Tampilkan postingan dengan label Pemikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemikiran. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 15, 2010

Tipe Orang "Menurut Hukum Islam"

Sebenernya udah lama mau nulis ini (padahal mah baru dua minggu), tapi karena ada beberapa kegiatan yang bersifat penting dann tidak dapat ditinggalkan (sebut saja UTS), makanya baru ketulis sekarang.

Seperti kita tahu, dalam agama Islam terdapat lima macam hukum dari suatu perkara: Wajib, Sunnah, Mubah, Makruh, Haram. Disini tidak akan dibahas lebih mendalam mengenai deskripsi dari masing-masing hukum. Kalau Anda ingin tahun lebih dalam, silakan buka halaman ini.

Nah, suatu hari ane pernah dengar sebuah ceramah di suatu forum mengenai hal itu, tapi lupa di forum apa dan kapan. Bukan mengenai hukum Islamnya, tetapi penggolongan manusia jika dilihat berdasarkan kelima hukum tersebut. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita lanjutkan.

(Disclaimer: Posting ini murni hasil flashback ingatan ane tentang materi waktu itu. Jika ditemui beberapa kesalahan, mohon maklum. Juga, jangan berhenti sampai di tulisan ini. Jika Anda menemukan tulisan lain tentang hal ini yang lebih "valid", mohon dishare ke ane ya... ^^)

1. Tipe orang "Wajib"
Tipe orang ini adalah tipe yang dicari oleh banyak orang. Kalau bahasa sononya, "most wanted". Kehadiran orang-orang bertipe ini sangat dinantikan oleh orang-orang di sekitarnya, karena kedatangannya membawa manfaat bagi orang-orang tersebut. Sebaliknya, kepergiannya sangat disayangkan, menyisakan kesedihan bagi orang-orang tersebut (_LebayMode:On_).

2. Tipe orang "Sunnah"
Tipe orang yang satu ini, sedikit di bawah tipe "Wajib". Kedatangan orang bertipe ini memang diharapkan oleh orang-orang di sekitarnya, bahkan memberikan manfaat. Bedanya dengan yang tadi, perginya orang bertipe ini tidak mendapat perhatian dari orang-orang disekitarnya. Istilahnya, "pergi mah pergi aja, sok dah" (aduh, logat Sundanya keluar...).

3. Tipe orang "Mubah"
Mungkin bisa dibilang, seperti perkara-perkara muamalah (hubungan kemasyarakatan), inilah hukum default-nya setiap orang. Hadir tidaknya orang-orang bertipe ini pada suatu forum tak menghadirkan perubahan yang berarti kepada forum tersebut.

4. Tipe orang "Makruh"
Jika orang dengan tipe "Makruh" datang ke suatu forum, mungkin tidak akan terjadi apa-apa, atau tidak akan muncul perubahan yang berarti pada forum tersebut. Tetapi akan lebih baik jika orang itu tidak datang.

5. Tipe orang "Haram"
Nah, berkebalikan dengan tipe orang "Wajib", tipe orang ini sangat tidak diinginkan kehadirannya, karena mungkin jika dia hadir hanya akan membawa mudharat (keburukan) saja. Ketidakhadiran, atau kepergian, orang bertipe ini adalah hal yang sangat didambakan oleh setiap orang yang berada disekitarnya.

Sedikit mengutip ayat Al-Qur'an:
"...Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu..." [Q.S. Al Hujuraat: 13]

Nah, tipe orang yang manakah Anda?

Mungkin segitu saja posting kali ini dari ane. Semoga bermanfaat.

Jumat, Agustus 08, 2008

Kutak-Katik Tanggal

Dulu, sekitar tahun 2002, waktu aku baru lulus SD dan baru duduk di bangku SMP, aku pernah memikirkan suatu hal tentang masalah per-"tanggal"-an. Dari hal itu, aku pernah menarik hipotesis:
"Ketika seseorang beranjak 11 tahun dan kelipatannya, maka hari ketika dia berusia 11 tahun atau kelipatannya (baca: hari ulang tahunnya) adalah hari lahirnya. Contoh, jika dia lahir hari Senin, maka dia berusia 11 tahun atau kelipatannya pada hari Senin juga."

Sepertinya, hipotesis itu cukup aneh. Tetapi, hal ini sangat mungkin terjadi, karena tanggal dan bulan yang sama di tahun yang berurutan akan berselisih satu hari, pada tahun biasa, atau dua hari, pada tahun kabisat. Tidak percaya? Coba saja cek kalender Anda. Sebagai contoh, aku lahir pada hari Senin bulan Januari 1991. Dan urutan Hari Ulang Tahun (HUT)-ku adalah sebagai berikut:
Tahun|HUT---------Tahun|HUT
1991--Senin-------1997----Selasa
1992---Selasa-------1998---Rabu
1993---Kamis-------1999---Kamis
1994---Jum'at-------2000---Jum'at
1995---Sabtu--------2001---Minggu
1996---Minggu------2002--Senin
Terbukti, kan?

Beranjak dewasa, ketika aku duduk di bangku SMA, aku mempunyai pemikiran lain tentang hal ini, yaitu:
"Ketika seseorang beranjak 17 tahun, maka hari ketika dia berusia 17 tahun juga merupakan hari lahirnya."

Sekali lagi, hipotesis ini benar ketika melihat contoh kasusku:
Tahun|HUT----------Tahun|HUT
2003---Selasa--------2007---Minggu
2004---Rabu---------
2008---Senin
2005---Jum'at
2006---Sabtu
Dan hipotesisku terbukti lagi.

Namun, ternyata hipotesis-hipotesis di atas tidak selalu terbukti pada setiap orang. Hal ini terungkap ketika di suatu hari di pengujung masa SMA, aku mengecek HUT orangtuaku, ternyata hanya salah satu hipotesis saja yang terbukti pada kedua orangtuaku. Hal ini tentunya membuat aku menjadi semakin penasaran.

Beberapa minggu yang lalu, tepatnya tanggal 14 Juli 2008, aku mencoba meneliti (?) hal ini, tentunya dengan mengorbankan sedikit waktu belajarku. Kali ini, aku mencoba mengelompokkan orang berdasarkan tanggal lahir mereka. Jika aku misalkan ada lima tahun berbeda, yaitu TK1, X, Y, Z, dan TK2, dimana TK1 dan TK2 adalah tahun kabisat, maka pembagiannya sebagai berikut:
Klp 1: Orang-orang yang dilahirkan antara tanggal 1 Maret tahun TK1 sampai 28 Februari tahun X.
Klp 2: Orang-orang yang dilahirkan antara tanggal 1 Maret tahun X sampai 28 Februari tahun Y.
Klp 3: Orang-orang yang dilahirkan antara tanggal 1 Maret tahun Y sampai 28 Februari tahun Z.
Klp 4: Orang-orang yang dilahirkan antara tanggal 1 Maret tahun Z sampai 29 Februari tahun TK2.
dan setiap kelompok memenuhi hipotesisku di saat-saat yang berbeda (nanti juga tahu...). Setelah melakukan serangkaian prosedur (beuh, bahasanya...), aku menemukan bahwa ketika
setiap kelompok beranjak 28 tahun, mereka berusia 28 tahun tepat di hari lahirnya. Hal ini membuatku memikirkan sebuah hipiotesis lagi, yaitu:
"Ketika seseorang beranjak 28 tahun atau kelipatannya, maka hari ketika dia berusia 28 tahun atau kelipatannya merupakan hari lahirnya."
Ternyata, kali ini hipotesisku benar. Setelah melakukan serangkaian prosedur, aku mendapatkan hasil seperti ini:
Klp1: 6, 17, 23, 28, 34, 45, 51, 56, 62, 73, 79, 84, 90, 101, 107, 112,...
Klp2: 6, 11, 17, 28, 34, 39, 45, 56, 62, 67, 73, 84, 90, 95, 101, 112,...
Klp3: 11, 17, 22, 28, 39, 45, 50, 56, 67, 73, 78, 84, 95, 101, 106, 112,..
Klp4: 5, 11, 22, 28, 33, 39, 50, 56, 61, 67, 78, 84, 89, 95, 106, 112,...
Karena jarang ada orang yang berusia lebih dari 100 tahun, aku tidak meneruskan penghitunganku. Mungkin kalau diteruskan lagi, kita akan bertemu dengan angka 140.

Sekarang, aku masih terhenti di angka 28. Aku sedang mencoba menemukan hubungan angka 28 dengan hal lain, misalnya suatu ayat dalam Al-Qur'an, atau apalah. Anda punya pemikiran tentang angka 28 ini? Atau Anda punya pemikiran lain tentang hal ini (kutak-katik tanggal - pen)? Silakan tinggalkan komentar Anda mengenai hal ini, kalau Anda berkenan.