Senin, Januari 30, 2012

Trip 280112

Untuk yang ke sekian kalinya, Ilkomerz 45 mengadakan perjalanan dengan jumlah massa yang besar. Tercatat lebih dari 40 orang terdaftar dalam perjalanan kali ini, tiga diantaranya adalah non Ilkomerz 45. Dan tujuan kami adalah sebuah daerah di Cianjur Selatan. Bukan, perjalanan kali ini bukan dengan tujuan wisata biasa. Perjalanan kali ini diadakan untuk menghadiri pernikahan salah seorang Ilkomerz 45. Berhubung ini pernikahan pertamax di kalangan Ilkomerz 45, maka sayang rasanya untuk tidak menghadiri acara ini.

Kisah mengenai perjalanan di tanggal 28 Januari 2012 ini dimulai sekitar dua pekan yang lalu, selepas UAS semester 7, ketika dilayangkan sebuah undangan event pernikahan teman tersebut via sebuah jejaring sosial. Berbagai tanggapan muncul sebagai respon dari undangan tersebut. Ada yang kaget, ada yang senang, ada yang merencanakan untuk menghadiri acara, bahkan sampai ada yang menjadi galau dan berkata, "kapan yah gw nyusul?"... :P

Adapun lokasi pernikahan adalah di kampung Puncakwangi (Ciasmay), desa Mekarsari, kecamatan Pagelaran, Cianjur Selatan. Jika dicari menggunakan peta digital, kira-kira lokasinya adalah di sini. Menurut tuan rumah dan seorang teman yang kampung halamannya juga di daerah sana, jalan di sana tidak terlalu lebar. Jenis kendaraan penumpang terbesar yang dapat melewati jalan di daerah sana hanyalah bus 3/4, dan dapat ditempuh dalam sekitar 5 jam perjalanan dari Bogor, jika kondisi jalan lancar.

Selasa, Januari 24, 2012

Kolokium

Sebelum melakukan penelitian, seluruh mahasiswa Ilmu Komputer tingkat akhir harus menjalani sebuah proses yang diberi nama kolokium. Kolokium merupakan seminar usulan penelitian. Dalam kolokium, akan disampaikan judul, latar belakang, tujuan, dan manfaat dari penelitian yang akan dilakukan. Selain itu, akan disampaikan pula metode yang akan digunakan dalam penelitian. Kegiatan ini dilakukan sejak tanggal 16 hingga 26 Januari 2012.

Alhamdulillah, saya sudah mempresentasikan usulan penelitian saya. Penelitian saya bertemakan pengenalan pola (pattern recognition), dan mengambil judul:
"Aplikasi Mobile Penerjemah Aksara Sunda Berbasis Augmented Reality Menggunakan Klasifikasi Support Vector Machine"

Dalam penelitian ini, akan dikembangkan sebuah aplikasi mobile yang dapat digunakan untuk "membaca" tulisan aksara Sunda tercetak, yang terdapat pada buku atau papan nama jalan, dan kemudian menerjemahkannya menjadi tulisan Latin.

Setelah membaca judul penelitian saya, mungkin pertanyaan-pertanyaan ini muncul di benak Anda:

1. Mengapa harus aplikasi mobile?
Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan sebuah ponsel tidak hanya berfungsi sebagai ponsel biasa, tetapi juga sebagai sebuah web browser, GPS, PDF reader, dan komputer mini. Teknologi ini biasa disebut dengan smart phone, dan sekarang perkembangannya sudah cukup pesat. Karenanya, proses komputasi dapat dilakukan hanya dengan sebuah ponsel.

2. Mengapa harus aksara Sunda?
Aksara Sunda merupakan salah satu peninggalan budaya Sunda. Aksara Sunda sudah dibakukan melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 434/Sk.614-Dis.Pk/99, dan dalam beberapa tahun ini sudah digunakan dalam kehidupan masyarakat Sunda, khususnya di Jawa Barat. Selain itu, aksara Sunda telah masuk ke dalam Unicode, dan masuk ke dalam daftar karakter Unicode versi 5.1 (sumber). Aksara Sunda digunakan dalam buku teks pelajaran, dan beberapa kota di Jawa Barat menggunakan aksara Sunda pada papan nama jalan, mendampingi tulisan Latinnya. Akan tetapi, tidak banyak orang yang mengerti dan memahami tulisan aksara Sunda, bahkan masyarakat Sunda sekalipun. Dengan dikembangkannya aplikasi ini, diharapkan dapat membantu menerjemahkan tulisan aksara Sunda.

3. Mengapa harus augmented reality?
Salah satu perkembangan teknologi pada aplikasi mobile adalah munculnya modul augmented reality. Dengan modul ini, suatu device dapat menampilkan tampilan realita dunia nyata untuk pengguna yang tertambahkan oleh computer-generated sensory input, seperti data suara, video, grafis, atau GPS (mashable.com). Dengan diterapkannya modul ini, diharapkan tulisan Latin yang terbaca dapat "digandengkan" dengan citra tulisan aksara Sundanya.

4. Mengapa harus Support Vector Machine?
Support Vector Machine (SVM) merupakan salah satu teknik yang biasa digunakan untuk klasifikasi. Teknik ini mencari sebuah bidang batas (hyperplane) yang dapat memisahkan data menjadi kelas tertentu yang dapat memaksimumkan margin, yaitu jarak antara data "terluar" dari masing-masing kelas dengan hyperplane. SVM dapat menangani baik masalah yang linear maupun yang nonlinear. Untuk menangani masalah nonlinear, digunakan fungsi kernel untuk memetakan data ke ruang ciri yang berdimensi lebih tinggi. Juga, dalam beberapa keterangan, disebutkan bahwa SVM digunakan dalam proses pengenalan karakter tulisan tangan (handwritten character recognition, HCR).
Keterangan lebih lanjut mengenai SVM salah satunya dapat dibaca di sini.

Demikian judul penelitian saya. Dari alokasi jadwal yang saya susun, rencananya penelitian ini akan selesai pada bulan April 2012. Do'akan saja, semoga bisa selesai tepat pada waktunya.. :)

Selasa, Desember 06, 2011

Kegalauan Mahasiswa Ilkom

Setelah lama tidak diurus ditinggalkan, akhirnya blog ini diisi lagi. Mengapa blog ini lama ditinggalkan oleh si empunya? Ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini. Biasa lah, galau mahasiswa... *halah

Berbicara mengenai kegalauan, dalam tulisan ini saya mencoba untuk menguraikan beberapa kegalauan mahasiswa Ilkom angkatan saya dari tahun ke tahun. Sebenarnya, hal ini terinspirasi dari komentar seorang adik kelas di status adik kelasnya... :)
Secara garis besar, kegalauan kami dibagi menjadi beberapa level:
- Semester 1 & 2
- Semester 3
- Semester 4
- Semester 5
- Semester 6
- Liburan Semester 6
- Semester 7
- (prediksi) Semester 8 ke atas

Semester 1 & 2: Galau TPB
Bagi mahasiswa IPB, semester 1 & 2 merupakan masa Tingkat Persiapan Bersama (TPB). Dengan kata lain, masa "SMA kelas 4", karena beberapa mata kuliah yang diajarkan oleh dosen merupakan "review" dari materi semasa SMA.
Masih dalam masa TPB, dalam tahun pertamanya seuruh mahasiswa IPB diharapkan (kalau tidak mau dibilang "diwajibkan") untuk tinggal di asrama TPB. Sebagai konsekuensi dari tinggal di asrama, kami diwajibkan untuk mematuhi semua tata tertib asrama dan mengikuti semua acara asrama. Hal ini menimbulkan kegalauan tersendiri bagi sebagian dan/atau seluruh penghuni asrama. Dan hari-hari paling riweuh di asrama terjadi setidaknya tiga kali, yaitu ketika check in ke asrama, ketika menjelang libur Idul Fitri, dan ketika check out dari asrama.

Semester 3: Galau Minor
Saat-saat paling bersejarah, karena untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di departemen tercinta. *halah*
Sebagai mahasiswa IPB semester 3 dengan kurikulum mayor-minor, kami diharuskan untuk memilih minor, yaitu paket mata kuliah dari departemen lain. Ketika kuliah minor dilakukan, kita akan bergabung dengan mahasiswa dari departemen lain. Minor dianggap juga sebagai "keahlian tambahan", yang nantinya akan dipajang dituliskan pada ijazah.
Lalu, di mana galaunya? Pastinya galau terjadi ketika kami memilih minor. Ada beberapa kondisi yang mungkin terjadi, yaitu minor pilihan ternyata kurang diminati oleh teman sedepartemen, atau ada yang ikut-ikutan mengambil minor tertentu padahal minor tersebut tidak sesuai dengan pilihan hatinya. *eaaaa*

Semester 4: Galau Projek Kuliah
Semester 4 merupakan kali pertama diperkenalkan istilah "projek kuliah". Mata kuliah pertama yang mengenal istilah ini adalah matkul Basis Data. Dalam projek ini, mahasiswa diminta untuk membuat sebuah sistem basis data yang minimal dapat melakukan CRUD (Create, Read, Update, Delete). Mulai dari semester ini dan seterusnya, akan ada projek untuk mata kuliah tertentu.

Semester 5: Galau Projek Kuliah (Lanjutan) & Kepanitiaan
Di semester 5, jumlah mata kuliah yang mengadakan projek semakin banyak. Paling tidak ada 2 mata kuliah yang ada projeknya. Sebenarnya sih tidak terlalu menyulitkan. Akan tetapi, pada semester ini pekerjaan yang harus diselesaikan ditambahkan dengan kepanitiaan pada satu acara besar milik himpunan profesi kami, pun satu sub-acara dari acara besar milik BEM FMIPA.

Semester 6: Galau Projek Kuliah (Lanjutan) & Tempat PKL
Di semester 6, setidaknya ada 5 mata kuliah mayor yang harus diambil, dan 4 diantaranya mengadakan projek akhir. Yang lebih membuat "eneg", kelompok projek dari masing-masing matkul kadang berbeda. Tentunya masalah koordinasi dengan masing-masing anggota kelompok menjadi perhatian penting, selain masalah kemajuan projek.
Selain masalah projek, kami juga disibukkan dengan masalah pencarian tempat PKL "wannabe". Ya, selama jeda libur semester 6, kami yang telah memenuhi persyaratan melaksanakan PKL (Praktik Kerja Lapang) di instansi tertentu. Tempat yang menjadi tujuan PKL sebaiknya dicari sendiri oleh kami, otherwise kami akan ditempatkan secara semena-mena oleh Departemen.

Liburan Semester 6: Galau PKL
Akhirnya tiba masa-masa PKL. Hampir seluruh mahasiswa Ilkom 45 melaksanakan PKL di berbagai instansi yang tersebar di seantero Jabodetabek. Dalam PKL ini, ada beberapa topik permasalahan yang dihadapi oleh kami. Ada yang membangun sistem informasi kepegawaian, membuat program untuk dapat "berinteraksi" dengan mesin CNC, dan membangun program sesuai pesanan customer (bagi yang PKL-nya di instansi penyedia jasa pembuatan program).

Semester 7: Galau Laporan PKL, Projek Kuliah, & Topik Skripsi
Setelah melaksanakan PKL, tugas berikutnya adalah seminar PKL. Kegiatan ini menjadi sumber kegalauan tersendiri, karena ini merupakan seminar pertama kami, dan kami agak kerepotan dalam menghadapinya. Alhamdulillah, semua dapat melaksanakan seminrar pertamanya dengan baik.
Setelah seminar, kemudian pengumpulan laporan PKL. Sama seperti seminar, laporan menjadi sumber kegalauan. Hal ini lebih disebabkan karena teknis penulisan dan pengumpulannya yang agak "ribet".
Berikutnya, topik skripsi. Berhubung kami sudah semester 7, yang sebentar lagi harus hengkang dari kampus akan lulus *Aamiin*, maka kami perlu mengajukan topik untuk skripsi, plus dosen pembimbingnya. Setelah pengajuan topik & penentuan dosen pembimbing, dilanjutkan dengan kolokium a.k.a. presentasi awal. Yang terakhir ini adalah yang sedang "anget-anget"-nya. Malah, isu ini semakin "anget" dengan adanya projek kuliah, yang mau tak mau harus dikerjakan juga, dan UAS, yang akan dilaksanakan pada H+1 tahun baru..... :v :v

(prediksi) Semester 8 ke atas: Galau Skripsi
Untuk semester-semester berikutnya, mungkin akan lebih ke arah galau pengerjaan skripsi, seminar skripsi, sidang skripsi, dan wisuda. Kalau yang masih ada hutang kuliah, berarti ditambah juga dengan galau kuliah.

Yah, begitulah galau dari sebagian kami. Semoga dapat menginspirasi *?!*. Do'akan saja semoga kami cepat lulus, dan lulus di saat yang tepat... :D
Bagaimana dengan kisah Anda? :)

Jumat, Januari 28, 2011

Fieldtrip Ilkomerz 45



Yeah, akhirnya Ilkomerz 45 mengadakan fieldtrip juga!

Awalnya, kami berencana untuk mengadakan fieldtrip pada hari Selasa tanggal 25 januari 2011, dengan tujuan ke Depkominfo RI dan ID-SIRTII. Akan tetapi, karena satu dan banyak hal, akhirnya kami berangkat fieldtrip pada hari Senin tanggal 24 Januari 2011 dengan tujuan ke ICT Watch dan Kebun Binatang Ragunan.

Menurut jarkom yang saya dapat terakhir, kami akan berkumpul terlebih dahulu di ATM Center (komplek ATM di belakang GWW) jam 6 pagi. Akan tetapi, dengan alasan efisiensi, saya memutuskan untuk menunggu rombongan di halte UIKA. Toh, rombongan bakal lewat sana, karena bakal masuk tol lewat Bogor Outer Ring Road, pikir saya.

Singkat cerita, sudah tanggal 24 Januari, dan saya sampai di halte UIKA sekitar jam 6.15 untuk kemudian menunggu rombongan. Bukan hanya saya yang menunggu rombongan di halte UIKA. Ada juga teman saya yang ikut-ikutan menunggu di halte. Walhasil, jadilah kami berdua menunggu rombongan di halte UIKA.

Rombongan kami menggunakan dua buah bus, dengan jam berangkat antara kedua bus berselisih sekitar 30 menit. Ternyata rombongan bus 1 baru berangkat sekitar jam 6.45, dan baru sampai di halte UIKA sekitar jam 7.30 karena jalanan sedikit padat. Baru saja saya naik bus tersebut & bergabung dengan rombongan, ternyata bus yang saya naiki mengalami sedikit masalah, & harus ganti ke bus yang lain. Untungnya, garasi bus yang kami naiki masih di sekitar Jalan Soleh Iskandar. Setelah berganti bus, kami melanjutkan perjalanan.

Singkat cerita, (hampir) sampailah kami di TKP. Ternyata, kantor ICT Watch adalah sebuah rumah tinggal yang terletak di sebuah komplek perumahan. Jadinya, bus kami harus berhenti di pinggir jalan raya. Dan ternyata lagi, se-hampir-sampainya kami di TKP *keadaan masih di bus, baru mau turun*, sang tuan rumah masih berbenah. Jadilah rombongan bus 1 menunggu terlebih dahulu. Dan selama masa penantian itu (?), rombongan bus 2 tiba di TKP. Akhirnya persiapan tuan rumah selesai, dan tiba waktunya untuk kunjungan. Kunjungan diawali dari rombongan bus 1, sementara rombongan bus 2 menunggu di busnya sambil "bersenang-senang" (katanya sih karaokean).

Di TKP, kami disambut oleh salah satu kru ICT Watch *namanya siapa ya?*. Beliau kemudian menjelaskan apa itu ICT Watch, ide awal dibentuknya ICT Watch, dan apa saja yang telah dilakukan oleh ICT Watch. Bagi yang belum tahu, ICT Watch merupakan sebuah LSM yang bergerak di bidang Teknologi Informasi & Komunikasi. Mereka juga yang mencetuskan ide Internet Sehat. Untuk lebih lengkapnya, bisa dilihat di situsnya.

Setelah kira-kira satu jam, tiba waktunya untuk bergantian. Sekarang giliran rombongan bus 2 yang berkunjung. Sementara rombongan bus 2 berkunjung, rombongan bus 1 melanjutkan perjalanan ke Kebun Binatang Ragunan. Sesampainya di Ragunan, rombongan bus 1 langsung menggelar lapak untuk makan siang, dan shalat Dzuhur. Setelah shalat, karena masuk ke Ragunannya harus bersama-sama satu rombongan besar, sementara rombongan bus 2 belum sampai, akhirnya anggota rombongan bus 1 mengisi waktu dengan berbagai hal. Ada yang karaokean, foto-foto layaknya foto model, sampai main kartu UNO.

Singkat cerita, rombongan bus 2 tiba di Ragunan. Setelah semuanya selesai makan siang, rombongan besar inipun masuk ke Kebun Binatang Ragunan. Setelah masuk, kami (rombongan besar-pen) langsung menuju suatu tanah lapang, untuk menggelar lapak dan memulai acara puncak kumpul-kumpul. Acara kumpul-kumpul ini diawali oleh sambutan ketua pelaksana fieldtrip. Kemudian dilanjutkan dengan forum curhat-curhatan. Banyak hal yang dicurhatkan dalam forum ini, dan hal-hal tersebut bersifat rahasia, hanya internal perusahaan Ilkomerz 45 saja yang boleh tahu. Karenanya, tidak akan saya ceritakan dalam tulisan ini.

Singkat cerita, selesailah forum curhat. Acara dilanjutkan dengan games, yaitu game memindahkan bola pingpong menggunakan selembar kertas koran dan tarik tambang. Selesai games, waku menunjukkan jam 15.30. Acara dilanjutkan dengan shalat Asar dan "game" mencari kalung dari salah seorang teman kami. Terlalu asyik mencari kalung, waktu sudah menunjukkan jam 16.30, sementara Kebun Binatang Ragunan akan tutup pada jam 17. Walhasil, acara berkeliling melihat binatang bersama tidak jadi dilakukan, dan diganti dengan acara pemotretan dan foto keluarga dan foto prewedding. Sebelum kembali ke bus, acara ditutup dengan pembacaan doa dan peneriakan jargon Ilkomerz *apaan tuh "peneriakan"?*. Setelah itu, kami pulang menuju Bogor. Tetapi, ada juga yang langsung pulang ke rumahnya yang di Jakarta.

Mungkin sekian dulu sekelumit kisah mengenai fieldtrip Ilkomerz 45. Semoga fieldtrip ini bukan yang pertama dan terakhir. Semoga saja akan ada lagi fieldtrip berikutnya, yaitu Fieldtrip Ilkomerz 45 versi 2.0.... :)

Apa Kabar Ilkomerz Hari Ini?