Senin, Desember 22, 2008

Lumutan?

blog lu... lumutan yah... hoho
we're waiting for new posts,,

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman mengomentari blog ini, yang menurutnya sudah "lumutan" (ga keurus?). Eh, ga keurus? Masa sih?

Yah, kalau mau jujur, memang begitu adanya. Sejak tulisanku terakhir sampai tulisan ini, "terbentang" jarak 15 hari. Tetapi, apa daya, tidak ada ide selama 15 hari ini yang ingin dituliskan disini.

Penyebabnya?
-Tidak ada hal menarik yang perlu diceritakan? Tidak juga.
-Aku malas untuk menulis? Ya, rasanya sangat cukup malas sekali.
-Bingung mau nulis apa? Rasanya sih ini poin pentingnya.

Yah, doakan saja supaya di tahun 1430 H/2009 M nanti blog ini diisi dengan tulisan yang lebih banyak, juga lebih bermakna daripada sekedar tulisan biasa.
Amin.

Minggu, Desember 07, 2008

Sosum, oh Sosum (lagi!)....

Subhanallah, setelah sekian lama ga nge-post, tepatnya seabad sebulan, akhirnya aku berkesempatan untuk nge-post lagi.

UTS, yang "dibumbui" dengan secarik kisah tentang Sosiologi Umum, memang sudah agak lama berlalu. Jelas, karena UTS berakhir pada tanggal 14 November silam. Tetapi, "gaung"-nya masih cukup terdengar, bahkan sampai sekarang.

Seperti yang (mungkin) terjadi di bangku SMA lalu, tepat beberapa hari setelah UTS, orang-orang langsung "berpatroli" mencari nilai-nilai Mata Kuliah tertentu yang mungkin sudah keluar. Mading depan lab Fisika dan di depan LSI merupakan beberapa tempat "nongkrong" nilai-nilai tersebut. Mata Kuliah, kenudian kusebut Matkul, yang diumumkan nilainya beragam, tergantung kelasnya. Nilainya? Yah, begitulah. Yang pinter dapat nilai A, yang "kurang" dapat nilai C atau D.

Bagiku, dan mungkin bagi anak-anak kelas B lainnya, gaung UTS belumlah berakhir. Betapa tidak, nilai untuk kelas B belum semuanya keluar. Masih tersisa satu Matkul lagi yang nilainya belum keluar, yaitu:
SOSIOLOGI UMUM, yang kemudian akan kusebut Sosum.

Ya, sampai tulisan ini ditulis olehku, aku belum tahu berapa nilai Sosumku. Padahal, sudah 2 minggu berlalu sejak ujian Sosum, setelah mengalami penundaan menjadi tanggal 14 November, hari terakhir UTS, tersebut. Nilai yang paling duluan keluar adalah Fisika, 15 November. Disusul PIP, PKn, dan terakhir Bahasa Inggris. Kalau Bahasa Inggris, khusus kelasku baru diumumkan di minggu terakhir November.

Nilaiku? Yah, Alhamdilillah, memuaskan. Tapi, ya itu, sampai sekarang nilai Sosum belum dikasihtahukan (bahasa apaan nih?) kepada segenap mahasiswa yang mengikuti Matkul tersebut. Apa lagi, Sang Dosen Sosum sempat mengultimatum kelasku sebelum UTS, yang seingatku berbunyi, "Jika nilai UTS Anda dibawah "garis kemiskinan" (ini sih bahasanya Dosen PKn, tapi Anda tahu kan maksudnya?), tidak usah repot-repot masuk kelas Saya lagi". Terang saja, kata-kata ini membuatku sediit paranoid.

Sempat kudengar kabar, penyebab tidak kunjung keluarnya nilai Sosum ini adalah karena Sang Dosen Koordinator Matkul ini sedang sakit. Lha, tapi kan kalau sakit, pengumuman nilainya bisa diwakilkan tho?

Kemarin, kudengar kabar terbaru mengenai nilai Matkul ini. Ternyata, nilai telah dibagikan, dan dibawa oleh Komti (semacam KM) kelas masing-masing. Yah, semoga kabar ini benar adanya, jadi tidak usah berlama-lama lagi untuk menunggu nilai Sosum...

Jumat, November 07, 2008

Walikota Bogor Berikutnya Adalah....

Terlalu lama berkutat di Dramaga, membuatku tidak mengetahui kabar terbaru dari Kota Bogor tercinta. Sebentar, ada yang salah pada kalimat pertama tadi. Sebenarnya bukan karena kelamaan di Dramaga sehingga berita tentang Kota Bogor yang kudapat tidak update, melainkan karena aku sendiri yang tidak mencari update berita tentang Kota Bogor. Jadi, siapa yang salah? Sudahlah, tak usah dibahas panjang lebar, nanti merembet menjadi ketambahan tinggi lagi, dan akhirnya menjadi volum balok (apaan sih?). Atau volum limas? (Duh...)

Anyway, akhirnya Pilkada Kota Bogor, yang berlangsung pada tanggal 25 Oktober lalu, telah mencapai titik final. Hari Kamis kemarin, tanggal 30 Oktober 2008 silam, KPU Kota Bogor mengumumkan siapa yang berhak memimpin Kota Bogor sampai tahun 2014 kelak. Bisakah Anda menebak, siapakah pasangan Walikota dan Wakil Walikota yang akan membawa Kota Bogor nantinya?

Ternyata, pemenangnya adalah...Tunggu dulu, kita baca dulu beritanya.

Tanggal 30 Oktober 2008, bertempat di Gedung Kemuning Gading Bogor, KPU Kota Bogor mengadakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara Pilkada Kota Bogor yang diselenggarakan pada tanggal 25 Oktober 2008. Keputusan rapat tersebut,
KPU mengumumkan dan menetapkan pasangan nomor lima, Diani Budiarto dan Ahmad Ru'yat, sebagai pasangan Walikota dan Wakil Walikota yang berhak memimpin Bogor pada periode 2009-2014.

Hasil penghitungan menunjukkan, pasangan Diani-Ru'yat mengungguli pasangan lainnya dengan perolehan suara sebanyak 246.437 (63,84 %), jauh dari perolehan pasangan calon lainnya. Di urutan kedua, ada pasangan Dody Rosadi-Erik Irawan Suganda (Do’a) yang memperoleh 60.040 suara, diikuti Syafe’i-Akik (SADAR) dengan 33.490 suara, Ki Gendeng Pamungkas-Acmad Chusaeri (KGP-Cs) dengan 26.117 suara, dan terakhir Iis Supriatini-Ahani (INI) 19.935 suara.

Sebenarnya, kemenangan pasangan nomor lima ini sudah diprediksi bahkan sebalum Pilkada berlangsung. Hal ini dikarenakan oleh banyaknya partai politik yang mendukung pasangan ini, diantaranya PDI-P, Golkar, dan PKS.

Akhirnya, aku ingin mengucapkan, selamat bagi Walikota dan Wakil Walikota terpilih, mudah-mudahan dapat membawa Kota Bogor ke arah yang lebih baik lagi.

Oh iya, kalau Anda ingin melihat beritanya lebih lengkap, klik saja disini, atau disini.

Senin, November 03, 2008

Sosum, oh Sosum....

Akhirnya, UTS yang ditunggu telah tiba. Ujian Tengah Semester Ganjil IPB kali ini berlangsung dari hari ini, 3 November 2008, sampai dengan tanggal 14 November 2008. Mata kuliah yang diujikan tentunya berbeda (jelas...), tergantung tingkat dan jurusan masing-masing mahasiswa.

Kami (aku dan teman-teman), yang masih "terjebak" dalam TPB (Tingkat Persiapan Bersama), pun ikut dalam "pesta rakyat" ini, tentunya dengan mata kuliah yang sedikit banyak masih ada sangkut pautnya dengan pelajaran SMA. Karena itu, bisa dimaklumi kalau tahun pertama IPB sering disebut "kelas 4 SMA".

Jauh hari menjelang UTS, jadwalpun ditempel dimana-mana di tempat-tempat tertentu. Untuk TPB, jadwal hanya disediakan di depan LSI. Seperti teman-teman yang lain, akupun ikut mencatat jadwal UTS untuk kelasku, yang kebetulan semester ini hanya "berisikan" 5 mata kuliah, yaitu PIP (Pengantar Ilmu Pertanian), Sosum (Sosiologi Umum), PKn, Bahasa Inggris, dan Fisika. Nah, dengan jadwal yang sedemikian rupa, beberapa temanku, yang berasal dari Jawa Barat dan sekitarnya, sudah merencanakan hari kepulangan mereka ketika libur pasca-UTS, karena jadwal untuk kelasku berakhir tanggal 11 November. Namun ternyata, impian teman-temanku itu harus mereka pendam lagi.

Jum'at kemarin, sebuah kabar datang menghampiri Asrama Putri, Rusunawa, dan Asrama Putra. Kabar itu kurang lebih berbunyi:
"Berhubung rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan datang ke IPB dalam rangka acara Dies Natalis IPB ke-45 pada tanggal 4 November 2008, maka jadwal Ujian Tengah Semester Ganjil untuk mata kuliah Ekonomi Umum dan Sosiologi Umum bagi mahasiswa TPB diundur menjadi:
- Ekonomi Umum: Rabu, 12 November 2008
- Sosiologi Umum: Jum'at, 14 November 2008
Dan bagi mahasiswa TPB yang ingin mengikuti acara tersebut harap mendaftar ke SR (Senior Residence) masing-masing."
Tak dapat dipungkiri lagi, kabar itu membuat beberapa temanku yang sudah berencana untuk pulang ke tempat asalnya selepas UTS menjadi terpukul, dan membatalkan rencana kepulangannya.

"Kenapa UTS Sosum dipindahin jadi hari Ju'mat minggu kedua sih? Gue ga jadi balik deh...", rutuk beberapa temanku. Sebenarnya aku juga agak merasa kecewa dengan keputusan ini. Kenapa tidak dipindah menjadi hari Jum'at minggu ini, 7 November, saja? Kalau tetap tanggal 14, jadinya kan masa liburku berkurang....