MOV CX,3
MOV AH,02
Ulang:
MOV DL,Kar1
INT 21h
MOV DL,Kar2
INT 21h
LOOP Ulang
ENDM ; End Macro
.MODEL SMALL
.CODE
ORG 100h
Proses:
Cetak_Kar 48 67 ; Kode ASCII: '0'=48, 'C'=67
INT 20h
END Proses
Ketika saya assemble koding tersebut menggunakan TASM (menjadi program .com tentunya) dan saya jalankan, tidak terjadi masalah. Beda halnya ketika saya assemble koding tersebut menggunakan JWasm. Alih-alih pesan sukses, yang keluar malah pesan gagal.
Setelah dilakukan penelusuran, ternyata terdapat satu perbedaan kecil antara sintaks pada TASM dan JWasm dalam pemanggilan Macro dengan n argumen input. Pada TASM, argumen-argumen yang akan dikirim ke macro dapat dipisahkan dengan spasi atau koma, tetapi pada JWasm argumen-argumen tersebut harus dipisahkan dengan koma. Jadi, kita hanya perlu menambahkan tanda koma sebagai pembatas antar argumen macro pada koding di atas, hasilnya adalah sebagai berikut.
Cetak_Kar MACRO Kar1,Kar2
MOV CX,3
MOV AH,02
Ulang:
MOV DL,Kar1
INT 21h
MOV DL,Kar2
INT 21h
LOOP Ulang
ENDM ; End Macro
.MODEL SMALL
.CODE
ORG 100h
Proses:
Cetak_Kar 48,67
INT 20h
END Proses
Jika Anda assemble koding kedua ini menggunakan JWasm, maka akan muncul pesan sukses, dan program dapat dijalankan.
Sebegitu simpel? Ya. Tapi jika Anda menganggap ini adalah hal sepele, maka Anda salah. Hal ini tidak dapat disepelekan begitu saja, karena beda sintaks, beda artinya.
Yah, ini hanyalah satu perbedaan sintaks antara TASM dan JWasm. Mungkin masih banyak perbedaan lainnya yang belum saya temui.
Jadi, bagaimana menurut Anda?
Senin, Juli 19, 2010
GNU Octave
Salah satu mata kuliah di Ilkom IPB adalah Analisis Numerik. Sebenarnya, mata kuliah ini merupakan mata kuliah interdepartemen dari departemen Matematika. Menurut keterangan di halaman ini, mata kuliah yang kadang disebut Anum ini akan membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar komputasi numerik dan penyelesaian masalah secara numerik, serta kemampuan untuk memilih metode numerik yang tepat dan menggunakannya untuk menyelesaikan beberapa jenis masalah.
Terdapat praktikum pada mata kuliah ini. Aplikasi yang digunakan adalah MATLAB, yaitu sebuah software dengan lingkungan komputasi numerik yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, sepertimakan dan MCK menghitung manipulasi matriks, plotting fungsi, dan penerapan suatu algoritma. Daftar fiturnya bisa dilihat di sini.
Jika kita melihat fiturnya, tentunya kita tergiur untuk memiliki aplikasi ini. Tetapi, satu hal yang agak mengganjal untuk memiliki aplikasi ini adalah aplikasi ini berbayar, dan harganya lumayan tinggi (daftar harganya bisa dilihat dimana-mana, salah satunya di sini), agak kurang cocok untuk kantong mahasiswa seperti saya :). Memang sih, ada yang PE a.k.a "pirated edition". Tapi, sekarang saya sedang mencoba untuk mengurangi ketergantungan kepada software demikian. Bisa-bisa, kalau saya masih tergantung dengan software yang seperti itu, semua kerjaan saya tidak berkah... :)
Lalu, apa dong solusinya? Masak nggak jadi praktikum karena nggak punya softwarenya?
Ternyata, ada juga solusi untuk permasalahan ini dari "kubu" Open Source Software. GNU Octave adalah sebuah software Open Source yang dimaksudnya utamanya untuk komputasi numerik. Bahkan, menurut web resminya, aplikasi ini dapat melakukan komputasi numerik yang kompatibel dengan MATLAB. Aplikasi ini dibuat untuk platform Linux. Satu kekurangan yang cukup mencolok, aplikasi ini berbasis CLI, bukan GUI. Ya udahlah, gapapa, yang penting bisa dipake.
Karena defaultnya Octave buat Linux, maka target berikutnya adalah mencari versi Windowsnya (maklum, masih main di Windows... :p). Ternyata di web resminya juga ada link menuju ke installer buat Windows :D. Yaudah, langsung download, terus instal deh...
Katanya, ada versi GUI dari Octave, namanya QtOctave. Kalau dari Linux, gampang nginstalnya, karena program ini bisa diinstal dari software centernya. Kalo buat Windows, setelah beberapa lama mencari, ternyata ada juga. Dapetnya dari sini. Setelah diextract ke foldernya Octave (QtOctave ini bukan installer, tapi tambahan buat Octave, bentuknya zip-zipan), baru deh keliatan GUI-nya. Mirip MATLAB yang asli loh... :p
Untuk Anda yang ingin mencari ulasan mengenai aplikasi ini di Linux, bisa dilihat di sini. Nah, berikut ini ada beberapa tangkapan layar dari Octave dan QtOctave yang dijalankan di Windows Seven.
Tampilan GNU Octave, yang full CLI.
Tampilan QtOctave yang full GUI.
Terdapat praktikum pada mata kuliah ini. Aplikasi yang digunakan adalah MATLAB, yaitu sebuah software dengan lingkungan komputasi numerik yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti
Jika kita melihat fiturnya, tentunya kita tergiur untuk memiliki aplikasi ini. Tetapi, satu hal yang agak mengganjal untuk memiliki aplikasi ini adalah aplikasi ini berbayar, dan harganya lumayan tinggi (daftar harganya bisa dilihat dimana-mana, salah satunya di sini), agak kurang cocok untuk kantong mahasiswa seperti saya :). Memang sih, ada yang PE a.k.a "pirated edition". Tapi, sekarang saya sedang mencoba untuk mengurangi ketergantungan kepada software demikian. Bisa-bisa, kalau saya masih tergantung dengan software yang seperti itu, semua kerjaan saya tidak berkah... :)
Lalu, apa dong solusinya? Masak nggak jadi praktikum karena nggak punya softwarenya?
Ternyata, ada juga solusi untuk permasalahan ini dari "kubu" Open Source Software. GNU Octave adalah sebuah software Open Source yang dimaksudnya utamanya untuk komputasi numerik. Bahkan, menurut web resminya, aplikasi ini dapat melakukan komputasi numerik yang kompatibel dengan MATLAB. Aplikasi ini dibuat untuk platform Linux. Satu kekurangan yang cukup mencolok, aplikasi ini berbasis CLI, bukan GUI. Ya udahlah, gapapa, yang penting bisa dipake.
Karena defaultnya Octave buat Linux, maka target berikutnya adalah mencari versi Windowsnya (maklum, masih main di Windows... :p). Ternyata di web resminya juga ada link menuju ke installer buat Windows :D. Yaudah, langsung download, terus instal deh...
Katanya, ada versi GUI dari Octave, namanya QtOctave. Kalau dari Linux, gampang nginstalnya, karena program ini bisa diinstal dari software centernya. Kalo buat Windows, setelah beberapa lama mencari, ternyata ada juga. Dapetnya dari sini. Setelah diextract ke foldernya Octave (QtOctave ini bukan installer, tapi tambahan buat Octave, bentuknya zip-zipan), baru deh keliatan GUI-nya. Mirip MATLAB yang asli loh... :p
Untuk Anda yang ingin mencari ulasan mengenai aplikasi ini di Linux, bisa dilihat di sini. Nah, berikut ini ada beberapa tangkapan layar dari Octave dan QtOctave yang dijalankan di Windows Seven.
Tampilan GNU Octave, yang full CLI.
Tampilan QtOctave yang full GUI.Kamis, Juni 10, 2010
Sebuah "Bis Patas" Bernama Semester Pendek
Misalkan pada suatu hari Anda akan menuju ke suatu tempat menggunakan kendaraan bis. Setelah Anda telusuri, ternyata ada dua pilihan: bis ekonomi dan bis patas (cepat dan terbatas). Seperti biasa, bis patas akan membawa Anda menuju ke tempat tujuan Anda dengan lebih cepat, sementara bis ekonomi akan membawa Anda sampai ke tempat tujuan dengan waktu tempuh yang lebih lama dibandingkan bis patas. Akan tetapi, di sisi lain, bis ekonomi membutuhkan biaya yang lebih murah jika dibandingkan dengan bis patas, selain itu Anda juga akan lebih menikmati perjalanan Anda.
Kurang lebih itulah keadaan yang
Belum lagi ujian akhir semester genap tahun 2009/2010 selesai, beberapa mahasiswa di kampusku sudah disibukkan dengan pendaftaran SP. Apa itu SP?
SP, atau semester pendek, atau yang dalam istilah kerennya adalah kuliah alih tahun, adalah salah satu kebijakan dari IPB yang membolehkan mahasiswa untuk mengambil beberapa matakuliah tidak pada waktu yang semestinya *maksudnya?*. Mengutip dari sini, "Perkuliahan alih semester adalah perkuliahan yang dilaksanakan di antara dua semester". Jadi, waktu libur yang seharusnya bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk liburan malah dipakai untuk kuliah. Biasanya kuliah alih semester ini diselenggarakan pada akhir tahun akademik lama dan awal tahun akademik baru, tepatnya sekitar bulan Juli-Agustus, dan (mungkin) perkuliahannya dilaksanakan hampir setiap hari. Ya, kira-kira sama seperti matrikulasi untuk TPB lah...
Nah, untuk kuliah alih tahun kali ini, Departemen Ilmu Komputer IPB memfasilitasi mahasiswanya yang ingin mengambil mata kuliah berikut:
- Matematika Diskret (MK interdept dari Departemen Matematika, jatah semester 3, biasanya yang mengambil adalah mahasiswa pengulang)
- Aljabar Linear (juga dari Matematika, jatah semester 3, dan yang mengambil adalah mehasiswa pengulang, tapi masih perlu konfirmasi lebih lanjut)
- Analisis Numerik (juga dari Matematika, jatah semester 5, juga diambil oleh mahasiswa pengulang)
- Pengantar Kriptografi (MK asli Ilkom, jatah semester 7, termasuk MK elektif)
Bagi kami mahasiswa Ilkom angkatan 45, yang sekarang "hampir lulus" dari semester 4, mengambil SP pada MK semester 5 cukup menggiurkan, walaupun ada beberapa teman yang masih mengambil SP Matematika Diskret dan Aljabar Linear. Walaupun sebelumnya kami belum mengambil MK tersebut, hal itu bukanlah menjadi halangan. Kata beberapa teman ane, dengan mengambil SP untuk MK semester 5 berarti bakal mengurangi beban mereka pada semester 5 besok. Daripada mengambil MK tersebut saat semester regular, mending saat SP saja diambilnya, lumayan buat mengurangi beban kuliah, kata mereka. Benarkah begitu adanya?
Satu hal yang pasti, dengan mengikuti kuliah alih tahun berarti Anda membayar lebih untuk suatu MK tertentu jika dibandingkan dengan kuliah pada semester regular, kecuali mungkin untuk para mahasiswa penyusup :). Hal ini telah ane konfirmasi ke TU Ilkom, di tengah kebingungan ane ketika akan memutuskan ikut SP atau tidak. Kata orang TU, biasanya tarif SP akan lebih mahal daripada tarif kuliah regular, walaupun belum dapat dipastikan berapa persen kenaikannya *tarif? emangnya bis?*.
Berikutnya, seperti yang terjadi pada matrikulasi TPB, materi pada kuliah SP bersifat padat dan terkesan dipadatkan *maksudnya?*. Jadi, bahan kuliah yang sedianya diberikan selama satu semester akan diberikan kepada Anda hanya dalam waktu sekitar dua bulan. Mengenai jadwal perkuliahannya, jika memang benar sama dengan matrikulasi, maka perkuliahan kemungkinan besar akan dilaksanakan setiap hari, di waktu libur kuliah regular Anda.
Terakhir, jika Anda gagal a.k.a. tidak lulus pada kuliah SP, mau tak mau Anda perlu mengambil ulang MK tersebut saat semester regular, atau menunggu SP tahun depan. Hal itu secara tidak langsung berarti menambah pengeluaran Anda... :)
Akan tetapi, hal terakhir dapat dihindari jika Anda dapat menyelesaikan MK tersebut dengan hasil akhir huruf A atau B. Dengan demikian, Anda dapat melanjutkan mengambil MK lain dengan aman tenteram sejahtera... :)
Jika boleh dianalogikan, mungkin kasus ini dapat dianalogikan dengan kisah tentang bis di atas. Semester pendek dengan bis patas, dan semester regular dengan bis ekonomi. Semester pendek, dengan fitur cepat selesainya, dibandingkan dengan semester regular, dengan fitur murahnya.
Jadi, pilih bis patas atau bis ekonomi?
// Gambar bis di atas diambil dari sini.
Kamis, Juni 03, 2010
Proyek Basdat: Sebuah Awal
Masih ingat dengan tulisan ini?
Di tulisan tersebut, dituliskan bebrapa atribut mengenai proyek, seperti tugas menumpuk, kerja tim, deadline, dll.
*Asal kopas*
Melanjutkan dari tulisan sebelumnya, pada tulisan kali ini juga akan membahas mengenai proyek yang baru saja berlalu, Proyek Basis Data. Dalam tulisan ini, akan diceritakan kelanjutan dari cerita sebelumnya.
OK, here we go...
Kisah ini dimulai dari tanggal 18 Mei 2010. Kami yang sebelumnya diberitahu bahwa akan ada presentasi progress report pada tanggal tersebut, dengan semangat 45*lebaynya*, menyelesaikan proyek aplikasi tersebut, yang waktu itu masih memiliki beberapa bug (walaupun minor bugs).
Dan, pada tanggal tersebut, tepatnya pada waktu praktikum, terjadilah presentasi tersebut. Kelompok ane yang maju pada giliran kesekian cukup menyita perhatian (maksudnya?!).
Setelah presentasi tersebut, sang asisten praktikum (asprak) mengumumkan bahwa pada minggu berikutnya, 25 Mei 2010, sesuai dengan instruksi dosen yang bersangkutan, proyek-proyek tersebut bakal dikumpulkan. Tentunya dengan beberapa kelengkapan proyek yang diwajibkan ada.
Kembali, di sepekan berikutnya kelompok ane, juga kelompok lain, berjibaku dengan bug pada aplikasi, laporan proyek, dll.
Saat tiba H-1 pengumpulan, tiba-tiba datang sebuah "jarkom" (baca: pemberitahuan), bahwa proyek dikumpulkan pada hari H, dan presentasi dilakukan pada minggu berikutnya. Yah, pemberitahuan ini sedikit banyak membuat kami agak "gimana gitu". Tapi, yasudahlah. Apa boleh buat...
*Lumayan, masih ada waktu seminggu buat persiapan... :)*
Seminggu berselang, akhirnya waktu untuk presentasi benar-benar tiba. Dengan urutan tampill seperti dua minggu sebelumnya, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka, berupa produk aplikasi basis data. Sedianya, presentasi ini dihadiri oleh dosen yang bersangkutan. Akan tetapi, karena sang dosen sedang rapat pada waktu pelaksanaan presentasi, walhasil acara itu hanya dihadiri oleh asprak dan para praktikan.
Secara keseluruhan, para praktikan telah menampilkan yang terbaik.
Dengan digelarnya presentasi tersebut, berakhir pula kerja tim proyek Basdat ane. Akan tetapi, seperti yang ane tulis di judul -- Sebuah Awal --, pada semester-semester berikutnya bakal ada beberapa proyek mata kuliah lainnya, yang tentunya wajib dikerjakan oleh semua mahasiswa Ilkom.
Selamat berjumpa di proyek kuliah berikutnya...
Di tulisan tersebut, dituliskan bebrapa atribut mengenai proyek, seperti tugas menumpuk, kerja tim, deadline, dll.
*Asal kopas*
Melanjutkan dari tulisan sebelumnya, pada tulisan kali ini juga akan membahas mengenai proyek yang baru saja berlalu, Proyek Basis Data. Dalam tulisan ini, akan diceritakan kelanjutan dari cerita sebelumnya.
OK, here we go...
Kisah ini dimulai dari tanggal 18 Mei 2010. Kami yang sebelumnya diberitahu bahwa akan ada presentasi progress report pada tanggal tersebut, dengan semangat 45
Dan, pada tanggal tersebut, tepatnya pada waktu praktikum, terjadilah presentasi tersebut. Kelompok ane yang maju pada giliran kesekian cukup menyita perhatian (maksudnya?!).
Setelah presentasi tersebut, sang asisten praktikum (asprak) mengumumkan bahwa pada minggu berikutnya, 25 Mei 2010, sesuai dengan instruksi dosen yang bersangkutan, proyek-proyek tersebut bakal dikumpulkan. Tentunya dengan beberapa kelengkapan proyek yang diwajibkan ada.
Kembali, di sepekan berikutnya kelompok ane, juga kelompok lain, berjibaku dengan bug pada aplikasi, laporan proyek, dll.
Saat tiba H-1 pengumpulan, tiba-tiba datang sebuah "jarkom" (baca: pemberitahuan), bahwa proyek dikumpulkan pada hari H, dan presentasi dilakukan pada minggu berikutnya. Yah, pemberitahuan ini sedikit banyak membuat kami agak "gimana gitu". Tapi, yasudahlah. Apa boleh buat...
*Lumayan, masih ada waktu seminggu buat persiapan... :)*
Seminggu berselang, akhirnya waktu untuk presentasi benar-benar tiba. Dengan urutan tampill seperti dua minggu sebelumnya, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka, berupa produk aplikasi basis data. Sedianya, presentasi ini dihadiri oleh dosen yang bersangkutan. Akan tetapi, karena sang dosen sedang rapat pada waktu pelaksanaan presentasi, walhasil acara itu hanya dihadiri oleh asprak dan para praktikan.
Secara keseluruhan, para praktikan telah menampilkan yang terbaik.
Dengan digelarnya presentasi tersebut, berakhir pula kerja tim proyek Basdat ane. Akan tetapi, seperti yang ane tulis di judul -- Sebuah Awal --, pada semester-semester berikutnya bakal ada beberapa proyek mata kuliah lainnya, yang tentunya wajib dikerjakan oleh semua mahasiswa Ilkom.
Selamat berjumpa di proyek kuliah berikutnya...
Rabu, Mei 12, 2010
Proyek Kuliah
Anda tentunya tidak asing lagi dengan istilah proyek, kan? Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata "proyek"? Mungkin beberapa kata di bawah ini muncul di pikiran Anda ketika mendengar ada kata "proyek" disebut:
Menurut Oxford Dictionary, proyek, atau yang dalam bahasa Inggris disebut project, adalah:
"An enterprise carefully planned to achieve a particular aim". Ya, proyek adalah sebuah usaha atau perusahaanatau apalah itu yang direncanakan secara hati-hati untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam sebuah proyek, akan ditemui hal-hal seperti jangka waktu penyelesaian proyek, orang-orang yang terlibat dalam proyek tersebut, pembagian tugas antara orang-orang tersebut, dan lain-lain. Di akhir pengerjaan proyek, akan didapatkan suatu produk sebagai hasil dari proyek tersebut.
Kurang lebih itulah yang sedang kami, mahasiswa Ilkom semester 4, hadapi di IPB. Sejak semester ini, dan mungkin untuk seterusnya, kami akan mendapat beberapa proyek dari beberapa mata kuliah.
Untuk semester ini, mata kuliah yang "memberikan" proyek adalah Basis Data. Dalam proyek ini, kami diminta untuk membuat sebuah sistem manajemen basis data (DBMS) yang dapat digunakan. Terserah sistem database ini mau berbasis apa, web atau desktop, tapi intinya sistem ini tersebut harus dapat menjalankan fungsi CRUD (Create - Read - Update - Delete -- kalo ga salah). Proyek ini sudah dimulai sejak awal perkuliahan Basis Data dimulai, dan Insya Allah minggu depan akan diminta "pertanggungjawaban"-nya (baca: presentasi tentang proyek).
Berbicara mengenai progress, kelompok ane sudah menyelesaikan sebagian besar dari proyek yang sedang dikerjakan (masa?), sebuah sistem rapor akademik elektronik berbasis web. Semoga bisa selesai dalam waktu seminggu ini...
- Tugas menumpuk
- Kerja tim
- Deadline
- dll
Menurut Oxford Dictionary, proyek, atau yang dalam bahasa Inggris disebut project, adalah:
project
• noun 1 an enterprise carefully planned to achieve a particular aim. 2 a piece of research work by a school or college student. 3 N. Amer. a government-subsidized estate or block of homes.
• verb 1 estimate or forecast on the basis of present trends. 2 plan. 3 extend outwards beyond something else; protrude. 4 throw or cause to move forward or outward. 5 cause (light, shadow, or an image) to fall on a surface. 6 present, promote, or display (a view or image). 7 (project on to) attribute (an emotion) to (another person), especially unconsciously. 8 Geometry draw straight lines through (a figure) to produce a corresponding figure on a surface or line. 9 represent (the earth’s surface, the heavens, etc.) on a plane surface.
"An enterprise carefully planned to achieve a particular aim". Ya, proyek adalah sebuah usaha atau perusahaan
Kurang lebih itulah yang sedang kami, mahasiswa Ilkom semester 4, hadapi di IPB. Sejak semester ini, dan mungkin untuk seterusnya, kami akan mendapat beberapa proyek dari beberapa mata kuliah.
Untuk semester ini, mata kuliah yang "memberikan" proyek adalah Basis Data. Dalam proyek ini, kami diminta untuk membuat sebuah sistem manajemen basis data (DBMS) yang dapat digunakan. Terserah sistem database ini mau berbasis apa, web atau desktop, tapi intinya sistem ini tersebut harus dapat menjalankan fungsi CRUD (Create - Read - Update - Delete -- kalo ga salah). Proyek ini sudah dimulai sejak awal perkuliahan Basis Data dimulai, dan Insya Allah minggu depan akan diminta "pertanggungjawaban"-nya (baca: presentasi tentang proyek).
Berbicara mengenai progress, kelompok ane sudah menyelesaikan sebagian besar dari proyek yang sedang dikerjakan (masa?), sebuah sistem rapor akademik elektronik berbasis web. Semoga bisa selesai dalam waktu seminggu ini...
Langganan:
Postingan (Atom)