*Tulisan ini merupakan sambungan dari tulisan sebelumnya mengenai TICA 2012*
Beberapa pekan setelah pengumuman finalis dan juara dari TICA 2012, paket award dikirimkan kepada yang berhak menerimanya, salah satunya kepada saya. Pada awalnya, paket ini akan dikirimkan ke rumah para finalis. Akan tetapi, karena beberapa pertimbangan, akhirnya paket dikirimkan ke fakultas para finalis. Dalam kasus saya, paket dikirimkan ke Departemen Ilmu Komputer.
Paket ini berisi dua buah sertifikat, sebuah plakat, dan cinderamata khas dari Tokyo Institute of Technology. Salah satu dari sertifikat sudah disampaikan kepada dosen pembimbing. Adapun untuk plakat, menurut sang dosen, dibawa saja oleh saya.
Tampilkan postingan dengan label IPB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPB. Tampilkan semua postingan
Rabu, Desember 26, 2012
Rabu, November 14, 2012
Finalis TICA 2012
Tokyo Tech Indonesia Commitment Award (TICA) 2012 telah sampai di akhir masa penjurian. Event yang diselenggarakan oleh PPI Tokodai ini merupakan ajang bagi para mahasiswa Indonesia untuk mempublikasikan tulisan — dalam hal ini tulisannya berupa paper — hasil penelitian yang mereka lakukan. Karenanya, syarat utama paper yang diikutkan dalam kompetisi ini adalah paper hasil penelitian mahasiswa, baik yang masih berstatus mahasiswa aktif atau yang lulus di tahun 2012.
Tanggal 10 November 2012 kemarin merupakan pengumuman pemenang dari kompetisi ini. Dari 125 paper yang diterima oleh panitia, terpilihlah sembilan judul paper sebagai finalis, yang selanjutnya akan dipilih tiga judul paper sebagai juara dari event ini. Dan, dari sembilan paper yang ditetapkan sebagai finalis TICA 2012, terselip sebuah judul paper seorang mahasiswa IPB.
Tanggal 10 November 2012 kemarin merupakan pengumuman pemenang dari kompetisi ini. Dari 125 paper yang diterima oleh panitia, terpilihlah sembilan judul paper sebagai finalis, yang selanjutnya akan dipilih tiga judul paper sebagai juara dari event ini. Dan, dari sembilan paper yang ditetapkan sebagai finalis TICA 2012, terselip sebuah judul paper seorang mahasiswa IPB.
Rabu, Maret 14, 2012
Pelatnas 2 TOKI: Penutupan
Akhirnya menyempatkan untuk menulis tulisan ini, di tengah "kesibukan" yang melanda... *halah*
Setelah tiga pekan, akhirnya Pelatnas 2 TOKI 2012 sampai di penghujung acara. Sabtu, 10 Maret 2012, merupakan hari terakhir penyelenggaraan Pelatnas. Hari terakhir ini diisi oleh seleksi akhir, penutupan, dan tentunya pengumuman delapan orang peserta yang lolos ke tahap berikutnya.
Seleksi akhir dilakukan sejak jam 8 sampai jam 13. Selama 5 jam ini, peserta diharuskan menyelesaikan empat solusi untuk empat soal yang diberikan. Peserta dapat mengirimkan solusi sebanyak-banyaknya untuk setiap soal, selama waktu pengerjaan masih tersedia. Saya tidak terlalu tahu kondisi real di TKP selama pelaksanaan, karena saya datang terlambat ke TKP... :P
Setelah pelaksanaan seleksi, agenda acara berikutnya adalah ishoma (istirahat, sholat, makan), kemudian acara bebas, sambil menunggu penutupan dan pengumuman peserta yang lolos, yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada jam 15.
Acara penutupan dihadiri oleh Pak Anas Miftah Fauzi (Wakil Rektor bidang Riset & Kerjasama), Pak Kiagus Dahlan (Wakil Dekan FMIPA), Pak Agus Buono (Kepala Departemen Ilkom), Pak Totok Suprayitno (Direktur Pembinaan SMA, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) beserta jajarannya, dan juga tim instruktur TOKI (dosen & alumni TOKI). Dalam acara penutupan ini, juga ditandatangani MOU antara IPB (diwakili oleh Pak Anas) dan Direktorat PSMA (diwakili oleh Pak Totok), yang *kalau tidak salah* isinya adalah bahwa IPB menerima calon mahasiswa yang memiliki prestasi nasional dan internasional tanpa tes, serta ada beasiswa dari Kemendikbud untuk mahasiswa tersebut.
Setelah tiga pekan, akhirnya Pelatnas 2 TOKI 2012 sampai di penghujung acara. Sabtu, 10 Maret 2012, merupakan hari terakhir penyelenggaraan Pelatnas. Hari terakhir ini diisi oleh seleksi akhir, penutupan, dan tentunya pengumuman delapan orang peserta yang lolos ke tahap berikutnya.
Seleksi akhir dilakukan sejak jam 8 sampai jam 13. Selama 5 jam ini, peserta diharuskan menyelesaikan empat solusi untuk empat soal yang diberikan. Peserta dapat mengirimkan solusi sebanyak-banyaknya untuk setiap soal, selama waktu pengerjaan masih tersedia. Saya tidak terlalu tahu kondisi real di TKP selama pelaksanaan, karena saya datang terlambat ke TKP... :P
Setelah pelaksanaan seleksi, agenda acara berikutnya adalah ishoma (istirahat, sholat, makan), kemudian acara bebas, sambil menunggu penutupan dan pengumuman peserta yang lolos, yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada jam 15.
Acara penutupan dihadiri oleh Pak Anas Miftah Fauzi (Wakil Rektor bidang Riset & Kerjasama), Pak Kiagus Dahlan (Wakil Dekan FMIPA), Pak Agus Buono (Kepala Departemen Ilkom), Pak Totok Suprayitno (Direktur Pembinaan SMA, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) beserta jajarannya, dan juga tim instruktur TOKI (dosen & alumni TOKI). Dalam acara penutupan ini, juga ditandatangani MOU antara IPB (diwakili oleh Pak Anas) dan Direktorat PSMA (diwakili oleh Pak Totok), yang *kalau tidak salah* isinya adalah bahwa IPB menerima calon mahasiswa yang memiliki prestasi nasional dan internasional tanpa tes, serta ada beasiswa dari Kemendikbud untuk mahasiswa tersebut.
Selasa, Februari 28, 2012
Pelatnas 2 TOKI 2012

Terhitung sejak tanggal 19 Februari sampai 10 Maret 2012, Departemen Ilmu Komputer IPB berkesempatan untuk menjadi panitia penyelenggara Pelatnas 2 TOKI 2012. Pelatnas tahap 2 ini diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dan semuanya adalah siswa SMA kelas XI dan XII. Pelatnas ini diselenggarakan dalam rangka untuk mempersiapkan perwakilan Indonesia untuk mengikuti IOI (International Olympiad in Informatics) 2012, yang akan dilaksanakan di Italia pada bulan September 2012. Pelatihan ini mengambil tempat di kampus Ilkom Baranangsiang, salah satunya adalah karena alasan aksesibilitas.
Kamis, Juni 10, 2010
Sebuah "Bis Patas" Bernama Semester Pendek
Misalkan pada suatu hari Anda akan menuju ke suatu tempat menggunakan kendaraan bis. Setelah Anda telusuri, ternyata ada dua pilihan: bis ekonomi dan bis patas (cepat dan terbatas). Seperti biasa, bis patas akan membawa Anda menuju ke tempat tujuan Anda dengan lebih cepat, sementara bis ekonomi akan membawa Anda sampai ke tempat tujuan dengan waktu tempuh yang lebih lama dibandingkan bis patas. Akan tetapi, di sisi lain, bis ekonomi membutuhkan biaya yang lebih murah jika dibandingkan dengan bis patas, selain itu Anda juga akan lebih menikmati perjalanan Anda.
Kurang lebih itulah keadaan yang
Belum lagi ujian akhir semester genap tahun 2009/2010 selesai, beberapa mahasiswa di kampusku sudah disibukkan dengan pendaftaran SP. Apa itu SP?
SP, atau semester pendek, atau yang dalam istilah kerennya adalah kuliah alih tahun, adalah salah satu kebijakan dari IPB yang membolehkan mahasiswa untuk mengambil beberapa matakuliah tidak pada waktu yang semestinya *maksudnya?*. Mengutip dari sini, "Perkuliahan alih semester adalah perkuliahan yang dilaksanakan di antara dua semester". Jadi, waktu libur yang seharusnya bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk liburan malah dipakai untuk kuliah. Biasanya kuliah alih semester ini diselenggarakan pada akhir tahun akademik lama dan awal tahun akademik baru, tepatnya sekitar bulan Juli-Agustus, dan (mungkin) perkuliahannya dilaksanakan hampir setiap hari. Ya, kira-kira sama seperti matrikulasi untuk TPB lah...
Nah, untuk kuliah alih tahun kali ini, Departemen Ilmu Komputer IPB memfasilitasi mahasiswanya yang ingin mengambil mata kuliah berikut:
- Matematika Diskret (MK interdept dari Departemen Matematika, jatah semester 3, biasanya yang mengambil adalah mahasiswa pengulang)
- Aljabar Linear (juga dari Matematika, jatah semester 3, dan yang mengambil adalah mehasiswa pengulang, tapi masih perlu konfirmasi lebih lanjut)
- Analisis Numerik (juga dari Matematika, jatah semester 5, juga diambil oleh mahasiswa pengulang)
- Pengantar Kriptografi (MK asli Ilkom, jatah semester 7, termasuk MK elektif)
Bagi kami mahasiswa Ilkom angkatan 45, yang sekarang "hampir lulus" dari semester 4, mengambil SP pada MK semester 5 cukup menggiurkan, walaupun ada beberapa teman yang masih mengambil SP Matematika Diskret dan Aljabar Linear. Walaupun sebelumnya kami belum mengambil MK tersebut, hal itu bukanlah menjadi halangan. Kata beberapa teman ane, dengan mengambil SP untuk MK semester 5 berarti bakal mengurangi beban mereka pada semester 5 besok. Daripada mengambil MK tersebut saat semester regular, mending saat SP saja diambilnya, lumayan buat mengurangi beban kuliah, kata mereka. Benarkah begitu adanya?
Satu hal yang pasti, dengan mengikuti kuliah alih tahun berarti Anda membayar lebih untuk suatu MK tertentu jika dibandingkan dengan kuliah pada semester regular, kecuali mungkin untuk para mahasiswa penyusup :). Hal ini telah ane konfirmasi ke TU Ilkom, di tengah kebingungan ane ketika akan memutuskan ikut SP atau tidak. Kata orang TU, biasanya tarif SP akan lebih mahal daripada tarif kuliah regular, walaupun belum dapat dipastikan berapa persen kenaikannya *tarif? emangnya bis?*.
Berikutnya, seperti yang terjadi pada matrikulasi TPB, materi pada kuliah SP bersifat padat dan terkesan dipadatkan *maksudnya?*. Jadi, bahan kuliah yang sedianya diberikan selama satu semester akan diberikan kepada Anda hanya dalam waktu sekitar dua bulan. Mengenai jadwal perkuliahannya, jika memang benar sama dengan matrikulasi, maka perkuliahan kemungkinan besar akan dilaksanakan setiap hari, di waktu libur kuliah regular Anda.
Terakhir, jika Anda gagal a.k.a. tidak lulus pada kuliah SP, mau tak mau Anda perlu mengambil ulang MK tersebut saat semester regular, atau menunggu SP tahun depan. Hal itu secara tidak langsung berarti menambah pengeluaran Anda... :)
Akan tetapi, hal terakhir dapat dihindari jika Anda dapat menyelesaikan MK tersebut dengan hasil akhir huruf A atau B. Dengan demikian, Anda dapat melanjutkan mengambil MK lain dengan aman tenteram sejahtera... :)
Jika boleh dianalogikan, mungkin kasus ini dapat dianalogikan dengan kisah tentang bis di atas. Semester pendek dengan bis patas, dan semester regular dengan bis ekonomi. Semester pendek, dengan fitur cepat selesainya, dibandingkan dengan semester regular, dengan fitur murahnya.
Jadi, pilih bis patas atau bis ekonomi?
// Gambar bis di atas diambil dari sini.
Selasa, November 03, 2009
Sekilas UTS Jilid 3
Institut Pertanian Bogor sedang menggelar "pesta rakyat". Tentunya jangan diartikan secara harfiah, karena arti yang didapatkan pasti berbeda dengan maksud sebenarnya. "Pesta rakyat" disini maksudnya adalah Ujian Tengah Semester. Seperti biasa, "hajatan" ini diikuti oleh semua mahasiswa IPB (ya iyalah...), termasuk aku. Berikut sekilas UTS yang kujalani.
Senin, 26 Oktober 2009 13:30
Algoritma dan Pemrograman a.k.aAlgor
# TKP: Graha Widya Wisuda
# Tipe soal: PG & Esai
# Isi soal: Kebanyakan tracing program
# Difficulty: Lumayan
# Soal: Ga boleh dibawa pulang (ya iyalah, ngerjainnya kan di kertas soal...)
Selasa, 27 Oktober 2009 08:00
Aljabar Linear a.k.aAlin
# TKP: RK B1C3 (karena ikutan kelas Mate)
# Tipe soal: Esai
# Isi soal: Ruang vektor (untung aja transformasi linear ga ikutan...)
# Difficulty: Lumayan, khususnya nomer 6 (yang kelewat "lumayan")
# Soal: Boleh dibawa pulang (Asik...)
Kamis, 29 Oktober 2009 08:00
Kalkulus Lanjut a.k.aKalut
# TKP: Auditorium GMSK
# Tipe soal: 100% Esai
# Isi soal: Barisan & Deret Takhingga, Fungsi Multivariabel, dll...
# Difficulty: Lumayan (ruwet)
# Soal: Boleh dibawa pulang (buat bungkus kacang apa ya?)
# Special note 1: Ujian yang cukup "menyenangkan", karena jadwal baru terungkap H-1 ujian (What the...?). Dan kayaknya yang ngejarkom jadwal pertama kali cukup sensi sama matkul ini...
# Special note 2: Salah satu ujian yang termasuk "Super UTS Time!".
Kamis, 29 Oktober 2009 10:30
Matematika Diskret a.k.aMatdis
# TKP: Auditorium GMSK
# Tipe soal: Esai dong...
# Isi soal: Teori Graf, Analisis Algoritma, dll...
# Difficulty: Lumayan sih...
# Soal: Boleh dibawa pulang
# Special note: Juga ujian yang termasuk dalam "Super UTS Time!".
Jum'at, 30 Oktober 2009 08:00
Rangkaian Digital a.k.aRadig
# TKP: Auditorium GMSK
# Tipe soal: PG & Esai
# Isi soal: Sistem Bilangan, Aljabar Boolean, K-Map...
# Difficulty: Lumayanlieurin, terutama waktu penyederhanaan fungsi Boolean...
# Soal: Ga boleh dibawa pulang (ngerjainnya di lembar soal, sama kayak Algor)
# Special note: Lagi-lagi, ujian yang termasuk dalam "Super UTS Time!".
Jum'at, 30 Oktober 2009 13:30
Elektronika Dasar a.k.aEldas
# TKP: RK Pinus 2
# Tipe soal: PeGe wal Esai
# Isi soal: Biasa, komponen-komponen elektronika gitu-gitu deh...
# Difficulty: Puyeng...
# Soal: (juga) Ga boleh dibawa pulang (sama kaya Algor & Radig)
# Special note 1: Yang kesekian kalinya, ujian yang termasuk dalam "Super UTS Time!".
# Special note 2: Kagak ngartiparah sama sekali banget gua...
Selasa, 3 November 2009 13:30
Metode Statistika a.k.aMetstat
# TKP: Terjadi simpangsayur siur mengenai TKP. Pertama, RK B1 FPIK. Kedua, RK B1C3. Akhirnya, di RK C1 FPIK. Walhasil, ping-pong sana-sini...
# Tipe soal: Fully esai
# Isi soal: Pemusatan-Penyebaran Data, Peluang, Sebaran Peluang, dll...
# Difficulty: Lumayan sih...
# Soal: (juga) Ga boleh dibawa pulang (padahal udah berharap bisa ngerjain ulang di rumah...)
# Special note 1: Ujian pertama di IPB yang TKP-nya simpangsayur siur.
# Special note 2: It's the last battle! Yeah!
Alhamdulillah, akhirnya beres juga UTS Ganjil 2009/2010. Sekarang tinggal nunggu nilai deh. Semoga bisa dapat yang terbaik...
Demikian sekilas UTS yang kujalani, yang sudah selesai sejak sore tadi. Walau begitu, masih banyak temanku yang belum selesai menjalani "pesta rakyat" ini. Untuk teman-teman yang belum selesai UTS-nya, bersemangatlah!
And now, finally,
CLOCK OVER!
Senin, 26 Oktober 2009 13:30
Algoritma dan Pemrograman a.k.a
# TKP: Graha Widya Wisuda
# Tipe soal: PG & Esai
# Isi soal: Kebanyakan tracing program
# Difficulty: Lumayan
# Soal: Ga boleh dibawa pulang (ya iyalah, ngerjainnya kan di kertas soal...)
Selasa, 27 Oktober 2009 08:00
Aljabar Linear a.k.a
# TKP: RK B1C3 (karena ikutan kelas Mate)
# Tipe soal: Esai
# Isi soal: Ruang vektor (untung aja transformasi linear ga ikutan...)
# Difficulty: Lumayan, khususnya nomer 6 (yang kelewat "lumayan")
# Soal: Boleh dibawa pulang (Asik...)
Kamis, 29 Oktober 2009 08:00
Kalkulus Lanjut a.k.a
# TKP: Auditorium GMSK
# Tipe soal: 100% Esai
# Isi soal: Barisan & Deret Takhingga, Fungsi Multivariabel, dll...
# Difficulty: Lumayan (ruwet)
# Soal: Boleh dibawa pulang (buat bungkus kacang apa ya?)
# Special note 1: Ujian yang cukup "menyenangkan", karena jadwal baru terungkap H-1 ujian (What the...?). Dan kayaknya yang ngejarkom jadwal pertama kali cukup sensi sama matkul ini...
# Special note 2: Salah satu ujian yang termasuk "Super UTS Time!".
Kamis, 29 Oktober 2009 10:30
Matematika Diskret a.k.a
# TKP: Auditorium GMSK
# Tipe soal: Esai dong...
# Isi soal: Teori Graf, Analisis Algoritma, dll...
# Difficulty: Lumayan sih...
# Soal: Boleh dibawa pulang
# Special note: Juga ujian yang termasuk dalam "Super UTS Time!".
Jum'at, 30 Oktober 2009 08:00
Rangkaian Digital a.k.a
# TKP: Auditorium GMSK
# Tipe soal: PG & Esai
# Isi soal: Sistem Bilangan, Aljabar Boolean, K-Map...
# Difficulty: Lumayan
# Soal: Ga boleh dibawa pulang (ngerjainnya di lembar soal, sama kayak Algor)
# Special note: Lagi-lagi, ujian yang termasuk dalam "Super UTS Time!".
Jum'at, 30 Oktober 2009 13:30
Elektronika Dasar a.k.a
# TKP: RK Pinus 2
# Tipe soal: PeGe wal Esai
# Isi soal: Biasa, komponen-komponen elektronika gitu-gitu deh...
# Difficulty: Puyeng...
# Soal: (juga) Ga boleh dibawa pulang (sama kaya Algor & Radig)
# Special note 1: Yang kesekian kalinya, ujian yang termasuk dalam "Super UTS Time!".
# Special note 2: Kagak ngarti
Selasa, 3 November 2009 13:30
Metode Statistika a.k.a
# TKP: Terjadi simpang
# Tipe soal: Fully esai
# Isi soal: Pemusatan-Penyebaran Data, Peluang, Sebaran Peluang, dll...
# Difficulty: Lumayan sih...
# Soal: (juga) Ga boleh dibawa pulang (padahal udah berharap bisa ngerjain ulang di rumah...)
# Special note 1: Ujian pertama di IPB yang TKP-nya simpang
# Special note 2: It's the last battle! Yeah!
Alhamdulillah, akhirnya beres juga UTS Ganjil 2009/2010. Sekarang tinggal nunggu nilai deh. Semoga bisa dapat yang terbaik...
Demikian sekilas UTS yang kujalani, yang sudah selesai sejak sore tadi. Walau begitu, masih banyak temanku yang belum selesai menjalani "pesta rakyat" ini. Untuk teman-teman yang belum selesai UTS-nya, bersemangatlah!
And now, finally,
CLOCK OVER!
Minggu, Oktober 18, 2009
Tips Menghadapi UTS (versi gue)
Si Tokoh Utama tahu bahwa satu Worm sudah muncul di tengah kota, dan mencoba untuk memporak-porandakan kota. Sejurus kemudian, Kabuto Zecter menghampiri si Tokoh Utama. Tanpa membuang waktu, si Tokoh Utama langsung memasang Kabuto Zecter di sabuknya, dan sambil berteriak "HENSHIN!", dia berubah wujud menjadi Kamen Rider Kabuto. Karena dirasa armor di tubuhnya memberatkannya, dia pun melepas armornya, dengan mengucap "CAST OFF".
Ternyata, Worm si musuh meningkatkan kecepatan serangnya. Hal ini membuat si Tokoh Utama kewalahan. Akhirnya, dia menekan tombol di sabuknya sambil mengucapkan sesuatu. "CLOCK UP". Sesuatu yang dapat membuatnya bergerak mendekati kecepatan cahaya, untuk manandingi si musuh.
Sambil terus menghajar musuhnya, si Tokoh Utama menekan tombol di sabuknya tiga kali (ONE, TWO, ,THREE) untuk mempersiapkan final attack-nya. Terakhir, dia melepaskan final attack-nya, RIDER KICK, kepada si musuh. Si musuhpun kalah, dan saat itu juga waktu berjalan seperti biasa lagi bagi si Tokoh Utama. CLOCK OVER.
Kok rasanya ada yang aneh ya? Antara judul posting dengan isi ga ada hubungannya sama sekali?
Jangan salah. Justru karena terinspirasi oleh kisah itulah posting ini dapat tertuliskan.
Ya. Berhubung IPB bakal menyelenggarakan Uian Tengah Semester (UTS) pada tanggal 26 Oktober - 7 November 2009, kali ini aku mencoba untuk berbagi tips belajar menghadapi UTS
1. Sebelum belajar, gantilah mode Anda menjadi mode seorang pembelajar dengan mengucap "HENSHIN", eh, "Bismillahirrahmanirrahim".
2. CAST OFF (lepaskan)-lah segala hal yang dirasa tidak ada hubungannya dengan kegiatan belajar.
3. Konsentrasi penuh dengan mata pelajaran yang sedang Anda pelajari (CLOCK UP).
4. Jaga kesehatan sebelum dan selama UTS dengan: ONE, makan makanan bergizi. TWO, minum vitamin dan suplemen jika perlu. THREE, istirahat secukupnya, jangan tidur terlalu malam.
5. Saat hari pelaksanaan ujian, "hajar" soal-soal ujian dengan RIDER KICK, eh, kemampuan terbaik Anda.
6. Setelah ujian hari terakhir selesai, ucapkanlah "CLOCK OVER", eh, "Alhamdulillah".
Sekian tips yang
Senin, Agustus 24, 2009
Secarik Kisah Tentang Komdis
Komisi Disiplin, atau yang punya bahasa keren Komdis, merupakan salah satu divisi dari kepanitiaan yang hampir pasti selalu ada di setiap kepanitiaan Orientasi Siswa/Mahasiswa Baru. Mereka adalah orang-orang yang selalu menegakkan kedisiplinan, terutama kedisiplinan peserta. Mereka juga dikenal sebagai sosok yang garang galak tegas, juga dibenci disegani, baik oleh peserta maupun oleh panitia lain.
Di IPB sendiri, Komdis memiliki banyak istilah, tergantung fakultas dan departemen yang menyelenggarakan Masa Perkenalan (MP). Tetapi, fungsinya tetap sebagai penegak kedisiplinan, tidak berubah sedikitpun. Di Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) tetap dengan istilah Komdis, di Masa Perkenalan Fakultas (MPF) MIPA dengan istilah MOD (Master Of Discipline), sementara di Masa Perkenalan Departemen (MPD) Ilmu komputer dikenal dengan istilah Firewall. Nah, kali ini kita akan fokus di Komdis MPKMB 46.
Setelah divisi Komdis terbentuk, hal pertama yang didiskusikan adalah penentuan Standar Operasional Prosedur (SOP), sebuah "peraturan perundang-undangan" yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta, pun panitia. SOP ini meliputi penampilan, kehadiran dalam setiap rapat/pertemuan, dan hal-hal yang dapat atau tidak dapat dilakukan selama pertemuan. Beberapa hal yang tertera dalam SOP tersebut adalah rambut model 1-2-1, mengenakan celana bahan warna gelap, dan tidak memakai aksesoris selain jam tangan bagi pria.
Hari-hari seorang komdis diisi oleh berbagai macam rapat, baik Rapat General maupun Rapat Divisi, juga berbagai pelatihan, seperti latihan fisik dan latihan mental. Seperti yang jamak dilakukan, Rapat General dan Rapat Divisi diselenggarakan untuk menyamakan pendapat dan merumuskan suatu hal. Namun, dalam beberapa kesempatan Rapat General digunakan untuk menambah keakraban antar panitia.
Sebelum serangkaian pelatihan bagi Komdis digelar, terlebih dahulu diselenggarakan Up Grading (UG) bagi seluruh panitia. Jelas, tujuan diselenggarakannya UG ini adalah untuk mengakrabkan panitia secara keseluruhan. Setelah UG panitia, digelarlah UG/pelatihan bagi Komdis sendiri. Menu utama yang disajikan dalam pelatihan-pelatihan ini adalah latihan fisik, seperti latihan untuk memobilisasi massa dari satu tempat ke tempat yang lain, dan latihan mental, seperti saling bertatapan tanpa tersenyum dan menangani suatu kondisi tertentu yang sudah ditentukan. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar Komdis dapat menjiwai peranannya sebagai penegak disiplin.
Pada hari dilaksanakannya MPKMB 46, tanggal 17-19 Agustus 2009, Komdis banyak memegang peranan. Diantaranya saat pengecekan SOP, membariskan massa (angkatan 46), mobilisasi massa dari dan ke tempat tertentu, dan menutup jalan bagi pengguna jalan lain agar para peserta angkatan 46 dapat melewati persimpangan jalan tertentu. Dan semua itu dilakukan tanpa tersenyum sedikitpun. Hal ini dimaksudkan untuk membuat kesan bahwa Komdis adalah seorang yang serius. Di sinilah profesionalisme seorang Komdis diuji.
Akan tetapi, keadaan "tanpa senyum" itu tak berlangsung lama, tepatnya hanya berlangsung selama sekitar 17 hari. Ketika hari terakhir MPKMB, tanggal 19 Agustus, seluruh Komdis membuka jati dirinya yang asli. Dan, seperti yang sudah diduga, banyak dari angkatan 46 yang tidak percaya, bahwa seorang Komdis, yang sehari-harinya bermuka galak, pelit senyum, tidak ramah, ternyata merupakan seorang yang ramah, baik, banyak tingkah, dll. Beberapa komentar di grup Panitia MPKMB 46 di Facebook membuktikannya.
Percaya atau tidak, aku mengalami hal-hal yang telah tertulis di atas. Ya, aku terdaftar sebagai salah seorang Komdis dalam kepanitiaan MPKMB Pasti Gemilang 46. Hal-hal yang telah kutulis di atas kurang lebih menggambarkan keadaan yang sebenarnya, walaupun ada yang sedikit yang dikurang-kurangi.
Nah, MPKMB 46 berakhir sudah. "Pekerjaan" sebagai Komdis lewat sudah. Sekarang, aku sedang memikirkan, nanti di tahun ketiga mau jadi apa ya? Jadi MOD di MPF MIPA? Atau jadi Firewall di MPD Ilkom? Tunggu saja kelanjutannya...
Di IPB sendiri, Komdis memiliki banyak istilah, tergantung fakultas dan departemen yang menyelenggarakan Masa Perkenalan (MP). Tetapi, fungsinya tetap sebagai penegak kedisiplinan, tidak berubah sedikitpun. Di Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) tetap dengan istilah Komdis, di Masa Perkenalan Fakultas (MPF) MIPA dengan istilah MOD (Master Of Discipline), sementara di Masa Perkenalan Departemen (MPD) Ilmu komputer dikenal dengan istilah Firewall. Nah, kali ini kita akan fokus di Komdis MPKMB 46.
Setelah divisi Komdis terbentuk, hal pertama yang didiskusikan adalah penentuan Standar Operasional Prosedur (SOP), sebuah "peraturan perundang-undangan" yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta, pun panitia. SOP ini meliputi penampilan, kehadiran dalam setiap rapat/pertemuan, dan hal-hal yang dapat atau tidak dapat dilakukan selama pertemuan. Beberapa hal yang tertera dalam SOP tersebut adalah rambut model 1-2-1, mengenakan celana bahan warna gelap, dan tidak memakai aksesoris selain jam tangan bagi pria.
Hari-hari seorang komdis diisi oleh berbagai macam rapat, baik Rapat General maupun Rapat Divisi, juga berbagai pelatihan, seperti latihan fisik dan latihan mental. Seperti yang jamak dilakukan, Rapat General dan Rapat Divisi diselenggarakan untuk menyamakan pendapat dan merumuskan suatu hal. Namun, dalam beberapa kesempatan Rapat General digunakan untuk menambah keakraban antar panitia.
Sebelum serangkaian pelatihan bagi Komdis digelar, terlebih dahulu diselenggarakan Up Grading (UG) bagi seluruh panitia. Jelas, tujuan diselenggarakannya UG ini adalah untuk mengakrabkan panitia secara keseluruhan. Setelah UG panitia, digelarlah UG/pelatihan bagi Komdis sendiri. Menu utama yang disajikan dalam pelatihan-pelatihan ini adalah latihan fisik, seperti latihan untuk memobilisasi massa dari satu tempat ke tempat yang lain, dan latihan mental, seperti saling bertatapan tanpa tersenyum dan menangani suatu kondisi tertentu yang sudah ditentukan. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar Komdis dapat menjiwai peranannya sebagai penegak disiplin.
Pada hari dilaksanakannya MPKMB 46, tanggal 17-19 Agustus 2009, Komdis banyak memegang peranan. Diantaranya saat pengecekan SOP, membariskan massa (angkatan 46), mobilisasi massa dari dan ke tempat tertentu, dan menutup jalan bagi pengguna jalan lain agar para peserta angkatan 46 dapat melewati persimpangan jalan tertentu. Dan semua itu dilakukan tanpa tersenyum sedikitpun. Hal ini dimaksudkan untuk membuat kesan bahwa Komdis adalah seorang yang serius. Di sinilah profesionalisme seorang Komdis diuji.
Akan tetapi, keadaan "tanpa senyum" itu tak berlangsung lama, tepatnya hanya berlangsung selama sekitar 17 hari. Ketika hari terakhir MPKMB, tanggal 19 Agustus, seluruh Komdis membuka jati dirinya yang asli. Dan, seperti yang sudah diduga, banyak dari angkatan 46 yang tidak percaya, bahwa seorang Komdis, yang sehari-harinya bermuka galak, pelit senyum, tidak ramah, ternyata merupakan seorang yang ramah, baik, banyak tingkah, dll. Beberapa komentar di grup Panitia MPKMB 46 di Facebook membuktikannya.
Percaya atau tidak, aku mengalami hal-hal yang telah tertulis di atas. Ya, aku terdaftar sebagai salah seorang Komdis dalam kepanitiaan MPKMB Pasti Gemilang 46. Hal-hal yang telah kutulis di atas kurang lebih menggambarkan keadaan yang sebenarnya, walaupun ada yang sedikit yang dikurang-kurangi.
Nah, MPKMB 46 berakhir sudah. "Pekerjaan" sebagai Komdis lewat sudah. Sekarang, aku sedang memikirkan, nanti di tahun ketiga mau jadi apa ya? Jadi MOD di MPF MIPA? Atau jadi Firewall di MPD Ilkom? Tunggu saja kelanjutannya...
Selasa, Juni 30, 2009
Catatan Akhir Asrama... (?)
Tingkat Persiapan Bersama, alias Tingkat Paling Bahagia, atau terserah Anda mau bilang apa, tahun akademik 2008/2009 berakhir sudah. Resminya, sejak tanggal 27 Juni 2009 lalu, yaitu batas terakhir mahasiswa IPB angkatan 45 melakukan check out dari asrama TPB. Memang, jika dibandingkan dengan check out asrama angkatan 44,
angkatan kami bisa dibilang telat (kalau perlu, tambahan kata "sangat").
Mari kita segera beranjak kepada inti persoalan (yang sayangnya bukan nukleus)...
Pengumuman akanpengusiran check out-nya kami dari asrama TPB, yang isinya tentang "tetek-bengek" teknis check out, sudah beredar sejak bulan April. Singkat cerita, setelah dua bulan berlalu, akhirnya sampailah kita di acara utama.
Acara check out ini dibagi jadi 2 sesi, sesi lorong atas dan sesi lorong bawah. Tadinya, lorong atas bakal keluar tanggal 27 Juni, dan lorong bawah pada 28 Juni. Akhirnya, keputusan terakhir yang kami terima dari lokasi kejadian, untuk lorong atas keluar tanggal 26 Juni malam, dan lorong bawah tanggal 27 Juni. Sejak jauh-jauh hari, para penghuni asrama sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi hal ini, diantaranya mengepak barang yang bakal dipindah ke kostan/kontrakan, mindah-mindahin barang ke kostan/kontrakan, dan mengecek apakah ada barang yang masih tertinggal di asrama.
Sebelumnya, ada pembagian Indeks Prestasi Program, dengan kata lain rapor asrama. Dengan perincian yang sedemikian rupa, dketahui bahwa aku mendapat nilai akhir 59,8 dan huruf mutu C. Penasaran karena cuma dapat C, kutanya temanku berapa batas nilai B. Katanya, untuk dapat huruf B harus dapat nilai 60. Heu... T_T. Menyakitkan memang.
Tibalah pada hari H. Waktunya untuk check out. Berhubung aku tinggal di lorong bawah, maka aku check out tanggal 27 Juni. Aku datang ke asrama jam 9 pagi, setelah malam sebelumnya pindahan kekostan kontrakan rumah. Sampai di asrama, kulihat kumpulan kasur dan bantal yang bergelimpangan bertumpukan di lobi, juga beberapa orang berseragam sebuah perusahaan yang ahli dalam pemberantasan hama. Tiba di asrama, acara check out untuk lorongku (lorong 5 gedung C1) belum dimulai, karena pihak yang berwenang masih menangani lorong lain.
Singkat cerita, acara check out untuk lorongku dimulai. Setelah melalui proses administrasi yang cukup belibet (baca: rumit), selesailah proses tersebut. Dalam proses tersebut, dihitung juga "denda" yang harus dibayarkan untuk penggantian fasilitas asrama yang rusak. Ternyata, aku, juga teman sekamarku, harus membayar sejumlah kurang lebih 43 ribu, yang katanya digunakan untuk mengganti lampu belajar dan dudukannya yang tempo hari diganti. Selesai "ditagih", aku diberikan surat bebas asrama, juga daftar tagihan.
Sekedar info, angkatan 46 yang masuk lewat jalur USMI dijadwalkan datang tanggal 29 Juni kemarin, dan mungkin langsung masuk asrama sejak kemarin. Inilah yang membuatku mengatakan, check out angkatan kami bisa dibilang telat.
Yah, demikianlah catatan akhir asrama (ga usah komentar tentang judulnya) dariku. Jika ingin membaca cerita yang lebih ringkas, baca juga yang ini. Untuk angkatan 46 yang baru datang ke asrama, kuucapkan selamat datang, dan semoga sukses.
Bersama di Asrama, Together to be Better....
angkatan kami bisa dibilang telat (kalau perlu, tambahan kata "sangat").
Mari kita segera beranjak kepada inti persoalan (yang sayangnya bukan nukleus)...
Pengumuman akan
Acara check out ini dibagi jadi 2 sesi, sesi lorong atas dan sesi lorong bawah. Tadinya, lorong atas bakal keluar tanggal 27 Juni, dan lorong bawah pada 28 Juni. Akhirnya, keputusan terakhir yang kami terima dari lokasi kejadian, untuk lorong atas keluar tanggal 26 Juni malam, dan lorong bawah tanggal 27 Juni. Sejak jauh-jauh hari, para penghuni asrama sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi hal ini, diantaranya mengepak barang yang bakal dipindah ke kostan/kontrakan, mindah-mindahin barang ke kostan/kontrakan, dan mengecek apakah ada barang yang masih tertinggal di asrama.
Sebelumnya, ada pembagian Indeks Prestasi Program, dengan kata lain rapor asrama. Dengan perincian yang sedemikian rupa, dketahui bahwa aku mendapat nilai akhir 59,8 dan huruf mutu C. Penasaran karena cuma dapat C, kutanya temanku berapa batas nilai B. Katanya, untuk dapat huruf B harus dapat nilai 60. Heu... T_T. Menyakitkan memang.
Tibalah pada hari H. Waktunya untuk check out. Berhubung aku tinggal di lorong bawah, maka aku check out tanggal 27 Juni. Aku datang ke asrama jam 9 pagi, setelah malam sebelumnya pindahan ke
Singkat cerita, acara check out untuk lorongku dimulai. Setelah melalui proses administrasi yang cukup belibet (baca: rumit), selesailah proses tersebut. Dalam proses tersebut, dihitung juga "denda" yang harus dibayarkan untuk penggantian fasilitas asrama yang rusak. Ternyata, aku, juga teman sekamarku, harus membayar sejumlah kurang lebih 43 ribu, yang katanya digunakan untuk mengganti lampu belajar dan dudukannya yang tempo hari diganti. Selesai "ditagih", aku diberikan surat bebas asrama, juga daftar tagihan.
Sekedar info, angkatan 46 yang masuk lewat jalur USMI dijadwalkan datang tanggal 29 Juni kemarin, dan mungkin langsung masuk asrama sejak kemarin. Inilah yang membuatku mengatakan, check out angkatan kami bisa dibilang telat.
Yah, demikianlah catatan akhir asrama (ga usah komentar tentang judulnya) dariku. Jika ingin membaca cerita yang lebih ringkas, baca juga yang ini. Untuk angkatan 46 yang baru datang ke asrama, kuucapkan selamat datang, dan semoga sukses.
Bersama di Asrama, Together to be Better....
Kamis, April 30, 2009
Berlalu Juga...
Alhamdulillahi robbil 'alamin...
Setelah dua minggu yangsangat cukup melelahkan sekali, akhirnya berlalu juga UTS Semester Genap TPB. Kemarin adalah hari terakhir kami (aku dan teman sekelas) menjalani UTS, yang ditutup dengan Mata Kuliah (Matkul) Kimia.
Berbeda dengan "sajian" semester kemarin, kali ini kami "disuguhi" menu-menu andalan (eh?), yaitu sebagai berikut.
Hari pertama (22 April 2009): KALKULUS
Sajian pembuka UTS semester ini. Dengan komposisi 10 soal esai dengan tingkat kesulitan yang semakin bertambah, Matkul ini berbicara tentang turunan dan aplikasinya. Agak membuat pusing. Aku "terganjal" di nomer 8 & 10, tapi lolos di nomer 9 (loh?!). Soal boleh dibawa pulang.
Hari kedua (23 April 2009): EKONOMI UMUM
Terbagi atas 3 bagian: pilihan ganda, isian singkat, dan esai. Sejauh ini Matkul Ekum ini baru berbicara masalah ekonomi mikro. Tidak ada kesulitan berarti (sok iye...). Soal boleh dibawa pulang.
Hari ketiga (24 April 2009): BAHASA INDONESIA
Terdiri dari 5 bagian soal. Topik utamanya adalah penggunaan bahasa Indonesia sesuai EYD (Ejaan yang Disempurnakan), termasuk di dalamnya penulisan kalimat efektif, pemilihan kata yang sesuai dengan konteks kalimat (diksi), dll. Cukup membuat pusing. Soal boleh dibawa pulang.
Hari keempat (27 April 2009): BIOLOGI
Seperti biasa waktu di SMA, Matkul Biologi berisi banyak hafalan. Terdiri dari 4 bagian soal, pilihan ganda, pilihan... ("Pilih A jika pernyataan 1, 2, dan 3 benar, pilih B jika..."), benar-salah, dan isian singkat, Matkul ini cukup menyulitkan kami. Rasanya, waktu 2 jam yang diberikan untuk mengerjakan soal tidak cukup untuk menyelesaikan semua soal. Dan sayangnya, soal tidak boleh dibawa pulang (yaaah... penonton kecewa...).
Hari kelima (28 April 2009): AGAMA ISLAM
(Mungkin) satu-satunya UTS yang "menentramkan hari, menenangkan jiwa". Terdiri dari 3 bagian: pilihan ganda, isian singkat, dan esai. Cukup sulit untukku, karena aku tidak menghafal ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits yang sekiranya bakal keluar di UTS ini. Soal boleh dibawa pulang.
Hari keenam (29 April 2009): KIMIA
Final battle! Sajian penutup yang sangat "mengenyangkan" (emang makanan?). Digelar di Graha Widya Wisuda kemarin, para mahasiswa dari 20 kelas saling berlomba untuk meraih hasil terbaik dalam Matkul ini. Dengan komposisi 10 soal benar-salah, 50 soal pilihan ganda, dan 4 soal esai, Matkul ini benar-benar pas untuk menjadi "Final Stage" UTS ini. Sama seperti Biologi, cukup banyak hal yang harus dihafal, termasuk di dalamnya teori, rumus, dan konstanta. Sangat membuat pusing. Soal boleh dibawa pulang untuk kemudiandisobek-sobek, dibakar, dijadikan bungkus kacang, dan diperlakukan secara semena-mena sebagai bentuk penindasan atas kertas dapat dipelajari lagi di kemudian hari.
Yah, itulah sepintas keadaan kami (khususnya aku) ketika UTS Semester Genap TPB 2008-2009 kemarin. Sekarang tinggal menunggu nilai. Semoga nilai yang kami dapat adalah nilai terbaik yang dapat kami raih. Amin...
Setelah dua minggu yang
Berbeda dengan "sajian" semester kemarin, kali ini kami "disuguhi" menu-menu andalan (eh?), yaitu sebagai berikut.
Hari pertama (22 April 2009): KALKULUS
Sajian pembuka UTS semester ini. Dengan komposisi 10 soal esai dengan tingkat kesulitan yang semakin bertambah, Matkul ini berbicara tentang turunan dan aplikasinya. Agak membuat pusing. Aku "terganjal" di nomer 8 & 10, tapi lolos di nomer 9 (loh?!). Soal boleh dibawa pulang.
Hari kedua (23 April 2009): EKONOMI UMUM
Terbagi atas 3 bagian: pilihan ganda, isian singkat, dan esai. Sejauh ini Matkul Ekum ini baru berbicara masalah ekonomi mikro. Tidak ada kesulitan berarti (sok iye...). Soal boleh dibawa pulang.
Hari ketiga (24 April 2009): BAHASA INDONESIA
Terdiri dari 5 bagian soal. Topik utamanya adalah penggunaan bahasa Indonesia sesuai EYD (Ejaan yang Disempurnakan), termasuk di dalamnya penulisan kalimat efektif, pemilihan kata yang sesuai dengan konteks kalimat (diksi), dll. Cukup membuat pusing. Soal boleh dibawa pulang.
Hari keempat (27 April 2009): BIOLOGI
Seperti biasa waktu di SMA, Matkul Biologi berisi banyak hafalan. Terdiri dari 4 bagian soal, pilihan ganda, pilihan... ("Pilih A jika pernyataan 1, 2, dan 3 benar, pilih B jika..."), benar-salah, dan isian singkat, Matkul ini cukup menyulitkan kami. Rasanya, waktu 2 jam yang diberikan untuk mengerjakan soal tidak cukup untuk menyelesaikan semua soal. Dan sayangnya, soal tidak boleh dibawa pulang (yaaah... penonton kecewa...).
Hari kelima (28 April 2009): AGAMA ISLAM
(Mungkin) satu-satunya UTS yang "menentramkan hari, menenangkan jiwa". Terdiri dari 3 bagian: pilihan ganda, isian singkat, dan esai. Cukup sulit untukku, karena aku tidak menghafal ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits yang sekiranya bakal keluar di UTS ini. Soal boleh dibawa pulang.
Hari keenam (29 April 2009): KIMIA
Final battle! Sajian penutup yang sangat "mengenyangkan" (emang makanan?). Digelar di Graha Widya Wisuda kemarin, para mahasiswa dari 20 kelas saling berlomba untuk meraih hasil terbaik dalam Matkul ini. Dengan komposisi 10 soal benar-salah, 50 soal pilihan ganda, dan 4 soal esai, Matkul ini benar-benar pas untuk menjadi "Final Stage" UTS ini. Sama seperti Biologi, cukup banyak hal yang harus dihafal, termasuk di dalamnya teori, rumus, dan konstanta. Sangat membuat pusing. Soal boleh dibawa pulang untuk kemudian
Yah, itulah sepintas keadaan kami (khususnya aku) ketika UTS Semester Genap TPB 2008-2009 kemarin. Sekarang tinggal menunggu nilai. Semoga nilai yang kami dapat adalah nilai terbaik yang dapat kami raih. Amin...
Minggu, April 19, 2009
Second Place? Alhamdulillah...
"Disiarkan langsung dari lapangan gymnasium Institut Pertanian Bogor, kini hadir kembali membawa misi menjadi yang terbaik di antara yang terbaik.Menyambung dari posting-an sebelumnya, itulah sedikit prolog yang mengawali penampilan kami (kelas B26-pen) dalam ajang yang kusebut "Aerobic Battle part 2", yang diselenggarakan kemarin Sabtu (18/04/09). Bertemakan army (atau apalah istilahnya...), kami memasuki lapangan pertandingan dengan
Akankah keinginan mereka tercapai?
Kita sambut bersama, KELAS B26!"
Alhamdulillahi robbil 'alamin...
Setelah melalui "perjuangan panjang", akhirnya kami berhasil mempertahankan (?) predikat kedua terbaik dalam kompetisi aerobik ini. Sementara itu, saudara "kelas besar" kami, kelas B25, juga mempertahankan predikat mereka sebagai terbaik ketiga.
Mengenai hadiahnya, dengar-dengar sih katanya hadiahnya yaitu beberapa kaleng biskuit. Secara, ketika pengumuman juara, aku tidak sedang berada di TKP (Tempat Kejadian Pengumuman-pen), karena aku sedang berada di sisi lain kota Bogor. Semoga saja masih disisakan jatah untukku...
Oh iya, berikut ini beberapa dokumentasi dari acara kemarin.
Itulah beberapa dokumentasi dari acara kemarin. Ingin melihat lebih banyak gambar? Hubungi saya saja lewat nomer-nomer di bawah ini (mana?).
*Sambil ngedengerin lagu buat aerobik kemarin...*
*MISI SELESAI*
Sabtu, April 11, 2009
Selayang Pandang Semester Genap...
Alhamdulillah...
Terhitung sampai hari ini, semester genap di Tingkat Persiapan bersama (bilang aja semester dua) ini sudah berjalan selama sekitar 48 hari. Tentunya banyak cerita yang terjadi selama rentang waktu tersebut. Tetapi, karena keterbatasan tempat, mungkin tidak akan kuceritakan semuanya (bilang aja males...).
Dimulai dari hari Senin, yaitu kuliah Kewirausahaan, yang memiliki SKS sebanyak 1 saja (yang berarti tiap 14 kali pertemuan cuma masuk sejam saja) dan "dipadatkan" jadi cuma sampai UTS saja, yang berarti tiap pertemuan jadi dua jam (hore, berarti abis UTS bisa berangkat dari rumah agak siang!), sampai hari Jum'at, yang "sajian utama"-nya adalah super-praktikum (baca: praktikum ganda), dimana waktu pagi praktikum Kimia, di siang hari praktikum Biologi (masya Allah...).
Ingin tahu kelanjutan ceritaku selama kurang lebih 7 minggu ini?
OK, here we go!
Minggu pertama (23-28 Februari)
Minggu pertama kuliah, seperti biasanya, diisi dengan banyaknya jam kosong. Maklum, di minggu pertama kegiatan perkuliahan belum efektif, terutama kegiatan praktikum, responsi, asistensi, dan kolokium. Minggu ini juga diisi dengan perkenalan dengan para dosen pengajar. Jelas perlu perkenalan, karena mata kuliah yang diambil beda dengan semester kemarin, dosen yang mengajar, juga asdos dan aspraknya, pun beda. Yang spesial, mungkin latihan aerobik (lagi) yang harus dijalani, karena kelasku, B26, menyabet juara kedua di kompetisi aerobik semester lalu, dan bakal diadu dengan jawara dari kelas A (aku kelas B loh...). Dan kegiatan ini menghiasi hari-hariku sampai detik ini (_lebaymode:On_).
Minggu Kedua (2-7 Maret)
Masih diisi dengan perkenalan, terutama di jam praktikum, responsi, dan asistensi. Kegiatan perkuliahan sudah mulai berjalan efektif. Di minggu ini, di praktikum kimia pertama, saya mendapat "kehormatan" untuk menjadi taster dari larutan natrium hidroksida (NaOH). Rasanya? Gak enakparah! Ketika larutan itu masuk ke dalam mulut, langsung kuberlari ke wastafel terdekat, dan membuang sisa larutan yang masih tertinggal di mulut. Karena NaOH dikenal sebagai senyawa korosif, daku sempat khawatir akan keadaan tubuh ini. Untungnya, larutan itu cuma 0,1 molar, dan ketika ditanyakan ke temanku, katanya gak terlalu apa-apa. Haah, lega...
Minggu Ketiga (9-14 Maret)
Diawali dengan libur di hari Senin, sepertinya minggu ini berlalu begitu saja. Hal yang baru? Mungkin praktikum biologi perdana.
Minggu Keempat (16-21 Maret)
Di minggu ini terjadi hal yang cukup "menakjubkan" (_lebaylagimode:On_), yaitu peristiwa "listrik keluar" (baca: listrik mati) tingkat kota dan kabupaten Bogor pada hari Selasa. Peristiwa ini terjadi hampir sehari-semalam. Akibatnya, mesin pompa air tak bekerja, sehingga beberapa anak asrama "mengungsi" ke Al Hurriyyah (masjid-pen) untuk "membersihkan badan". Peristiwa lain, mungkin seminar Let's Fight Against Drugs (LFAD) yang menjadikan minggu ini cukup semarak, selain mati lampu, yang dengan sangat menyesal kulewatkan begitu saja. Hiks...T_T
Minggu Kelima (23-28 Maret)
Minggu ini, mungkin dua hal terasa "menarik". Pertama, di tengah pekan, ketika buletinku (sebenernya buletin rohis kelas) yang pertama "lahir". Secara, pimpinan redaksi gitu... (Siapa juga yang bilang gitu?). Kedua, di akhir pekan, ketika aku harus "berubah" (henshin!) menjadi vokalis, yang biasanya cuma jadi backing vocal, di tim nasyidku, yang waktu itu tampil di Auditorium Fapet di acaranya ISC (Islamic Student Center) Al Hurriyyah.
Minggu Keenam (30 Maret - 4 April)
Nothing special, I think. Tetap berlatih aerobik bersama teman sekelas (walau ga dateng semua), dan kesibukan seperti biasa. Nyatanya, big event terjadi di akhir pekan (hari Minggu), ketika kompetisi aerobik kembali digelar. Kali ini, kontestannya adalah kelas A. Berhubung aku kelas B, makanya aku gak ikutan (ngapain juga?).
Minggu Ketujuh (6-11 April)
Minggu ini, kegiatan perkuliahan cuma berlangsung selama tiga hari. Jelas, karena di hari Kamis digelar "hajatan besar", yaitu Pemilihan Umum (Pemilu), dan hari Jum'atnya libur. Pemilu tahun ini merupakan pemilu pertama bagiku (jelas...). Dan di hari Sabtu ini, nanti bakal digelar SG (Studium General) mata kuliah Kewirausahaan, sebagai sajian terakhir kuliah ini (yeah, akhirnya...).
Sekian laporan dari saya. Terima kasih atas perhatiannya.
Terhitung sampai hari ini, semester genap di Tingkat Persiapan bersama (bilang aja semester dua) ini sudah berjalan selama sekitar 48 hari. Tentunya banyak cerita yang terjadi selama rentang waktu tersebut. Tetapi, karena keterbatasan tempat, mungkin tidak akan kuceritakan semuanya (bilang aja males...).
Dimulai dari hari Senin, yaitu kuliah Kewirausahaan, yang memiliki SKS sebanyak 1 saja (yang berarti tiap 14 kali pertemuan cuma masuk sejam saja) dan "dipadatkan" jadi cuma sampai UTS saja, yang berarti tiap pertemuan jadi dua jam (hore, berarti abis UTS bisa berangkat dari rumah agak siang!), sampai hari Jum'at, yang "sajian utama"-nya adalah super-praktikum (baca: praktikum ganda), dimana waktu pagi praktikum Kimia, di siang hari praktikum Biologi (masya Allah...).
Ingin tahu kelanjutan ceritaku selama kurang lebih 7 minggu ini?
OK, here we go!
Minggu pertama (23-28 Februari)
Minggu pertama kuliah, seperti biasanya, diisi dengan banyaknya jam kosong. Maklum, di minggu pertama kegiatan perkuliahan belum efektif, terutama kegiatan praktikum, responsi, asistensi, dan kolokium. Minggu ini juga diisi dengan perkenalan dengan para dosen pengajar. Jelas perlu perkenalan, karena mata kuliah yang diambil beda dengan semester kemarin, dosen yang mengajar, juga asdos dan aspraknya, pun beda. Yang spesial, mungkin latihan aerobik (lagi) yang harus dijalani, karena kelasku, B26, menyabet juara kedua di kompetisi aerobik semester lalu, dan bakal diadu dengan jawara dari kelas A (aku kelas B loh...). Dan kegiatan ini menghiasi hari-hariku sampai detik ini (_lebaymode:On_).
Minggu Kedua (2-7 Maret)
Masih diisi dengan perkenalan, terutama di jam praktikum, responsi, dan asistensi. Kegiatan perkuliahan sudah mulai berjalan efektif. Di minggu ini, di praktikum kimia pertama, saya mendapat "kehormatan" untuk menjadi taster dari larutan natrium hidroksida (NaOH). Rasanya? Gak enak
Minggu Ketiga (9-14 Maret)
Diawali dengan libur di hari Senin, sepertinya minggu ini berlalu begitu saja. Hal yang baru? Mungkin praktikum biologi perdana.
Minggu Keempat (16-21 Maret)
Di minggu ini terjadi hal yang cukup "menakjubkan" (_lebaylagimode:On_), yaitu peristiwa "listrik keluar" (baca: listrik mati) tingkat kota dan kabupaten Bogor pada hari Selasa. Peristiwa ini terjadi hampir sehari-semalam. Akibatnya, mesin pompa air tak bekerja, sehingga beberapa anak asrama "mengungsi" ke Al Hurriyyah (masjid-pen) untuk "membersihkan badan". Peristiwa lain, mungkin seminar Let's Fight Against Drugs (LFAD) yang menjadikan minggu ini cukup semarak, selain mati lampu, yang dengan sangat menyesal kulewatkan begitu saja. Hiks...T_T
Minggu Kelima (23-28 Maret)
Minggu ini, mungkin dua hal terasa "menarik". Pertama, di tengah pekan, ketika buletinku (sebenernya buletin rohis kelas) yang pertama "lahir". Secara, pimpinan redaksi gitu... (Siapa juga yang bilang gitu?). Kedua, di akhir pekan, ketika aku harus "berubah" (henshin!) menjadi vokalis, yang biasanya cuma jadi backing vocal, di tim nasyidku, yang waktu itu tampil di Auditorium Fapet di acaranya ISC (Islamic Student Center) Al Hurriyyah.
Minggu Keenam (30 Maret - 4 April)
Nothing special, I think. Tetap berlatih aerobik bersama teman sekelas (walau ga dateng semua), dan kesibukan seperti biasa. Nyatanya, big event terjadi di akhir pekan (hari Minggu), ketika kompetisi aerobik kembali digelar. Kali ini, kontestannya adalah kelas A. Berhubung aku kelas B, makanya aku gak ikutan (ngapain juga?).
Minggu Ketujuh (6-11 April)
Minggu ini, kegiatan perkuliahan cuma berlangsung selama tiga hari. Jelas, karena di hari Kamis digelar "hajatan besar", yaitu Pemilihan Umum (Pemilu), dan hari Jum'atnya libur. Pemilu tahun ini merupakan pemilu pertama bagiku (jelas...). Dan di hari Sabtu ini, nanti bakal digelar SG (Studium General) mata kuliah Kewirausahaan, sebagai sajian terakhir kuliah ini (yeah, akhirnya...).
Sekian laporan dari saya. Terima kasih atas perhatiannya.
Sabtu, Februari 28, 2009
Second Phase, Start!
Akhirnya, semester genap, atau bagi TPB adalah semester dua, dimulai juga. "Perjalanan Panjang Jilid Dua" kelasku dimulai dengan kuliah Kewirausahaan pada jam 8 kemarin Senin. Kali ini, aku dan teman-teman sekelas akan menempuh perjalanan yang lebih berat, karena kami akan "berhadapan" dengan 7 mata kuliah, yaitu Kewirausahaan, Kalkulus, Kimia, Ekonomi Umum (Ekum), Biologi, Agama Islam, dan Bahasa Indonesia, tentunya dengan jadwal yang lebih berat. Ketika nanti kegiatan perkuliahan sudah aktif semua, kami akan mengalami sesuatu yang biasa disebut P4, yaitu Pergi Pagi Pulang (hampir) Petang.
Di minggu pertama ini, dimana perkuliahan belum berjalan sepenuhnya, aku sudah merasa cukup capeksekali. Bagaimana hari-hari berikutnya? Wallahu A'lam...
Semoga semester ini tidak berlalu begitu saja tanpa ada sesuatu yang menarik, seperti semester kemarin, yang menyisakan sedikit cerita (yang sekiranya tidak perlu dibesar-besarkan)...
Yah, mungkin tidak ada kata-kata lain selain...
Ready, Set, Go!
Di minggu pertama ini, dimana perkuliahan belum berjalan sepenuhnya, aku sudah merasa cukup capek
Semoga semester ini tidak berlalu begitu saja tanpa ada sesuatu yang menarik, seperti semester kemarin, yang menyisakan sedikit cerita (yang sekiranya tidak perlu dibesar-besarkan)...
Yah, mungkin tidak ada kata-kata lain selain...
Ready, Set, Go!
Sabtu, Februari 14, 2009
IP Pertama...
Di setiap institusi pendidikan, diantaranya SD, SMP, dan SMA, setelah beberapa lama para siswa diberikan pengetahuan tentang suatu mata pelajaran, tibalah saatnya dewan guru menguji seberapa paham siswa terhadap mata pelajaran tersebut, entah tiga bulan sekali, empat bulan sekali, ataupun enam bulan sekali. Dan setelah ujian, saat yang paling dinantikan adalah saat pembagian laporan hasil belajar, kalau di sekolah namanya pembagian rapor.
Tidak jauh berbeda dengan institusi pendidikan yang lain, IPB pun mengadakan ujian kepada semua mahasiswanya, dalam hal ini adalah UAS. UAS semester ganjil IPB tahun ini diadakan tanggal 19-31 Januari 2009. Selepas UAS, yang notabene sudah 2 minggu berlalu, saat yang paling ditunggu oleh mahasiswa IPB adalah saat keluarnya IP (Indeks Prestasi), yang bisa dibilang "rapor"-nya mahasiswa. Yang cukup istimewa dari IP-nya IPB, nilai ini bisa diakses melalui SMS dan, khusus mahasiswa tingkat pertama, dikirim ke rumah masing-masing.
Tapi, ada satu hal yang spesial dalam penantian keluarnya IP semester ganjil ini. Ya, IP semester ganjil ini adalah IP pertama kami - mahasiswa angkatan 45 - di IPB. Dan, umumnya hal yang pertama kali terjadi, IP ini membuat hati kami menjadi dag-dig-dug. Selepas ujian terakhir, 28 Januari, aku dan teman-teman sekelas mulai "bergerilya" untuk mencari apakah ada nilai yang sudah keluar.
Kemarin, sekitar tanggal 4 Februari, datang SMS ke HP-ku. SMS itu memberitahukan batas waktu pemasukan nilai (13 Februari) dan cara mengetahui nilai IP lewat SMS, plus cara mendapatkan PIN untuk dapat memperoleh nilai IP. Tentunya hal ini cukup membuat kami (aku dan teman-teman yang lain) tambah berdebar menunggu hasil kami selama 6 bulan pertama di IPB ini.
Selepas kehadiran SMS itu, cukup banyak keluhan dari teman sekelasku di "forum" kelas kami. Yang paling banyak, keluhan karena tidak bisa memperoleh PIN menggunakan nomor dari operator tertentu, sementara dengan nomor dari operator lain bisa dapat PIN. Juga, keluhan karena pada saat meminta nilai IP, permintaan tersebut "ditolak", dengan kalimat:
Beberapa menit lalu, ketika aku lihat di "forum" kelas, katanya IP baru akan dirapatkan besok Senin, dan mungkin baru keluar pada saat semester genap dimulai. Dan beberapa saat yang lalu, ketika kucoba mengakses nilai, balasan SMS-nya masih sama, belum tersedia. Tapi untungnya, beberapa nilai mata kuliah sudah "bermunculan" di sana-sini (?).
Hmm... Mungkin memang harus bersabar ya untuk menunggu IP pertama...
[extra]
Alhamdulillahi robbil 'alamin, setelah menunggu ber-"abad-abad", akhirnya IP pertama keluar juga. Semoga ini bisa menjadi batu loncatan untuk menjalani hari-hari berikutnya di IPB. Amin.
Nilainya? Yang pasti, cukup memuaskan...
[updated 19-Feb-09 22:42:50]
Tidak jauh berbeda dengan institusi pendidikan yang lain, IPB pun mengadakan ujian kepada semua mahasiswanya, dalam hal ini adalah UAS. UAS semester ganjil IPB tahun ini diadakan tanggal 19-31 Januari 2009. Selepas UAS, yang notabene sudah 2 minggu berlalu, saat yang paling ditunggu oleh mahasiswa IPB adalah saat keluarnya IP (Indeks Prestasi), yang bisa dibilang "rapor"-nya mahasiswa. Yang cukup istimewa dari IP-nya IPB, nilai ini bisa diakses melalui SMS dan, khusus mahasiswa tingkat pertama, dikirim ke rumah masing-masing.
Tapi, ada satu hal yang spesial dalam penantian keluarnya IP semester ganjil ini. Ya, IP semester ganjil ini adalah IP pertama kami - mahasiswa angkatan 45 - di IPB. Dan, umumnya hal yang pertama kali terjadi, IP ini membuat hati kami menjadi dag-dig-dug. Selepas ujian terakhir, 28 Januari, aku dan teman-teman sekelas mulai "bergerilya" untuk mencari apakah ada nilai yang sudah keluar.
Kemarin, sekitar tanggal 4 Februari, datang SMS ke HP-ku. SMS itu memberitahukan batas waktu pemasukan nilai (13 Februari) dan cara mengetahui nilai IP lewat SMS, plus cara mendapatkan PIN untuk dapat memperoleh nilai IP. Tentunya hal ini cukup membuat kami (aku dan teman-teman yang lain) tambah berdebar menunggu hasil kami selama 6 bulan pertama di IPB ini.
Selepas kehadiran SMS itu, cukup banyak keluhan dari teman sekelasku di "forum" kelas kami. Yang paling banyak, keluhan karena tidak bisa memperoleh PIN menggunakan nomor dari operator tertentu, sementara dengan nomor dari operator lain bisa dapat PIN. Juga, keluhan karena pada saat meminta nilai IP, permintaan tersebut "ditolak", dengan kalimat:
Maaf, permintaan Anda tidak tersedia.Terang saja, hal ini membuat kami makin resah. Tanggal 13 kemarin, teman-temanku masih meributkan hal ini, karena nilai IP belum bisa diakses. Padahal, kemarin baru batas pemasukan nilai, belum nilai IP-nya.
Beberapa menit lalu, ketika aku lihat di "forum" kelas, katanya IP baru akan dirapatkan besok Senin, dan mungkin baru keluar pada saat semester genap dimulai. Dan beberapa saat yang lalu, ketika kucoba mengakses nilai, balasan SMS-nya masih sama, belum tersedia. Tapi untungnya, beberapa nilai mata kuliah sudah "bermunculan" di sana-sini (?).
Hmm... Mungkin memang harus bersabar ya untuk menunggu IP pertama...
[extra]
Alhamdulillahi robbil 'alamin, setelah menunggu ber-"abad-abad", akhirnya IP pertama keluar juga. Semoga ini bisa menjadi batu loncatan untuk menjalani hari-hari berikutnya di IPB. Amin.
Nilainya? Yang pasti, cukup memuaskan...
[updated 19-Feb-09 22:42:50]
Jumat, Januari 30, 2009
Subhanallah
Subhanallah...
Kalau dipikir-pikir, sudah cukup lama ya?
Sudah cukup lama gak ngisi blog, ya di isnanpunyablog, juga di isnanm.
Lha, blog kok dobel gini? Tanya kenapa? (lah, lah, lah...)
Yang pasti, hari ini UAS sudah selesai.
Sekarang menuju liburan.
Dan lagi bingung mau ngisi liburan dengan kegiatan apaan.
Mulai kuliah lagi tanggal 23 Februari, berarti libur 3 minggu.
Tapi, denger-denger kabar, kelas kuliah bakal dirombak lagi.
Berarti, gak sama B26 lagi dong?
Heu...
Kalau dipikir-pikir, sudah cukup lama ya?
Sudah cukup lama gak ngisi blog, ya di isnanpunyablog, juga di isnanm.
Lha, blog kok dobel gini? Tanya kenapa? (lah, lah, lah...)
Yang pasti, hari ini UAS sudah selesai.
Sekarang menuju liburan.
Dan lagi bingung mau ngisi liburan dengan kegiatan apaan.
Mulai kuliah lagi tanggal 23 Februari, berarti libur 3 minggu.
Tapi, denger-denger kabar, kelas kuliah bakal dirombak lagi.
Berarti, gak sama B26 lagi dong?
Heu...
Minggu, Desember 07, 2008
Sosum, oh Sosum (lagi!)....
Subhanallah, setelah sekian lama ga nge-post, tepatnya seabad sebulan, akhirnya aku berkesempatan untuk nge-post lagi.
UTS, yang "dibumbui" dengan secarik kisah tentang Sosiologi Umum, memang sudah agak lama berlalu. Jelas, karena UTS berakhir pada tanggal 14 November silam. Tetapi, "gaung"-nya masih cukup terdengar, bahkan sampai sekarang.
Seperti yang (mungkin) terjadi di bangku SMA lalu, tepat beberapa hari setelah UTS, orang-orang langsung "berpatroli" mencari nilai-nilai Mata Kuliah tertentu yang mungkin sudah keluar. Mading depan lab Fisika dan di depan LSI merupakan beberapa tempat "nongkrong" nilai-nilai tersebut. Mata Kuliah, kenudian kusebut Matkul, yang diumumkan nilainya beragam, tergantung kelasnya. Nilainya? Yah, begitulah. Yang pinter dapat nilai A, yang "kurang" dapat nilai C atau D.
Bagiku, dan mungkin bagi anak-anak kelas B lainnya, gaung UTS belumlah berakhir. Betapa tidak, nilai untuk kelas B belum semuanya keluar. Masih tersisa satu Matkul lagi yang nilainya belum keluar, yaitu:
SOSIOLOGI UMUM, yang kemudian akan kusebut Sosum.
Ya, sampai tulisan ini ditulis olehku, aku belum tahu berapa nilai Sosumku. Padahal, sudah 2 minggu berlalu sejak ujian Sosum, setelah mengalami penundaan menjadi tanggal 14 November, hari terakhir UTS, tersebut. Nilai yang paling duluan keluar adalah Fisika, 15 November. Disusul PIP, PKn, dan terakhir Bahasa Inggris. Kalau Bahasa Inggris, khusus kelasku baru diumumkan di minggu terakhir November.
Nilaiku? Yah, Alhamdilillah, memuaskan. Tapi, ya itu, sampai sekarang nilai Sosum belum dikasihtahukan (bahasa apaan nih?) kepada segenap mahasiswa yang mengikuti Matkul tersebut. Apa lagi, Sang Dosen Sosum sempat mengultimatum kelasku sebelum UTS, yang seingatku berbunyi, "Jika nilai UTS Anda dibawah "garis kemiskinan" (ini sih bahasanya Dosen PKn, tapi Anda tahu kan maksudnya?), tidak usah repot-repot masuk kelas Saya lagi". Terang saja, kata-kata ini membuatku sediit paranoid.
Sempat kudengar kabar, penyebab tidak kunjung keluarnya nilai Sosum ini adalah karena Sang Dosen Koordinator Matkul ini sedang sakit. Lha, tapi kan kalau sakit, pengumuman nilainya bisa diwakilkan tho?
Kemarin, kudengar kabar terbaru mengenai nilai Matkul ini. Ternyata, nilai telah dibagikan, dan dibawa oleh Komti (semacam KM) kelas masing-masing. Yah, semoga kabar ini benar adanya, jadi tidak usah berlama-lama lagi untuk menunggu nilai Sosum...
UTS, yang "dibumbui" dengan secarik kisah tentang Sosiologi Umum, memang sudah agak lama berlalu. Jelas, karena UTS berakhir pada tanggal 14 November silam. Tetapi, "gaung"-nya masih cukup terdengar, bahkan sampai sekarang.
Seperti yang (mungkin) terjadi di bangku SMA lalu, tepat beberapa hari setelah UTS, orang-orang langsung "berpatroli" mencari nilai-nilai Mata Kuliah tertentu yang mungkin sudah keluar. Mading depan lab Fisika dan di depan LSI merupakan beberapa tempat "nongkrong" nilai-nilai tersebut. Mata Kuliah, kenudian kusebut Matkul, yang diumumkan nilainya beragam, tergantung kelasnya. Nilainya? Yah, begitulah. Yang pinter dapat nilai A, yang "kurang" dapat nilai C atau D.
Bagiku, dan mungkin bagi anak-anak kelas B lainnya, gaung UTS belumlah berakhir. Betapa tidak, nilai untuk kelas B belum semuanya keluar. Masih tersisa satu Matkul lagi yang nilainya belum keluar, yaitu:
SOSIOLOGI UMUM, yang kemudian akan kusebut Sosum.
Ya, sampai tulisan ini ditulis olehku, aku belum tahu berapa nilai Sosumku. Padahal, sudah 2 minggu berlalu sejak ujian Sosum, setelah mengalami penundaan menjadi tanggal 14 November, hari terakhir UTS, tersebut. Nilai yang paling duluan keluar adalah Fisika, 15 November. Disusul PIP, PKn, dan terakhir Bahasa Inggris. Kalau Bahasa Inggris, khusus kelasku baru diumumkan di minggu terakhir November.
Nilaiku? Yah, Alhamdilillah, memuaskan. Tapi, ya itu, sampai sekarang nilai Sosum belum dikasihtahukan (bahasa apaan nih?) kepada segenap mahasiswa yang mengikuti Matkul tersebut. Apa lagi, Sang Dosen Sosum sempat mengultimatum kelasku sebelum UTS, yang seingatku berbunyi, "Jika nilai UTS Anda dibawah "garis kemiskinan" (ini sih bahasanya Dosen PKn, tapi Anda tahu kan maksudnya?), tidak usah repot-repot masuk kelas Saya lagi". Terang saja, kata-kata ini membuatku sediit paranoid.
Sempat kudengar kabar, penyebab tidak kunjung keluarnya nilai Sosum ini adalah karena Sang Dosen Koordinator Matkul ini sedang sakit. Lha, tapi kan kalau sakit, pengumuman nilainya bisa diwakilkan tho?
Kemarin, kudengar kabar terbaru mengenai nilai Matkul ini. Ternyata, nilai telah dibagikan, dan dibawa oleh Komti (semacam KM) kelas masing-masing. Yah, semoga kabar ini benar adanya, jadi tidak usah berlama-lama lagi untuk menunggu nilai Sosum...
Senin, November 03, 2008
Sosum, oh Sosum....
Akhirnya, UTS yang ditunggu telah tiba. Ujian Tengah Semester Ganjil IPB kali ini berlangsung dari hari ini, 3 November 2008, sampai dengan tanggal 14 November 2008. Mata kuliah yang diujikan tentunya berbeda (jelas...), tergantung tingkat dan jurusan masing-masing mahasiswa.
Kami (aku dan teman-teman), yang masih "terjebak" dalam TPB (Tingkat Persiapan Bersama), pun ikut dalam "pesta rakyat" ini, tentunya dengan mata kuliah yang sedikit banyak masih ada sangkut pautnya dengan pelajaran SMA. Karena itu, bisa dimaklumi kalau tahun pertama IPB sering disebut "kelas 4 SMA".
Jauh hari menjelang UTS, jadwalpun ditempeldimana-mana di tempat-tempat tertentu. Untuk TPB, jadwal hanya disediakan di depan LSI. Seperti teman-teman yang lain, akupun ikut mencatat jadwal UTS untuk kelasku, yang kebetulan semester ini hanya "berisikan" 5 mata kuliah, yaitu PIP (Pengantar Ilmu Pertanian), Sosum (Sosiologi Umum), PKn, Bahasa Inggris, dan Fisika. Nah, dengan jadwal yang sedemikian rupa, beberapa temanku, yang berasal dari Jawa Barat dan sekitarnya, sudah merencanakan hari kepulangan mereka ketika libur pasca-UTS, karena jadwal untuk kelasku berakhir tanggal 11 November. Namun ternyata, impian teman-temanku itu harus mereka pendam lagi.
Jum'at kemarin, sebuah kabar datang menghampiri Asrama Putri, Rusunawa, dan Asrama Putra. Kabar itu kurang lebih berbunyi:
"Kenapa UTS Sosum dipindahin jadi hari Ju'mat minggu kedua sih? Gue ga jadi balik deh...", rutuk beberapa temanku. Sebenarnya aku juga agak merasa kecewa dengan keputusan ini. Kenapa tidak dipindah menjadi hari Jum'at minggu ini, 7 November, saja? Kalau tetap tanggal 14, jadinya kan masa liburku berkurang....
Kami (aku dan teman-teman), yang masih "terjebak" dalam TPB (Tingkat Persiapan Bersama), pun ikut dalam "pesta rakyat" ini, tentunya dengan mata kuliah yang sedikit banyak masih ada sangkut pautnya dengan pelajaran SMA. Karena itu, bisa dimaklumi kalau tahun pertama IPB sering disebut "kelas 4 SMA".
Jauh hari menjelang UTS, jadwalpun ditempel
Jum'at kemarin, sebuah kabar datang menghampiri Asrama Putri, Rusunawa, dan Asrama Putra. Kabar itu kurang lebih berbunyi:
"Berhubung rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan datang ke IPB dalam rangka acara Dies Natalis IPB ke-45 pada tanggal 4 November 2008, maka jadwal Ujian Tengah Semester Ganjil untuk mata kuliah Ekonomi Umum dan Sosiologi Umum bagi mahasiswa TPB diundur menjadi:Tak dapat dipungkiri lagi, kabar itu membuat beberapa temanku yang sudah berencana untuk pulang ke tempat asalnya selepas UTS menjadi terpukul, dan membatalkan rencana kepulangannya.
- Ekonomi Umum: Rabu, 12 November 2008
- Sosiologi Umum: Jum'at, 14 November 2008
Dan bagi mahasiswa TPB yang ingin mengikuti acara tersebut harap mendaftar ke SR (Senior Residence) masing-masing."
"Kenapa UTS Sosum dipindahin jadi hari Ju'mat minggu kedua sih? Gue ga jadi balik deh...", rutuk beberapa temanku. Sebenarnya aku juga agak merasa kecewa dengan keputusan ini. Kenapa tidak dipindah menjadi hari Jum'at minggu ini, 7 November, saja? Kalau tetap tanggal 14, jadinya kan masa liburku berkurang....
Selasa, September 16, 2008
Fenomena Aneh (?)
Ada fenomena aneh yang terjadi di lorongku di asrama beberapa hari belakangan, yang "memakan korban" teman-teman selorongku. Fenomena aneh ini ditandai dengan gejala-gejala: berteriak-teriak "ayo, berangkat, berangkat..." kayak kernet di terminal; tanya-tanya tentang tempat jualan oleh-oleh khas Bogor; melontarkan pertanyaan "berapa hari lagi?"; dan gejala-gejala lainnya yang tidak dapat (mau?) disebutkan.
Percaya atau tidak, ternyata hal ini disebabkan oleh...
"virus" liburan yang menjangkiti hampir (atau semua?) mahasiswa IPB, khususnya mahasiswa TPB.
Karena liburan dijadwalkan tiba sejak hari Senin depan (tidak percaya? lihat disini, dan percayailah...), teman-temanku dilanda euforia yang teramat sangat, karena hampir semua dari mereka akan kembali ke kampung halaman masing-masing (termasuk aku). Tentu saja, kepulangan mereka ini dilatarbelakangi oleh maksud dan tujuan untuk berlebaran di kampung halaman mereka masing-masing. Hampir semua? Ya, karena ada beberapa dari mereka yang tidak dapat merasakan indahnya hari raya Idul Fitri bersama keluarga tercinta, karena terbentur masalah ..., ..., ..., (maaf, tidak akan dirinci satu persatu...).
Sebagian dari mereka, yang pulang kampung, akan mudik bersama OMDA (Organisasi Mahasiswa Daerah) masing-masing, dan sebagian lagi akan mudik sendiri-sendiri. Kalau orang Bogor, yah, sepertinya mereka "pulang kampung"-nya bisa kapan saja (aku juga dong, hehehe...). Maklumlah, IPB kan adanya di Bogor...
Demikian laporan untuk hari ini. Mohon maaf apabila ada informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan, dan kata-kata yang kurang berkenan. Terima kasih.
Percaya atau tidak, ternyata hal ini disebabkan oleh...
"virus" liburan yang menjangkiti hampir (atau semua?) mahasiswa IPB, khususnya mahasiswa TPB.
Karena liburan dijadwalkan tiba sejak hari Senin depan (tidak percaya? lihat disini, dan percayailah...), teman-temanku dilanda euforia yang teramat sangat, karena hampir semua dari mereka akan kembali ke kampung halaman masing-masing (termasuk aku). Tentu saja, kepulangan mereka ini dilatarbelakangi oleh maksud dan tujuan untuk berlebaran di kampung halaman mereka masing-masing. Hampir semua? Ya, karena ada beberapa dari mereka yang tidak dapat merasakan indahnya hari raya Idul Fitri bersama keluarga tercinta, karena terbentur masalah ..., ..., ..., (maaf, tidak akan dirinci satu persatu...).
Sebagian dari mereka, yang pulang kampung, akan mudik bersama OMDA (Organisasi Mahasiswa Daerah) masing-masing, dan sebagian lagi akan mudik sendiri-sendiri. Kalau orang Bogor, yah, sepertinya mereka "pulang kampung"-nya bisa kapan saja (aku juga dong, hehehe...). Maklumlah, IPB kan adanya di Bogor...
Demikian laporan untuk hari ini. Mohon maaf apabila ada informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan, dan kata-kata yang kurang berkenan. Terima kasih.
Sabtu, Agustus 23, 2008
Selamaaatt...
Walaupun mungkin agak telat, tapi aku ingin mengucapkan...
Atas terpecahkannya rekor MURI untuk
Atas nama mahasiswa IPB (?)
Ingin lihat beritanya? Klik disini.
SELAMAT
Atas terpecahkannya rekor MURI untuk
Pengumpulan Kertas Bekas Terbanyak
dan
Makan Ubi Kukus dengan Peserta Terbanyak
Atas nama mahasiswa IPB (?)
Ingin lihat beritanya? Klik disini.
Kamis, Agustus 21, 2008
MPKMB PATRIOT 45
17, 18, dan 19 Agustus 1945. Tiga hari yang cukup penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Hari-hari itu merupakan hari-hari awal kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini. Hari-hari dimana media massa sibuk menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia kepada seluruh rakyat Indonesia dan rakyat dunia.
Tak jauh berbeda dengan tahun 1945, tanggal 17, 18, dan 19 Agustus, juga memiliki kenangan tersendiri bagi mahasiswa baru IPB yang baru masuk tahun 2008 ini. Mau tahu kenapa? Baca terus post ini.
Tanggal 17, 18, dan 19 Agustus kemarin merupakan langkah awal kami - aku dan teman-teman angkatan 45 IPB - memulai kehidupan di dunia kampus, lewat acara MPKMB. MPKMB merupakan kependekan dari Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru, ya bisa dibilang ospeknya IPB lah. MPKMB kali mengambil tema "Perkenalan Cinta Pertanian dan Orientasi Angkatan 45", disingkat PATRIOT 45. Hal ini berkenaan karena kami adalah angkatan ke-45 di IPB. Keren yah, bisa pas gitu?
Acara ini berlangsung selama 3 hari, yaitu tanggal 17 (Pra MPKMB), 18 (Hari ke-1), dan 19 (Hari ke-2) Agustus 2008. Seperti layaknya ospek dan MOS, dalam MPKMB kami "dibebankan" berbagai macam SOP (Standar Operasional Prosedur?) dan tugas, seperti potongan rambut 2-3-2 bagi putra (cepak?), pengganti tabir surya berbentuk persamaan kuadrat y=x2 ber-determinan (diskriminan?) positif (maksudnya payung), ikat pinggang berwarna emisivitas 1 (warna hitam), dan lain-lain. Oiya, kalau mau lihat name tag-nya, disebelah kiri ada contohnya. Berbentuk segilima dengan ornamen-ornamen sedemikian rupa. Mau tahu ukurannya? Cukup besar untuk nutup dada, seperti ID BDM-nya MPK Smansa. Oh iya, satu perlengkapan yang haram untuk ditinggalkan adalah... anyaman bambu sebagai mahkota petani Indonesia, yaitu TOPI CAPING. Ternyata, memakai caping enak juga lho.
Dalam mengikuti MPKMB ini, kami dibagi menjadi 25 kelompok, yang disebut Kompi, dimana setiap Kompi mempunyai 5 orang PJK (Penangung Jawab Kompi) dan 3 orang Komdis (Komisi Disiplin, kalau di Smansa Bogor kayak POSKO gitu). Bedanya, kalau di Smansa PJ dan POSKO sama galaknya (tapi lebih galak POSKO sih), kalau di IPB yang galak cuma Komdis. Juga, tiap 5 Kompi tergabung dalam satu Batalyon (Balon). Karena aku ada di Kompi 8, maka aku tergabung dalam Balon 2.
Kesan pertamaku mengenai acara ini? Hmmm, ospek yah, sepertinya bakal "menyenangkan", bahkan mungkin lebih "senang" dibandingkan dengan MOS SMA. Oke, untuk membuktikan anggapanku, mari ikuti ceritanya.
17 Agustus 2008 (Pra MPKMB)
Tepat pada hari kemerdekaan Indonesia, rangkaian acara MPKMB dimulai. Karena kami, yang putra, diwajibkan untuk berkumpul di lapangan asrama pada pukul 05.30, maka seluruh penghuni astra (asrama putra) bangun sepagi-paginya untuk menyelesaikan tugas dan mandi, agar bisa menghindari antrian di kamar mandi. Setelah berkumpul semua, kami digiring (?) ke Lapangan Rektorat untuk mengikuti upacara 17 Agustus. Sayangnya, kami yang putra kurang beruntung, karena berbaris di tempat yang tidak ada naungannya dan menghadap sang Surya langsung. Yah, bisa dibayangkan sendiri lah keadaan kami yang putra pada saat itu.
Sekitar pukul 07.50, upacara dimulai, dengan pembina upacara Rektor IPB, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc. Di pengujung acara, dibacakan Keputusan Presiden tentang pegawai IPB yang mendapat penghargaan Satyalancana Karya Satya atas pengabdian 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun. Dilanjutkan dengan Keputusan Rektor tentang ... (lupa), Pengumuman Mahasiswa Berprestasi, dan juga pemberian selamat kepada pemenang penghargaan. Upacara berakhir sekitar pukul 09.30.
Kemudian acara dilanjutkan dengan sosialisasi makan mi jagung baso. Mi yang ini berbahan baku jagung, bukan gandum seperti yang ada di pasaran. Katanya sih rasanya beda dengan mi gandum, tetapi kalau kataku rasanya seperti mi gandum, hanya agak keras. Oiya, katanya juga acara ini diliput oleh stasiun TV Trans7, tetapi aku juga tidak tahu sih. Acara ini berakhir sekitar pukul 10.45. Setelah itu, kami semua digiring ke Masjid Al Hurriyyah untuk ishoma (istirahat, sholat, makan).
Setelah ishoma, kami digiring ke lapangan Gymnasium untuk mencoba memecahkan rekor MURI, yaitu makan ubi bersama-sama dengan peserta terbanyak. Pada paginya, kami juga mencoba memecahkan rekor sebagai pengumpul kertas bekas terbanyak. Untuk makan ubi, rekor telah dipecahkan, tetapi untuk kertas bekas, katanya dihitung dulu. Ketika makan ubi, beberapa wartawan ikut meliput acara tersebut, tetapi sepertinya hanya media massa saja, tidak ada yang dari stasiun TV. Setelah acara tersebut, rangkaian acara pada hari itupun selesai.
18 Agustus 2008 (Hari ke-1 MPKMB)
Sama seperti hari sebelumnya, sebelum memulai kegiatan, kami, yang putra, dikumpulkan di lapangan asrama, untuk kemudian dimobilisasi (beuh, bahasanya) ke Graha Widya Wisuda (GWW). Pada hari itu, acara terpusat di GWW. Acara di GWW dimulai dengan acara pembukaan acara MPKMB secara resmi oleh Pak Rektor, sekitar pukul 08.00. Kemudian acara dilanjutkan oleh Seminar dengan narasumber Menteri Pertanian Indonesia, Dr. Ir. Anton Apriyantono, MS. Sekitar 90 menit beliau berbicara tentang pentingnya mengembangkan pertanian Indonesia, yang terdiri dari pertanian darat dan laut, karena hal ini menyangkut hidup matinya bangsa Indonesia.
Setelah seminar dari Pak Menteri selasai, acara dilanjutkan dengan Seminar kedua, kali ini narasumbernya adalah Pak Rektor. Kali ini, Pak Rektor mengenalkan kami dengan serba-serbi dunia kampus IPB. Setelah sekitar 90 menit memberikan penjelasan, Seminarpun selesai, dan kami dimobilisasi ke Al Hurriyyah untuk ishoma.
Setelah ishoma, kami digiring ke GWW (lagi?). Disana telah menunggu acara selanjutnya, yaitu Seminar ketiga, yang kali ini menghadirkan mahasiswa berprestasi IPB dan mahasiswa IPB yang telah sukses berwirausaha. Setelah sekitar 1 jam 15 menit berlalu, selesailah Seminar ketiga. Dan rangkaian acara tanggal 18 ini diakhiri dengan acara perang yel-yel antar Balon.
19 Agustus 2008 (Hari ke-2 MPKMB) Hari kedua ini tak jauh berbeda dengan dua hari sebelumnya, hanya di hari kedua ini kami disuruh memakai setelan olahraga. Perjalanan kami hari ini dimulai dari asrama masing-masing (ya iyalah, masa' dari kosan?) menuju ke pelataran Gymnasium. Disana kami disuruh mengumpulkan tugas yang telah ditugaskan sebelumnya, yaitu buku tugas dengan berbagai tugasnya, artikel berita, dan opini tentang Tujuh Gugatan Rakyat (TUGU Rakyat) poin ketahanan pangan (4 dan 5). Setelah beberapa saat, kami digiring menuju lapangan Gymnasium untuk melakukan olahraga, yaitu senam. Setelah sejam bersenang-senang dengan senam, selanjutnya kami digiring menuju GWW.
Rangkaian acara di GWW diawali dengan Demonstrasi dari berbagai UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa, kayak Ekskul lah) yang ada di IPB. Kemudian, sekitar pukul 10.30, ada Seminar dari Ketua DPM-TPB (Dewan Perwakilan Mahasiswa-Tingkat Persiapan Bersama) dan Presma (Presiden Mahasiswa), yang menyita waktu kami (?) sekitar satu jam.
Setelah itu, tibalah saatnya sang Guest Star (?) memberikan wejangannya, yaitu Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Adyaksa Dault. Dalam wejangannya, Pak Menteri berpesan agar angkatan 45 dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat, setidaknya bagi IPB. Pak Menteri juga berpesan agar kami menjadi negarawan, bukan politikus, karena negarawan adalah seseorang yang menjadikan dirinya sebagai pelayan bagi bangsa dan negaranya, sedangkan politikus adalah seseorang yang menjadikan bangsa dan negaranya sebagai pelayannya. Acara yang sangat meriah ini berlangsung sekitar 75 menit. Setelah itu, kami dimobilisasi ke Al Hurriyyah untuk ishoma.
Setelah ishoma, akhirnya kami tiba pada sajian terakhir dari rangkaian acara MPKMB, yaitu simulasi aksi (demo). Dimulai dari pelataran GOR lama, acara yang berlangsung sejak pukul 14.30 ini berujung (?) di lapangan Gymnasium, yang diasumsikan gedung DPR-RI. Acara in bertujuan untuk mengenalkan para mahasiswa baru kepada aksi demonstrasi, yang biasanya dilakukan oleh para mahasiswa (kayaknya sih...). Dalam acara ini, para partisipan terbagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya orator, bunker (tameng depan), dan border (pagar pembatas). Setelah melalui beberapa kejadian yang seru, menyebalkan, dll, akhirnya kami berhasil menerobos barikade "polisi" dan masuk ke area "gedung DPR-RI". Dan, sudah bisa ditebak, semuanya bahagia.
Oke, mungkin simulasi aksi bukan sajian terakhir MPKMB, karena masih ada sesi renungan yang, ya biasalah, membuat orang-orang menitikkan air mata. Acara renungan ini berlangsung sekitar 30 menit. Setelah acara renungan, dilanjutkan dengan Award buku tugas terbaik, yel-yel terbaik, dan Kompi terbaik. Setelah itu, rangkaian acara MPKMB ditutup oleh Wakil Rektor. Dan semua peserta dimobilisasi kembali ke asrama masing-masing.
Secara keseluruhan, aku berpendapat bahwa acara MPKMB ini memang acara bersenang-senang, bukan "bersenang-senang", walaupun ketika mobilisasi kami disuruh lari-berhenti-lari-berhenti, yang membuat capek. Yah, mungkin sekian ulasan rangkaian acara MPKMB dariku. Kalau ada yang kurang, terlewat, atau mungkin salah mengenai post ini, beritahu lewat komentar ya.
Oh iya, ternyata MPKMB PATRIOT 45 ini punya theme song lho. Mau tahu? Klik aja disini.
Terakhir, ketika aku buka website IPB, ternyata rekor MURI tentang pengumpulan kertas bekas terbanyak juga telah terpecahkan. Ingin tahu beritanya? Lewat sini.
Tak jauh berbeda dengan tahun 1945, tanggal 17, 18, dan 19 Agustus, juga memiliki kenangan tersendiri bagi mahasiswa baru IPB yang baru masuk tahun 2008 ini. Mau tahu kenapa? Baca terus post ini.
Tanggal 17, 18, dan 19 Agustus kemarin merupakan langkah awal kami - aku dan teman-teman angkatan 45 IPB - memulai kehidupan di dunia kampus, lewat acara MPKMB. MPKMB merupakan kependekan dari Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru, ya bisa dibilang ospeknya IPB lah. MPKMB kali mengambil tema "Perkenalan Cinta Pertanian dan Orientasi Angkatan 45", disingkat PATRIOT 45. Hal ini berkenaan karena kami adalah angkatan ke-45 di IPB. Keren yah, bisa pas gitu?
Dalam mengikuti MPKMB ini, kami dibagi menjadi 25 kelompok, yang disebut Kompi, dimana setiap Kompi mempunyai 5 orang PJK (Penangung Jawab Kompi) dan 3 orang Komdis (Komisi Disiplin, kalau di Smansa Bogor kayak POSKO gitu). Bedanya, kalau di Smansa PJ dan POSKO sama galaknya (tapi lebih galak POSKO sih), kalau di IPB yang galak cuma Komdis. Juga, tiap 5 Kompi tergabung dalam satu Batalyon (Balon). Karena aku ada di Kompi 8, maka aku tergabung dalam Balon 2.
Kesan pertamaku mengenai acara ini? Hmmm, ospek yah, sepertinya bakal "menyenangkan", bahkan mungkin lebih "senang" dibandingkan dengan MOS SMA. Oke, untuk membuktikan anggapanku, mari ikuti ceritanya.
17 Agustus 2008 (Pra MPKMB)
Tepat pada hari kemerdekaan Indonesia, rangkaian acara MPKMB dimulai. Karena kami, yang putra, diwajibkan untuk berkumpul di lapangan asrama pada pukul 05.30, maka seluruh penghuni astra (asrama putra) bangun sepagi-paginya untuk menyelesaikan tugas dan mandi, agar bisa menghindari antrian di kamar mandi. Setelah berkumpul semua, kami digiring (?) ke Lapangan Rektorat untuk mengikuti upacara 17 Agustus. Sayangnya, kami yang putra kurang beruntung, karena berbaris di tempat yang tidak ada naungannya dan menghadap sang Surya langsung. Yah, bisa dibayangkan sendiri lah keadaan kami yang putra pada saat itu.
Sekitar pukul 07.50, upacara dimulai, dengan pembina upacara Rektor IPB, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc. Di pengujung acara, dibacakan Keputusan Presiden tentang pegawai IPB yang mendapat penghargaan Satyalancana Karya Satya atas pengabdian 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun. Dilanjutkan dengan Keputusan Rektor tentang ... (lupa), Pengumuman Mahasiswa Berprestasi, dan juga pemberian selamat kepada pemenang penghargaan. Upacara berakhir sekitar pukul 09.30.
Kemudian acara dilanjutkan dengan sosialisasi makan mi jagung baso. Mi yang ini berbahan baku jagung, bukan gandum seperti yang ada di pasaran. Katanya sih rasanya beda dengan mi gandum, tetapi kalau kataku rasanya seperti mi gandum, hanya agak keras. Oiya, katanya juga acara ini diliput oleh stasiun TV Trans7, tetapi aku juga tidak tahu sih. Acara ini berakhir sekitar pukul 10.45. Setelah itu, kami semua digiring ke Masjid Al Hurriyyah untuk ishoma (istirahat, sholat, makan).
Setelah ishoma, kami digiring ke lapangan Gymnasium untuk mencoba memecahkan rekor MURI, yaitu makan ubi bersama-sama dengan peserta terbanyak. Pada paginya, kami juga mencoba memecahkan rekor sebagai pengumpul kertas bekas terbanyak. Untuk makan ubi, rekor telah dipecahkan, tetapi untuk kertas bekas, katanya dihitung dulu. Ketika makan ubi, beberapa wartawan ikut meliput acara tersebut, tetapi sepertinya hanya media massa saja, tidak ada yang dari stasiun TV. Setelah acara tersebut, rangkaian acara pada hari itupun selesai.
18 Agustus 2008 (Hari ke-1 MPKMB)
Sama seperti hari sebelumnya, sebelum memulai kegiatan, kami, yang putra, dikumpulkan di lapangan asrama, untuk kemudian dimobilisasi (beuh, bahasanya) ke Graha Widya Wisuda (GWW). Pada hari itu, acara terpusat di GWW. Acara di GWW dimulai dengan acara pembukaan acara MPKMB secara resmi oleh Pak Rektor, sekitar pukul 08.00. Kemudian acara dilanjutkan oleh Seminar dengan narasumber Menteri Pertanian Indonesia, Dr. Ir. Anton Apriyantono, MS. Sekitar 90 menit beliau berbicara tentang pentingnya mengembangkan pertanian Indonesia, yang terdiri dari pertanian darat dan laut, karena hal ini menyangkut hidup matinya bangsa Indonesia.
Setelah seminar dari Pak Menteri selasai, acara dilanjutkan dengan Seminar kedua, kali ini narasumbernya adalah Pak Rektor. Kali ini, Pak Rektor mengenalkan kami dengan serba-serbi dunia kampus IPB. Setelah sekitar 90 menit memberikan penjelasan, Seminarpun selesai, dan kami dimobilisasi ke Al Hurriyyah untuk ishoma.
Setelah ishoma, kami digiring ke GWW (lagi?). Disana telah menunggu acara selanjutnya, yaitu Seminar ketiga, yang kali ini menghadirkan mahasiswa berprestasi IPB dan mahasiswa IPB yang telah sukses berwirausaha. Setelah sekitar 1 jam 15 menit berlalu, selesailah Seminar ketiga. Dan rangkaian acara tanggal 18 ini diakhiri dengan acara perang yel-yel antar Balon.
19 Agustus 2008 (Hari ke-2 MPKMB) Hari kedua ini tak jauh berbeda dengan dua hari sebelumnya, hanya di hari kedua ini kami disuruh memakai setelan olahraga. Perjalanan kami hari ini dimulai dari asrama masing-masing (ya iyalah, masa' dari kosan?) menuju ke pelataran Gymnasium. Disana kami disuruh mengumpulkan tugas yang telah ditugaskan sebelumnya, yaitu buku tugas dengan berbagai tugasnya, artikel berita, dan opini tentang Tujuh Gugatan Rakyat (TUGU Rakyat) poin ketahanan pangan (4 dan 5). Setelah beberapa saat, kami digiring menuju lapangan Gymnasium untuk melakukan olahraga, yaitu senam. Setelah sejam bersenang-senang dengan senam, selanjutnya kami digiring menuju GWW.
Rangkaian acara di GWW diawali dengan Demonstrasi dari berbagai UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa, kayak Ekskul lah) yang ada di IPB. Kemudian, sekitar pukul 10.30, ada Seminar dari Ketua DPM-TPB (Dewan Perwakilan Mahasiswa-Tingkat Persiapan Bersama) dan Presma (Presiden Mahasiswa), yang menyita waktu kami (?) sekitar satu jam.
Setelah itu, tibalah saatnya sang Guest Star (?) memberikan wejangannya, yaitu Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Adyaksa Dault. Dalam wejangannya, Pak Menteri berpesan agar angkatan 45 dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat, setidaknya bagi IPB. Pak Menteri juga berpesan agar kami menjadi negarawan, bukan politikus, karena negarawan adalah seseorang yang menjadikan dirinya sebagai pelayan bagi bangsa dan negaranya, sedangkan politikus adalah seseorang yang menjadikan bangsa dan negaranya sebagai pelayannya. Acara yang sangat meriah ini berlangsung sekitar 75 menit. Setelah itu, kami dimobilisasi ke Al Hurriyyah untuk ishoma.
Setelah ishoma, akhirnya kami tiba pada sajian terakhir dari rangkaian acara MPKMB, yaitu simulasi aksi (demo). Dimulai dari pelataran GOR lama, acara yang berlangsung sejak pukul 14.30 ini berujung (?) di lapangan Gymnasium, yang diasumsikan gedung DPR-RI. Acara in bertujuan untuk mengenalkan para mahasiswa baru kepada aksi demonstrasi, yang biasanya dilakukan oleh para mahasiswa (kayaknya sih...). Dalam acara ini, para partisipan terbagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya orator, bunker (tameng depan), dan border (pagar pembatas). Setelah melalui beberapa kejadian yang seru, menyebalkan, dll, akhirnya kami berhasil menerobos barikade "polisi" dan masuk ke area "gedung DPR-RI". Dan, sudah bisa ditebak, semuanya bahagia.
Oke, mungkin simulasi aksi bukan sajian terakhir MPKMB, karena masih ada sesi renungan yang, ya biasalah, membuat orang-orang menitikkan air mata. Acara renungan ini berlangsung sekitar 30 menit. Setelah acara renungan, dilanjutkan dengan Award buku tugas terbaik, yel-yel terbaik, dan Kompi terbaik. Setelah itu, rangkaian acara MPKMB ditutup oleh Wakil Rektor. Dan semua peserta dimobilisasi kembali ke asrama masing-masing.
Secara keseluruhan, aku berpendapat bahwa acara MPKMB ini memang acara bersenang-senang, bukan "bersenang-senang", walaupun ketika mobilisasi kami disuruh lari-berhenti-lari-berhenti, yang membuat capek. Yah, mungkin sekian ulasan rangkaian acara MPKMB dariku. Kalau ada yang kurang, terlewat, atau mungkin salah mengenai post ini, beritahu lewat komentar ya.
Oh iya, ternyata MPKMB PATRIOT 45 ini punya theme song lho. Mau tahu? Klik aja disini.
Terakhir, ketika aku buka website IPB, ternyata rekor MURI tentang pengumpulan kertas bekas terbanyak juga telah terpecahkan. Ingin tahu beritanya? Lewat sini.
Langganan:
Postingan (Atom)