Minggu, Oktober 18, 2009

Tips Menghadapi UTS (versi gue)

Si Tokoh Utama tahu bahwa satu Worm sudah muncul di tengah kota, dan mencoba untuk memporak-porandakan kota. Sejurus kemudian, Kabuto Zecter menghampiri si Tokoh Utama. Tanpa membuang waktu, si Tokoh Utama langsung memasang Kabuto Zecter di sabuknya, dan sambil berteriak "HENSHIN!", dia berubah wujud menjadi Kamen Rider Kabuto. Karena dirasa armor di tubuhnya memberatkannya, dia pun melepas armornya, dengan mengucap "CAST OFF".

Ternyata, Worm si musuh meningkatkan kecepatan serangnya. Hal ini membuat si Tokoh Utama kewalahan. Akhirnya, dia menekan tombol di sabuknya sambil mengucapkan sesuatu. "CLOCK UP". Sesuatu yang dapat membuatnya bergerak mendekati kecepatan cahaya, untuk manandingi si musuh.

Sambil terus menghajar musuhnya, si Tokoh Utama menekan tombol di sabuknya tiga kali (ONE, TWO, ,THREE) untuk mempersiapkan final attack-nya. Terakhir, dia melepaskan final attack-nya, RIDER KICK, kepada si musuh. Si musuhpun kalah, dan saat itu juga waktu berjalan seperti biasa lagi bagi si Tokoh Utama. CLOCK OVER.


Kok rasanya ada yang aneh ya? Antara judul posting dengan isi ga ada hubungannya sama sekali?

Jangan salah. Justru karena terinspirasi oleh kisah itulah posting ini dapat tertuliskan.

Ya. Berhubung IPB bakal menyelenggarakan Uian Tengah Semester (UTS) pada tanggal 26 Oktober - 7 November 2009, kali ini aku mencoba untuk berbagi tips belajar menghadapi UTS yang kadang disalahartikan menjadi Ujian Tidak Serius. Tips kali ini disangkutpautkan, dengan agak maksa, dengan kisah Kamen Rider Kabuto. Kalau dirasa dapat diaplikasikan, silakan saja.

1. Sebelum belajar, gantilah mode Anda menjadi mode seorang pembelajar dengan mengucap "HENSHIN", eh, "Bismillahirrahmanirrahim".
2. CAST OFF (lepaskan)-lah segala hal yang dirasa tidak ada hubungannya dengan kegiatan belajar.
3. Konsentrasi penuh dengan mata pelajaran yang sedang Anda pelajari (CLOCK UP).
4. Jaga kesehatan sebelum dan selama UTS dengan: ONE, makan makanan bergizi. TWO, minum vitamin dan suplemen jika perlu. THREE, istirahat secukupnya, jangan tidur terlalu malam.
5. Saat hari pelaksanaan ujian, "hajar" soal-soal ujian dengan RIDER KICK, eh, kemampuan terbaik Anda.
6. Setelah ujian hari terakhir selesai, ucapkanlah "CLOCK OVER", eh, "Alhamdulillah".

Sekian tips yang sangat agak aneh ini. Semoga bermanfaat.

Rabu, Oktober 07, 2009

Hiatus...

hi⋅a⋅tus  /haɪˈeɪtəs/ [hahy-ey-tuhs]
–noun, plural -tus⋅es, -tus.
1. a break or interruption in the continuity of a work, series, action, etc.
2. a missing part; gap or lacuna: Scholars attempted to account for the hiatus in the medieval manuscript.
3. any gap or opening.
4. Grammar, Prosody. the coming together, with or without break or slight pause, and without contraction, of two vowels in successive words or syllables, as in see easily.
5. Anatomy. a natural fissure, cleft, or foramen in a bone or other structure.


Begitulah definisi yang didapat dari Dictionary.com ketika dituliskan kata "Hiatus"...

"A break or interruption in the continuity of a work, series, action, etc".
Seperti yang terjadi pada blog ini, yang kelihatannya sudah "ditinggal pergi" oleh pemiliknya, kemudian lumutan, karatan, dan akhirnya berbentuk tidak jelas karena dimakan usia...

Tetapi, hal itu tidak bakal terjadi. Buktinya, masih ada posting ini...
*gubrak*
(What the...?)

Yasudah, selamat menikmati posting gak jelas ini...
*kabuuur*



Senin, Agustus 24, 2009

Secarik Kisah Tentang Komdis

Komisi Disiplin, atau yang punya bahasa keren Komdis, merupakan salah satu divisi dari kepanitiaan yang hampir pasti selalu ada di setiap kepanitiaan Orientasi Siswa/Mahasiswa Baru. Mereka adalah orang-orang yang selalu menegakkan kedisiplinan, terutama kedisiplinan peserta. Mereka juga dikenal sebagai sosok yang garang galak tegas, juga dibenci disegani, baik oleh peserta maupun oleh panitia lain.

Di IPB sendiri, Komdis memiliki banyak istilah, tergantung fakultas dan departemen yang menyelenggarakan Masa Perkenalan (MP). Tetapi, fungsinya tetap sebagai penegak kedisiplinan, tidak berubah sedikitpun. Di Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) tetap dengan istilah Komdis, di Masa Perkenalan Fakultas (MPF) MIPA dengan istilah MOD (Master Of Discipline), sementara di Masa Perkenalan Departemen (MPD) Ilmu komputer dikenal dengan istilah Firewall. Nah, kali ini kita akan fokus di Komdis MPKMB 46.

Setelah divisi Komdis terbentuk, hal pertama yang didiskusikan adalah penentuan Standar Operasional Prosedur (SOP), sebuah "peraturan perundang-undangan" yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta, pun panitia. SOP ini meliputi penampilan, kehadiran dalam setiap rapat/pertemuan, dan hal-hal yang dapat atau tidak dapat dilakukan selama pertemuan. Beberapa hal yang tertera dalam SOP tersebut adalah rambut model 1-2-1, mengenakan celana bahan warna gelap, dan tidak memakai aksesoris selain jam tangan bagi pria.

Hari-hari seorang komdis diisi oleh berbagai macam rapat, baik Rapat General maupun Rapat Divisi, juga berbagai pelatihan, seperti latihan fisik dan latihan mental. Seperti yang jamak dilakukan, Rapat General dan Rapat Divisi diselenggarakan untuk menyamakan pendapat dan merumuskan suatu hal. Namun, dalam beberapa kesempatan Rapat General digunakan untuk menambah keakraban antar panitia.

Sebelum serangkaian pelatihan bagi Komdis digelar, terlebih dahulu diselenggarakan Up Grading (UG) bagi seluruh panitia. Jelas, tujuan diselenggarakannya UG ini adalah untuk mengakrabkan panitia secara keseluruhan. Setelah UG panitia, digelarlah UG/pelatihan bagi Komdis sendiri. Menu utama yang disajikan dalam pelatihan-pelatihan ini adalah latihan fisik, seperti latihan untuk memobilisasi massa dari satu tempat ke tempat yang lain, dan latihan mental, seperti saling bertatapan tanpa tersenyum dan menangani suatu kondisi tertentu yang sudah ditentukan. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar Komdis dapat menjiwai peranannya sebagai penegak disiplin.

Pada hari dilaksanakannya MPKMB 46, tanggal 17-19 Agustus 2009, Komdis banyak memegang peranan. Diantaranya saat pengecekan SOP, membariskan massa (angkatan 46), mobilisasi massa dari dan ke tempat tertentu, dan menutup jalan bagi pengguna jalan lain agar para peserta angkatan 46 dapat melewati persimpangan jalan tertentu. Dan semua itu dilakukan tanpa tersenyum sedikitpun. Hal ini dimaksudkan untuk membuat kesan bahwa Komdis adalah seorang yang serius. Di sinilah profesionalisme seorang Komdis diuji.

Akan tetapi, keadaan "tanpa senyum" itu tak berlangsung lama, tepatnya hanya berlangsung selama sekitar 17 hari. Ketika hari terakhir MPKMB, tanggal 19 Agustus, seluruh Komdis membuka jati dirinya yang asli. Dan, seperti yang sudah diduga, banyak dari angkatan 46 yang tidak percaya, bahwa seorang Komdis, yang sehari-harinya bermuka galak, pelit senyum, tidak ramah, ternyata merupakan seorang yang ramah, baik, banyak tingkah, dll. Beberapa komentar di grup Panitia MPKMB 46 di Facebook membuktikannya.

Percaya atau tidak, aku mengalami hal-hal yang telah tertulis di atas. Ya, aku terdaftar sebagai salah seorang Komdis dalam kepanitiaan MPKMB Pasti Gemilang 46. Hal-hal yang telah kutulis di atas kurang lebih menggambarkan keadaan yang sebenarnya, walaupun ada yang sedikit yang dikurang-kurangi.

Nah, MPKMB 46 berakhir sudah. "Pekerjaan" sebagai Komdis lewat sudah. Sekarang, aku sedang memikirkan, nanti di tahun ketiga mau jadi apa ya? Jadi MOD di MPF MIPA? Atau jadi Firewall di MPD Ilkom? Tunggu saja kelanjutannya...

Selasa, Juni 30, 2009

Catatan Akhir Asrama... (?)

Tingkat Persiapan Bersama, alias Tingkat Paling Bahagia, atau terserah Anda mau bilang apa, tahun akademik 2008/2009 berakhir sudah. Resminya, sejak tanggal 27 Juni 2009 lalu, yaitu batas terakhir mahasiswa IPB angkatan 45 melakukan check out dari asrama TPB. Memang, jika dibandingkan dengan check out asrama angkatan 44,
angkatan kami bisa dibilang telat (kalau perlu, tambahan kata "sangat").

Mari kita segera beranjak kepada inti persoalan (yang sayangnya bukan nukleus)...

Pengumuman akan pengusiran check out-nya kami dari asrama TPB, yang isinya tentang "tetek-bengek" teknis check out, sudah beredar sejak bulan April. Singkat cerita, setelah dua bulan berlalu, akhirnya sampailah kita di acara utama.

Acara check out ini dibagi jadi 2 sesi, sesi lorong atas dan sesi lorong bawah. Tadinya, lorong atas bakal keluar tanggal 27 Juni, dan lorong bawah pada 28 Juni. Akhirnya, keputusan terakhir yang kami terima dari lokasi kejadian, untuk lorong atas keluar tanggal 26 Juni malam, dan lorong bawah tanggal 27 Juni. Sejak jauh-jauh hari, para penghuni asrama sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi hal ini, diantaranya mengepak barang yang bakal dipindah ke kostan/kontrakan, mindah-mindahin barang ke kostan/kontrakan, dan mengecek apakah ada barang yang masih tertinggal di asrama.

Sebelumnya, ada pembagian Indeks Prestasi Program, dengan kata lain rapor asrama. Dengan perincian yang sedemikian rupa, dketahui bahwa aku mendapat nilai akhir 59,8 dan huruf mutu C. Penasaran karena cuma dapat C, kutanya temanku berapa batas nilai B. Katanya, untuk dapat huruf B harus dapat nilai 60. Heu... T_T. Menyakitkan memang.

Tibalah pada hari H. Waktunya untuk check out. Berhubung aku tinggal di lorong bawah, maka aku check out tanggal 27 Juni. Aku datang ke asrama jam 9 pagi, setelah malam sebelumnya pindahan ke kostan kontrakan rumah. Sampai di asrama, kulihat kumpulan kasur dan bantal yang bergelimpangan bertumpukan di lobi, juga beberapa orang berseragam sebuah perusahaan yang ahli dalam pemberantasan hama. Tiba di asrama, acara check out untuk lorongku (lorong 5 gedung C1) belum dimulai, karena pihak yang berwenang masih menangani lorong lain.

Singkat cerita, acara check out untuk lorongku dimulai. Setelah melalui proses administrasi yang cukup belibet (baca: rumit), selesailah proses tersebut. Dalam proses tersebut, dihitung juga "denda" yang harus dibayarkan untuk penggantian fasilitas asrama yang rusak. Ternyata, aku, juga teman sekamarku, harus membayar sejumlah kurang lebih 43 ribu, yang katanya digunakan untuk mengganti lampu belajar dan dudukannya yang tempo hari diganti. Selesai "ditagih", aku diberikan surat bebas asrama, juga daftar tagihan.

Sekedar info, angkatan 46 yang masuk lewat jalur USMI dijadwalkan datang tanggal 29 Juni kemarin, dan mungkin langsung masuk asrama sejak kemarin. Inilah yang membuatku mengatakan, check out angkatan kami bisa dibilang telat.

Yah, demikianlah catatan akhir asrama (ga usah komentar tentang judulnya) dariku. Jika ingin membaca cerita yang lebih ringkas, baca juga yang ini. Untuk angkatan 46 yang baru datang ke asrama, kuucapkan selamat datang, dan semoga sukses.

Bersama di Asrama, Together to be Better....