Menampilkan entri terbaru dengan label pengalaman. Tampilkan entri lawas
Menampilkan entri terbaru dengan label pengalaman. Tampilkan entri lawas

Senin, Agustus 24, 2009

Secarik Kisah Tentang Komdis

Komisi Disiplin, atau yang punya bahasa keren Komdis, merupakan salah satu divisi dari kepanitiaan yang hampir pasti selalu ada di setiap kepanitiaan Orientasi Siswa/Mahasiswa Baru. Mereka adalah orang-orang yang selalu menegakkan kedisiplinan, terutama kedisiplinan peserta. Mereka juga dikenal sebagai sosok yang garang galak tegas, juga dibenci disegani, baik oleh peserta maupun oleh panitia lain.

Di IPB sendiri, Komdis memiliki banyak istilah, tergantung fakultas dan departemen yang menyelenggarakan Masa Perkenalan (MP). Tetapi, fungsinya tetap sebagai penegak kedisiplinan, tidak berubah sedikitpun. Di Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) tetap dengan istilah Komdis, di Masa Perkenalan Fakultas (MPF) MIPA dengan istilah MOD (Master Of Discipline), sementara di Masa Perkenalan Departemen (MPD) Ilmu komputer dikenal dengan istilah Firewall. Nah, kali ini kita akan fokus di Komdis MPKMB 46.

Setelah divisi Komdis terbentuk, hal pertama yang didiskusikan adalah penentuan Standar Operasional Prosedur (SOP), sebuah "peraturan perundang-undangan" yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta, pun panitia. SOP ini meliputi penampilan, kehadiran dalam setiap rapat/pertemuan, dan hal-hal yang dapat atau tidak dapat dilakukan selama pertemuan. Beberapa hal yang tertera dalam SOP tersebut adalah rambut model 1-2-1, mengenakan celana bahan warna gelap, dan tidak memakai aksesoris selain jam tangan bagi pria.

Hari-hari seorang komdis diisi oleh berbagai macam rapat, baik Rapat General maupun Rapat Divisi, juga berbagai pelatihan, seperti latihan fisik dan latihan mental. Seperti yang jamak dilakukan, Rapat General dan Rapat Divisi diselenggarakan untuk menyamakan pendapat dan merumuskan suatu hal. Namun, dalam beberapa kesempatan Rapat General digunakan untuk menambah keakraban antar panitia.

Sebelum serangkaian pelatihan bagi Komdis digelar, terlebih dahulu diselenggarakan Up Grading (UG) bagi seluruh panitia. Jelas, tujuan diselenggarakannya UG ini adalah untuk mengakrabkan panitia secara keseluruhan. Setelah UG panitia, digelarlah UG/pelatihan bagi Komdis sendiri. Menu utama yang disajikan dalam pelatihan-pelatihan ini adalah latihan fisik, seperti latihan untuk memobilisasi massa dari satu tempat ke tempat yang lain, dan latihan mental, seperti saling bertatapan tanpa tersenyum dan menangani suatu kondisi tertentu yang sudah ditentukan. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar Komdis dapat menjiwai peranannya sebagai penegak disiplin.

Pada hari dilaksanakannya MPKMB 46, tanggal 17-19 Agustus 2009, Komdis banyak memegang peranan. Diantaranya saat pengecekan SOP, membariskan massa (angkatan 46), mobilisasi massa dari dan ke tempat tertentu, dan menutup jalan bagi pengguna jalan lain agar para peserta angkatan 46 dapat melewati persimpangan jalan tertentu. Dan semua itu dilakukan tanpa tersenyum sedikitpun. Hal ini dimaksudkan untuk membuat kesan bahwa Komdis adalah seorang yang serius. Di sinilah profesionalisme seorang Komdis diuji.

Akan tetapi, keadaan "tanpa senyum" itu tak berlangsung lama, tepatnya hanya berlangsung selama sekitar 17 hari. Ketika hari terakhir MPKMB, tanggal 19 Agustus, seluruh Komdis membuka jati dirinya yang asli. Dan, seperti yang sudah diduga, banyak dari angkatan 46 yang tidak percaya, bahwa seorang Komdis, yang sehari-harinya bermuka galak, pelit senyum, tidak ramah, ternyata merupakan seorang yang ramah, baik, banyak tingkah, dll. Beberapa komentar di grup Panitia MPKMB 46 di Facebook membuktikannya.

Percaya atau tidak, aku mengalami hal-hal yang telah tertulis di atas. Ya, aku terdaftar sebagai salah seorang Komdis dalam kepanitiaan MPKMB Pasti Gemilang 46. Hal-hal yang telah kutulis di atas kurang lebih menggambarkan keadaan yang sebenarnya, walaupun ada yang sedikit yang dikurang-kurangi.

Nah, MPKMB 46 berakhir sudah. "Pekerjaan" sebagai Komdis lewat sudah. Sekarang, aku sedang memikirkan, nanti di tahun ketiga mau jadi apa ya? Jadi MOD di MPF MIPA? Atau jadi Firewall di MPD Ilkom? Tunggu saja kelanjutannya...

Read More......

Selasa, Juni 30, 2009

Catatan Akhir Asrama... (?)

Tingkat Persiapan Bersama, alias Tingkat Paling Bahagia, atau terserah Anda mau bilang apa, tahun akademik 2008/2009 berakhir sudah. Resminya, sejak tanggal 27 Juni 2009 lalu, yaitu batas terakhir mahasiswa IPB angkatan 45 melakukan check out dari asrama TPB. Memang, jika dibandingkan dengan check out asrama angkatan 44,
angkatan kami bisa dibilang telat (kalau perlu, tambahan kata "sangat").

Mari kita segera beranjak kepada inti persoalan (yang sayangnya bukan nukleus)...

Pengumuman akan pengusiran check out-nya kami dari asrama TPB, yang isinya tentang "tetek-bengek" teknis check out, sudah beredar sejak bulan April. Singkat cerita, setelah dua bulan berlalu, akhirnya sampailah kita di acara utama.

Acara check out ini dibagi jadi 2 sesi, sesi lorong atas dan sesi lorong bawah. Tadinya, lorong atas bakal keluar tanggal 27 Juni, dan lorong bawah pada 28 Juni. Akhirnya, keputusan terakhir yang kami terima dari lokasi kejadian, untuk lorong atas keluar tanggal 26 Juni malam, dan lorong bawah tanggal 27 Juni. Sejak jauh-jauh hari, para penghuni asrama sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi hal ini, diantaranya mengepak barang yang bakal dipindah ke kostan/kontrakan, mindah-mindahin barang ke kostan/kontrakan, dan mengecek apakah ada barang yang masih tertinggal di asrama.

Sebelumnya, ada pembagian Indeks Prestasi Program, dengan kata lain rapor asrama. Dengan perincian yang sedemikian rupa, dketahui bahwa aku mendapat nilai akhir 59,8 dan huruf mutu C. Penasaran karena cuma dapat C, kutanya temanku berapa batas nilai B. Katanya, untuk dapat huruf B harus dapat nilai 60. Heu... T_T. Menyakitkan memang.

Tibalah pada hari H. Waktunya untuk check out. Berhubung aku tinggal di lorong bawah, maka aku check out tanggal 27 Juni. Aku datang ke asrama jam 9 pagi, setelah malam sebelumnya pindahan ke kostan kontrakan rumah. Sampai di asrama, kulihat kumpulan kasur dan bantal yang bergelimpangan bertumpukan di lobi, juga beberapa orang berseragam sebuah perusahaan yang ahli dalam pemberantasan hama. Tiba di asrama, acara check out untuk lorongku (lorong 5 gedung C1) belum dimulai, karena pihak yang berwenang masih menangani lorong lain.

Singkat cerita, acara check out untuk lorongku dimulai. Setelah melalui proses administrasi yang cukup belibet (baca: rumit), selesailah proses tersebut. Dalam proses tersebut, dihitung juga "denda" yang harus dibayarkan untuk penggantian fasilitas asrama yang rusak. Ternyata, aku, juga teman sekamarku, harus membayar sejumlah kurang lebih 43 ribu, yang katanya digunakan untuk mengganti lampu belajar dan dudukannya yang tempo hari diganti. Selesai "ditagih", aku diberikan surat bebas asrama, juga daftar tagihan.

Sekedar info, angkatan 46 yang masuk lewat jalur USMI dijadwalkan datang tanggal 29 Juni kemarin, dan mungkin langsung masuk asrama sejak kemarin. Inilah yang membuatku mengatakan, check out angkatan kami bisa dibilang telat.

Yah, demikianlah catatan akhir asrama (ga usah komentar tentang judulnya) dariku. Jika ingin membaca cerita yang lebih ringkas, baca juga yang ini. Untuk angkatan 46 yang baru datang ke asrama, kuucapkan selamat datang, dan semoga sukses.

Bersama di Asrama, Together to be Better....

Read More......

Kamis, April 30, 2009

Berlalu Juga...

Alhamdulillahi robbil 'alamin...
Setelah dua minggu yang sangat cukup melelahkan sekali, akhirnya berlalu juga UTS Semester Genap TPB. Kemarin adalah hari terakhir kami (aku dan teman sekelas) menjalani UTS, yang ditutup dengan Mata Kuliah (Matkul) Kimia.

Berbeda dengan "sajian" semester kemarin, kali ini kami "disuguhi" menu-menu andalan (eh?), yaitu sebagai berikut.

Hari pertama (22 April 2009): KALKULUS
Sajian pembuka UTS semester ini. Dengan komposisi 10 soal esai dengan tingkat kesulitan yang semakin bertambah, Matkul ini berbicara tentang turunan dan aplikasinya. Agak membuat pusing. Aku "terganjal" di nomer 8 & 10, tapi lolos di nomer 9 (loh?!). Soal boleh dibawa pulang.

Hari kedua (23 April 2009): EKONOMI UMUM
Terbagi atas 3 bagian: pilihan ganda, isian singkat, dan esai. Sejauh ini Matkul Ekum ini baru berbicara masalah ekonomi mikro. Tidak ada kesulitan berarti (sok iye...). Soal boleh dibawa pulang.

Hari ketiga (24 April 2009): BAHASA INDONESIA
Terdiri dari 5 bagian soal. Topik utamanya adalah penggunaan bahasa Indonesia sesuai EYD (Ejaan yang Disempurnakan), termasuk di dalamnya penulisan kalimat efektif, pemilihan kata yang sesuai dengan konteks kalimat (diksi), dll. Cukup membuat pusing. Soal boleh dibawa pulang.

Hari keempat (27 April 2009): BIOLOGI
Seperti biasa waktu di SMA, Matkul Biologi berisi banyak hafalan. Terdiri dari 4 bagian soal, pilihan ganda, pilihan... ("Pilih A jika pernyataan 1, 2, dan 3 benar, pilih B jika..."), benar-salah, dan isian singkat, Matkul ini cukup menyulitkan kami. Rasanya, waktu 2 jam yang diberikan untuk mengerjakan soal tidak cukup untuk menyelesaikan semua soal. Dan sayangnya, soal tidak boleh dibawa pulang (yaaah... penonton kecewa...).

Hari kelima (28 April 2009): AGAMA ISLAM
(Mungkin) satu-satunya UTS yang "menentramkan hari, menenangkan jiwa". Terdiri dari 3 bagian: pilihan ganda, isian singkat, dan esai. Cukup sulit untukku, karena aku tidak menghafal ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits yang sekiranya bakal keluar di UTS ini. Soal boleh dibawa pulang.

Hari keenam (29 April 2009): KIMIA
Final battle! Sajian penutup yang sangat "mengenyangkan" (emang makanan?). Digelar di Graha Widya Wisuda kemarin, para mahasiswa dari 20 kelas saling berlomba untuk meraih hasil terbaik dalam Matkul ini. Dengan komposisi 10 soal benar-salah, 50 soal pilihan ganda, dan 4 soal esai, Matkul ini benar-benar pas untuk menjadi "Final Stage" UTS ini. Sama seperti Biologi, cukup banyak hal yang harus dihafal, termasuk di dalamnya teori, rumus, dan konstanta. Sangat membuat pusing. Soal boleh dibawa pulang untuk kemudian disobek-sobek, dibakar, dijadikan bungkus kacang, dan diperlakukan secara semena-mena sebagai bentuk penindasan atas kertas dapat dipelajari lagi di kemudian hari.

Yah, itulah sepintas keadaan kami (khususnya aku) ketika UTS Semester Genap TPB 2008-2009 kemarin. Sekarang tinggal menunggu nilai. Semoga nilai yang kami dapat adalah nilai terbaik yang dapat kami raih. Amin...

Read More......

Minggu, April 19, 2009

Second Place? Alhamdulillah...

"Disiarkan langsung dari lapangan gymnasium Institut Pertanian Bogor, kini hadir kembali membawa misi menjadi yang terbaik di antara yang terbaik.
Akankah keinginan mereka tercapai?
Kita sambut bersama, KELAS B26!"
Menyambung dari posting-an sebelumnya, itulah sedikit prolog yang mengawali penampilan kami (kelas B26-pen) dalam ajang yang kusebut "Aerobic Battle part 2", yang diselenggarakan kemarin Sabtu (18/04/09). Bertemakan army (atau apalah istilahnya...), kami memasuki lapangan pertandingan dengan berguling-guling ga jelas bangga. "Pertunjukan" yang berlangsung selama hampir sebelas menit ini cukup menguras tenaga kami. Namun hal ini tak menyurutkan semangat kami untuk menampilkan yang terbaik yang kami bisa. Dan diakhir acara lomba tersebut, diumumkanlah siapa-siapa saja yang menjadi juara. Dan...

Alhamdulillahi robbil 'alamin...
Setelah melalui "perjuangan panjang", akhirnya kami berhasil mempertahankan (?) predikat kedua terbaik dalam kompetisi aerobik ini. Sementara itu, saudara "kelas besar" kami, kelas B25, juga mempertahankan predikat mereka sebagai terbaik ketiga.

Mengenai hadiahnya, dengar-dengar sih katanya hadiahnya yaitu beberapa kaleng biskuit. Secara, ketika pengumuman juara, aku tidak sedang berada di TKP (Tempat Kejadian Pengumuman-pen), karena aku sedang berada di sisi lain kota Bogor. Semoga saja masih disisakan jatah untukku...

Oh iya, berikut ini beberapa dokumentasi dari acara kemarin.

Sebelum show








Setelah show


Itulah beberapa dokumentasi dari acara kemarin. Ingin melihat lebih banyak gambar? Hubungi saya saja lewat nomer-nomer di bawah ini (mana?).

*Sambil ngedengerin lagu buat aerobik kemarin...*
*MISI SELESAI*

Read More......

Sabtu, April 11, 2009

Selayang Pandang Semester Genap...

Alhamdulillah...
Terhitung sampai hari ini, semester genap di Tingkat Persiapan bersama (bilang aja semester dua) ini sudah berjalan selama sekitar 48 hari. Tentunya banyak cerita yang terjadi selama rentang waktu tersebut. Tetapi, karena keterbatasan tempat, mungkin tidak akan kuceritakan semuanya (bilang aja males...).

Dimulai dari hari Senin, yaitu kuliah Kewirausahaan, yang memiliki SKS sebanyak 1 saja (yang berarti tiap 14 kali pertemuan cuma masuk sejam saja) dan "dipadatkan" jadi cuma sampai UTS saja, yang berarti tiap pertemuan jadi dua jam (hore, berarti abis UTS bisa berangkat dari rumah agak siang!), sampai hari Jum'at, yang "sajian utama"-nya adalah super-praktikum (baca: praktikum ganda), dimana waktu pagi praktikum Kimia, di siang hari praktikum Biologi (masya Allah...).

Ingin tahu kelanjutan ceritaku selama kurang lebih 7 minggu ini?
OK, here we go!

Minggu pertama (23-28 Februari)
Minggu pertama kuliah, seperti biasanya, diisi dengan banyaknya jam kosong. Maklum, di minggu pertama kegiatan perkuliahan belum efektif, terutama kegiatan praktikum, responsi, asistensi, dan kolokium. Minggu ini juga diisi dengan perkenalan dengan para dosen pengajar. Jelas perlu perkenalan, karena mata kuliah yang diambil beda dengan semester kemarin, dosen yang mengajar, juga asdos dan aspraknya, pun beda. Yang spesial, mungkin latihan aerobik (lagi) yang harus dijalani, karena kelasku, B26, menyabet juara kedua di kompetisi aerobik semester lalu, dan bakal diadu dengan jawara dari kelas A (aku kelas B loh...). Dan kegiatan ini menghiasi hari-hariku sampai detik ini (_lebaymode:On_).

Minggu Kedua (2-7 Maret)
Masih diisi dengan perkenalan, terutama di jam praktikum, responsi, dan asistensi. Kegiatan perkuliahan sudah mulai berjalan efektif. Di minggu ini, di praktikum kimia pertama, saya mendapat "kehormatan" untuk menjadi taster dari larutan natrium hidroksida (NaOH). Rasanya? Gak enak parah! Ketika larutan itu masuk ke dalam mulut, langsung kuberlari ke wastafel terdekat, dan membuang sisa larutan yang masih tertinggal di mulut. Karena NaOH dikenal sebagai senyawa korosif, daku sempat khawatir akan keadaan tubuh ini. Untungnya, larutan itu cuma 0,1 molar, dan ketika ditanyakan ke temanku, katanya gak terlalu apa-apa. Haah, lega...

Minggu Ketiga (9-14 Maret)
Diawali dengan libur di hari Senin, sepertinya minggu ini berlalu begitu saja. Hal yang baru? Mungkin praktikum biologi perdana.

Minggu Keempat (16-21 Maret)
Di minggu ini terjadi hal yang cukup "menakjubkan" (_lebaylagimode:On_), yaitu peristiwa "listrik keluar" (baca: listrik mati) tingkat kota dan kabupaten Bogor pada hari Selasa. Peristiwa ini terjadi hampir sehari-semalam. Akibatnya, mesin pompa air tak bekerja, sehingga beberapa anak asrama "mengungsi" ke Al Hurriyyah (masjid-pen) untuk "membersihkan badan". Peristiwa lain, mungkin seminar Let's Fight Against Drugs (LFAD) yang menjadikan minggu ini cukup semarak, selain mati lampu, yang dengan sangat menyesal kulewatkan begitu saja. Hiks...T_T

Minggu Kelima (23-28 Maret)
Minggu ini, mungkin dua hal terasa "menarik". Pertama, di tengah pekan, ketika buletinku (sebenernya buletin rohis kelas) yang pertama "lahir". Secara, pimpinan redaksi gitu... (Siapa juga yang bilang gitu?). Kedua, di akhir pekan, ketika aku harus "berubah" (henshin!) menjadi vokalis, yang biasanya cuma jadi backing vocal, di tim nasyidku, yang waktu itu tampil di Auditorium Fapet di acaranya ISC (Islamic Student Center) Al Hurriyyah.

Minggu Keenam (30 Maret - 4 April)
Nothing special, I think. Tetap berlatih aerobik bersama teman sekelas (walau ga dateng semua), dan kesibukan seperti biasa. Nyatanya, big event terjadi di akhir pekan (hari Minggu), ketika kompetisi aerobik kembali digelar. Kali ini, kontestannya adalah kelas A. Berhubung aku kelas B, makanya aku gak ikutan (ngapain juga?).

Minggu Ketujuh (6-11 April)
Minggu ini, kegiatan perkuliahan cuma berlangsung selama tiga hari. Jelas, karena di hari Kamis digelar "hajatan besar", yaitu Pemilihan Umum (Pemilu), dan hari Jum'atnya libur. Pemilu tahun ini merupakan pemilu pertama bagiku (jelas...). Dan di hari Sabtu ini, nanti bakal digelar SG (Studium General) mata kuliah Kewirausahaan, sebagai sajian terakhir kuliah ini (yeah, akhirnya...).

Sekian laporan dari saya. Terima kasih atas perhatiannya.

Read More......

Sabtu, Februari 28, 2009

Second Phase, Start!

Akhirnya, semester genap, atau bagi TPB adalah semester dua, dimulai juga. "Perjalanan Panjang Jilid Dua" kelasku dimulai dengan kuliah Kewirausahaan pada jam 8 kemarin Senin. Kali ini, aku dan teman-teman sekelas akan menempuh perjalanan yang lebih berat, karena kami akan "berhadapan" dengan 7 mata kuliah, yaitu Kewirausahaan, Kalkulus, Kimia, Ekonomi Umum (Ekum), Biologi, Agama Islam, dan Bahasa Indonesia, tentunya dengan jadwal yang lebih berat. Ketika nanti kegiatan perkuliahan sudah aktif semua, kami akan mengalami sesuatu yang biasa disebut P4, yaitu Pergi Pagi Pulang (hampir) Petang.

Di minggu pertama ini, dimana perkuliahan belum berjalan sepenuhnya, aku sudah merasa cukup capek sekali. Bagaimana hari-hari berikutnya? Wallahu A'lam...

Semoga semester ini tidak berlalu begitu saja tanpa ada sesuatu yang menarik, seperti semester kemarin, yang menyisakan sedikit cerita (yang sekiranya tidak perlu dibesar-besarkan)...

Yah, mungkin tidak ada kata-kata lain selain...
Ready, Set, Go!



Read More......

Jumat, Desember 26, 2008

Coding...

Liburan asyiknya ngapain ya? Banyak orang berpikir inilah saat yang pas untuk menghabiskan waktu dengan keluarga. Makanya, banyak orang memilih mengunjungi tempat-tempat pariwisata dengan keluarga mereka. Contohnya, Kebun Raya dan Taman Safari di Bogor, serta Kebun Binatang Ragunan, Taman Mini, dan Ancol di Jakarta selalu ramai dikunjungi masyarakat yang ingin berlibur di masa liburan.

Aku juga ingin memanfaatkan momen liburan, salah satunya liburan natal akhir tahun ini, untuk, salah satunya, berkumpul dengan keluarga (ya iyalah). Tetapi, selain itu, aku juga ingin memperdalam ilmuku tentang coding. Coding? Apaan tuh? Makanan yang mirip agar-agar ya?
_ngawurmode:On_

Agar tidak terjadi salah paham tentang coding, mari kita lihat referensi dari ensiklopedia yang cukup terkenal di dunia maya. Katanya, coding adalah proses menulis, menguji dan memperbaiki (debug), dan memelihara kode yang membangun sebuah program komputer, yang ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman.

Ya, pada liburan kali ini aku ingin memperdalam pemahamanku mengenai "kutak-katik-kode" dalam beberapa bahasa pemrograman. Yah, sekedar iseng doang sih. Secara, walaupun aku mahasiswa ilmu komputer IPB, aku belum pernah belajar mata kuliah yang berhubungan langsung dengan komputer. Maklum, masih tahun pertama.

Oke, kembali ke laptop cerita. Kemarin, keinginan untuk ber-coding ria muncul, kali ini ingin mencoba basprog (bahasa pemrograman) Java. Untuk hal ini, aku pakai software Netbeans, yang kudapat dari workshop-nya anak Ilkom, IT Today. Berhubung programnya belum ada di komputerku, terpaksa aku instal dulu programnya.

Pertama, kuinstal Java Development Kit dan Java Runtime Environment dulu, karena ini merupakan prasyarat agar bisa menginstal Netbeans. File-file tersebut kuinstal di drive F, karena drive C-ku sudah hampir penuh. Selesai menginstal JDK dan JRE, kulanjutkan menginstal Netbeans-nya. Ternyata, Netbeans cuma bisa diinstal di drive C, sementara drive C-ku tidak mencukupi untuk diinstalkan Netbeans. Walaupun aku sudah melakukan Disk Cleanup berkali-kali, tetap saja belum berhasil. In the end, keinginan ini terpaksa kupendam.

Berhubung Java tak kesampaian, Visual Basic menjadi "tempat pelarian"-ku yang ingin ber-coding ria di masa liburan ini. Kali ini, aku mencoba membuat program database kelas, padahal, kalau mau jujur, aku belum pernah membuat sebuah program utuh menggunakan Visual Basic. Semoga saja bisa berhasil.

Nah, ketika aku menulis tulisan ini, aku mencoba lagi untuk menginstal Netbeans. Tadinya kupikir hanya bisa diinstal di drive C. Tetapi, ternyata bisa diinstal di drive F. Hehehe... Asyik... Akhirnya bisa belajar Java "sebelum waktunya"...

Read More......

Minggu, Desember 07, 2008

Sosum, oh Sosum (lagi!)....

Subhanallah, setelah sekian lama ga nge-post, tepatnya seabad sebulan, akhirnya aku berkesempatan untuk nge-post lagi.

UTS, yang "dibumbui" dengan secarik kisah tentang Sosiologi Umum, memang sudah agak lama berlalu. Jelas, karena UTS berakhir pada tanggal 14 November silam. Tetapi, "gaung"-nya masih cukup terdengar, bahkan sampai sekarang.

Seperti yang (mungkin) terjadi di bangku SMA lalu, tepat beberapa hari setelah UTS, orang-orang langsung "berpatroli" mencari nilai-nilai Mata Kuliah tertentu yang mungkin sudah keluar. Mading depan lab Fisika dan di depan LSI merupakan beberapa tempat "nongkrong" nilai-nilai tersebut. Mata Kuliah, kenudian kusebut Matkul, yang diumumkan nilainya beragam, tergantung kelasnya. Nilainya? Yah, begitulah. Yang pinter dapat nilai A, yang "kurang" dapat nilai C atau D.

Bagiku, dan mungkin bagi anak-anak kelas B lainnya, gaung UTS belumlah berakhir. Betapa tidak, nilai untuk kelas B belum semuanya keluar. Masih tersisa satu Matkul lagi yang nilainya belum keluar, yaitu:
SOSIOLOGI UMUM, yang kemudian akan kusebut Sosum.

Ya, sampai tulisan ini ditulis olehku, aku belum tahu berapa nilai Sosumku. Padahal, sudah 2 minggu berlalu sejak ujian Sosum, setelah mengalami penundaan menjadi tanggal 14 November, hari terakhir UTS, tersebut. Nilai yang paling duluan keluar adalah Fisika, 15 November. Disusul PIP, PKn, dan terakhir Bahasa Inggris. Kalau Bahasa Inggris, khusus kelasku baru diumumkan di minggu terakhir November.

Nilaiku? Yah, Alhamdilillah, memuaskan. Tapi, ya itu, sampai sekarang nilai Sosum belum dikasihtahukan (bahasa apaan nih?) kepada segenap mahasiswa yang mengikuti Matkul tersebut. Apa lagi, Sang Dosen Sosum sempat mengultimatum kelasku sebelum UTS, yang seingatku berbunyi, "Jika nilai UTS Anda dibawah "garis kemiskinan" (ini sih bahasanya Dosen PKn, tapi Anda tahu kan maksudnya?), tidak usah repot-repot masuk kelas Saya lagi". Terang saja, kata-kata ini membuatku sediit paranoid.

Sempat kudengar kabar, penyebab tidak kunjung keluarnya nilai Sosum ini adalah karena Sang Dosen Koordinator Matkul ini sedang sakit. Lha, tapi kan kalau sakit, pengumuman nilainya bisa diwakilkan tho?

Kemarin, kudengar kabar terbaru mengenai nilai Matkul ini. Ternyata, nilai telah dibagikan, dan dibawa oleh Komti (semacam KM) kelas masing-masing. Yah, semoga kabar ini benar adanya, jadi tidak usah berlama-lama lagi untuk menunggu nilai Sosum...

Read More......

Selasa, September 16, 2008

Fenomena Aneh (?)

Ada fenomena aneh yang terjadi di lorongku di asrama beberapa hari belakangan, yang "memakan korban" teman-teman selorongku. Fenomena aneh ini ditandai dengan gejala-gejala: berteriak-teriak "ayo, berangkat, berangkat..." kayak kernet di terminal; tanya-tanya tentang tempat jualan oleh-oleh khas Bogor; melontarkan pertanyaan "berapa hari lagi?"; dan gejala-gejala lainnya yang tidak dapat (mau?) disebutkan.

Percaya atau tidak, ternyata hal ini disebabkan oleh...
"virus" liburan yang menjangkiti hampir (atau semua?) mahasiswa IPB, khususnya mahasiswa TPB.

Karena liburan dijadwalkan tiba sejak hari Senin depan (tidak percaya? lihat disini, dan percayailah...), teman-temanku dilanda euforia yang teramat sangat, karena hampir semua dari mereka akan kembali ke kampung halaman masing-masing (termasuk aku). Tentu saja, kepulangan mereka ini dilatarbelakangi oleh maksud dan tujuan untuk berlebaran di kampung halaman mereka masing-masing. Hampir semua? Ya, karena ada beberapa dari mereka yang tidak dapat merasakan indahnya hari raya Idul Fitri bersama keluarga tercinta, karena terbentur masalah ..., ..., ..., (maaf, tidak akan dirinci satu persatu...).

Sebagian dari mereka, yang pulang kampung, akan mudik bersama OMDA (Organisasi Mahasiswa Daerah) masing-masing, dan sebagian lagi akan mudik sendiri-sendiri. Kalau orang Bogor, yah, sepertinya mereka "pulang kampung"-nya bisa kapan saja (aku juga dong, hehehe...). Maklumlah, IPB kan adanya di Bogor...

Demikian laporan untuk hari ini. Mohon maaf apabila ada informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan, dan kata-kata yang kurang berkenan. Terima kasih.

Read More......

Kamis, Agustus 21, 2008

MPKMB PATRIOT 45

17, 18, dan 19 Agustus 1945. Tiga hari yang cukup penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Hari-hari itu merupakan hari-hari awal kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini. Hari-hari dimana media massa sibuk menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia kepada seluruh rakyat Indonesia dan rakyat dunia.

Tak jauh berbeda dengan tahun 1945, tanggal 17, 18, dan 19 Agustus, juga memiliki kenangan tersendiri bagi mahasiswa baru IPB yang baru masuk tahun 2008 ini. Mau tahu kenapa? Baca terus post ini.

Tanggal 17, 18, dan 19 Agustus kemarin merupakan langkah awal kami - aku dan teman-teman angkatan 45 IPB - memulai kehidupan di dunia kampus, lewat acara MPKMB. MPKMB merupakan kependekan dari Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru, ya bisa dibilang ospeknya IPB lah. MPKMB kali mengambil tema "Perkenalan Cinta Pertanian dan Orientasi Angkatan 45", disingkat PATRIOT 45. Hal ini berkenaan karena kami adalah angkatan ke-45 di IPB. Keren yah, bisa pas gitu?

Acara ini berlangsung selama 3 hari, yaitu tanggal 17 (Pra MPKMB), 18 (Hari ke-1), dan 19 (Hari ke-2) Agustus 2008. Seperti layaknya ospek dan MOS, dalam MPKMB kami "dibebankan" berbagai macam SOP (Standar Operasional Prosedur?) dan tugas, seperti potongan rambut 2-3-2 bagi putra (cepak?), pengganti tabir surya berbentuk persamaan kuadrat y=x2 ber-determinan (diskriminan?) positif (maksudnya payung), ikat pinggang berwarna emisivitas 1 (warna hitam), dan lain-lain. Oiya, kalau mau lihat name tag-nya, disebelah kiri ada contohnya. Berbentuk segilima dengan ornamen-ornamen sedemikian rupa. Mau tahu ukurannya? Cukup besar untuk nutup dada, seperti ID BDM-nya MPK Smansa. Oh iya, satu perlengkapan yang haram untuk ditinggalkan adalah... anyaman bambu sebagai mahkota petani Indonesia, yaitu TOPI CAPING. Ternyata, memakai caping enak juga lho.

Dalam mengikuti MPKMB ini, kami dibagi menjadi 25 kelompok, yang disebut Kompi, dimana setiap Kompi mempunyai 5 orang PJK (Penangung Jawab Kompi) dan 3 orang Komdis (Komisi Disiplin, kalau di Smansa Bogor kayak POSKO gitu). Bedanya, kalau di Smansa PJ dan POSKO sama galaknya (tapi lebih galak POSKO sih), kalau di IPB yang galak cuma Komdis. Juga, tiap 5 Kompi tergabung dalam satu Batalyon (Balon). Karena aku ada di Kompi 8, maka aku tergabung dalam Balon 2.

Kesan pertamaku mengenai acara ini? Hmmm, ospek yah, sepertinya bakal "menyenangkan", bahkan mungkin lebih "senang" dibandingkan dengan MOS SMA. Oke, untuk membuktikan anggapanku, mari ikuti ceritanya.


17 Agustus 2008 (Pra MPKMB)
Tepat pada hari kemerdekaan Indonesia, rangkaian acara MPKMB dimulai. Karena kami, yang putra, diwajibkan untuk berkumpul di lapangan asrama pada pukul 05.30, maka seluruh penghuni astra (asrama putra) bangun sepagi-paginya untuk menyelesaikan tugas dan mandi, agar bisa menghindari antrian di kamar mandi. Setelah berkumpul semua, kami digiring (?) ke Lapangan Rektorat untuk mengikuti upacara 17 Agustus. Sayangnya, kami yang putra kurang beruntung, karena berbaris di tempat yang tidak ada naungannya dan menghadap sang Surya langsung. Yah, bisa dibayangkan sendiri lah keadaan kami yang putra pada saat itu.

Sekitar pukul 07.50, upacara dimulai, dengan pembina upacara Rektor IPB,
Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc. Di pengujung acara, dibacakan Keputusan Presiden tentang pegawai IPB yang mendapat penghargaan Satyalancana Karya Satya atas pengabdian 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun. Dilanjutkan dengan Keputusan Rektor tentang ... (lupa), Pengumuman Mahasiswa Berprestasi, dan juga pemberian selamat kepada pemenang penghargaan. Upacara berakhir sekitar pukul 09.30.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sosialisasi makan mi jagung baso. Mi yang ini berbahan baku jagung, bukan gandum seperti yang ada di pasaran. Katanya sih rasanya beda dengan mi gandum, tetapi kalau kataku rasanya seperti mi gandum, hanya agak keras. Oiya, katanya juga acara ini diliput oleh stasiun TV Trans7, tetapi aku juga tidak tahu sih. Acara ini berakhir sekitar pukul 10.45. Setelah itu, kami semua digiring ke Masjid Al Hurriyyah untuk ishoma (istirahat, sholat, makan).

Setelah ishoma, kami digiring ke lapangan Gymnasium untuk mencoba memecahkan rekor MURI, yaitu makan ubi bersama-sama dengan peserta terbanyak. Pada paginya, kami juga mencoba memecahkan rekor sebagai pengumpul kertas bekas terbanyak. Untuk makan ubi, rekor telah dipecahkan, tetapi untuk kertas bekas, katanya dihitung dulu. Ketika makan ubi, beberapa wartawan ikut meliput acara tersebut, tetapi sepertinya hanya media massa saja, tidak ada yang dari stasiun TV. Setelah acara tersebut, rangkaian acara pada hari itupun selesai.


18 Agustus 2008 (Hari ke-1 MPKMB)
Sama seperti hari sebelumnya, sebelum memulai kegiatan, kami, yang putra, dikumpulkan di lapangan asrama, untuk kemudian dimobilisasi (beuh, bahasanya) ke Graha Widya Wisuda (GWW). Pada hari itu, acara terpusat di GWW. Acara di GWW dimulai dengan acara pembukaan acara MPKMB secara resmi oleh Pak Rektor, sekitar pukul 08.00. Kemudian acara dilanjutkan oleh Seminar dengan narasumber Menteri Pertanian Indonesia,
Dr. Ir. Anton Apriyantono, MS. Sekitar 90 menit beliau berbicara tentang pentingnya mengembangkan pertanian Indonesia, yang terdiri dari pertanian darat dan laut, karena hal ini menyangkut hidup matinya bangsa Indonesia.

Setelah seminar dari Pak Menteri selasai, acara dilanjutkan dengan Seminar kedua, kali ini narasumbernya adalah Pak Rektor. Kali ini, Pak Rektor mengenalkan kami dengan serba-serbi dunia kampus IPB. Setelah sekitar 90 menit memberikan penjelasan, Seminarpun selesai, dan kami dimobilisasi ke Al Hurriyyah untuk ishoma.

Setelah ishoma, kami digiring ke GWW (lagi?). Disana telah menunggu acara selanjutnya, yaitu Seminar ketiga, yang kali ini menghadirkan mahasiswa berprestasi IPB dan mahasiswa IPB yang telah sukses berwirausaha. Setelah sekitar 1 jam 15 menit berlalu, selesailah Seminar ketiga. Dan rangkaian acara tanggal 18 ini diakhiri dengan acara perang yel-yel antar Balon.


19 Agustus 2008 (Hari ke-2 MPKMB) Hari kedua ini tak jauh berbeda dengan dua hari sebelumnya, hanya di hari kedua ini kami disuruh memakai setelan olahraga. Perjalanan kami hari ini dimulai dari asrama masing-masing (ya iyalah, masa' dari kosan?) menuju ke pelataran Gymnasium. Disana kami disuruh mengumpulkan tugas yang telah ditugaskan sebelumnya, yaitu buku tugas dengan berbagai tugasnya, artikel berita, dan opini tentang Tujuh Gugatan Rakyat (TUGU Rakyat) poin ketahanan pangan (4 dan 5). Setelah beberapa saat, kami digiring menuju lapangan Gymnasium untuk melakukan olahraga, yaitu senam. Setelah sejam bersenang-senang dengan senam, selanjutnya kami digiring menuju GWW.

Rangkaian acara di GWW diawali dengan Demonstrasi dari berbagai UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa, kayak Ekskul lah) yang ada di IPB. Kemudian, sekitar pukul 10.30, ada Seminar dari Ketua DPM-TPB (Dewan Perwakilan Mahasiswa-Tingkat Persiapan Bersama) dan Presma (Presiden Mahasiswa), yang menyita waktu kami (?) sekitar satu jam.

Setelah itu, tibalah saatnya sang Guest Star (?) memberikan wejangannya, yaitu Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Adyaksa Dault. Dalam wejangannya, Pak Menteri berpesan agar angkatan 45 dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat, setidaknya bagi IPB. Pak Menteri juga berpesan agar kami menjadi negarawan, bukan politikus, karena negarawan adalah seseorang yang menjadikan dirinya sebagai pelayan bagi bangsa dan negaranya, sedangkan politikus adalah seseorang yang menjadikan bangsa dan negaranya sebagai pelayannya. Acara yang sangat meriah ini berlangsung sekitar 75 menit. Setelah itu, kami dimobilisasi ke Al Hurriyyah untuk ishoma.

Setelah ishoma, akhirnya kami tiba pada sajian terakhir dari rangkaian acara MPKMB, yaitu simulasi aksi (demo). Dimulai dari pelataran GOR lama, acara yang berlangsung sejak pukul 14.30 ini berujung (?) di lapangan Gymnasium, yang diasumsikan gedung DPR-RI. Acara in bertujuan untuk mengenalkan para mahasiswa baru kepada aksi demonstrasi, yang biasanya dilakukan oleh para mahasiswa (kayaknya sih...). Dalam acara ini, para partisipan terbagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya orator, bunker (tameng depan), dan border (pagar pembatas). Setelah melalui beberapa kejadian yang seru, menyebalkan, dll, akhirnya kami berhasil menerobos barikade "polisi" dan masuk ke area "gedung DPR-RI". Dan, sudah bisa ditebak, semuanya bahagia.

Oke, mungkin simulasi aksi bukan sajian terakhir MPKMB, karena masih ada sesi renungan yang, ya biasalah, membuat orang-orang menitikkan air mata. Acara renungan ini berlangsung sekitar 30 menit. Setelah acara renungan, dilanjutkan dengan Award buku tugas terbaik, yel-yel terbaik, dan Kompi terbaik. Setelah itu, rangkaian acara MPKMB ditutup oleh Wakil Rektor. Dan semua peserta dimobilisasi kembali ke asrama masing-masing.

Secara keseluruhan, aku berpendapat bahwa acara MPKMB ini memang acara bersenang-senang, bukan "bersenang-senang", walaupun ketika mobilisasi kami disuruh lari-berhenti-lari-berhenti, yang membuat capek. Yah, mungkin sekian ulasan rangkaian acara MPKMB dariku. Kalau ada yang kurang, terlewat, atau mungkin salah mengenai post ini, beritahu lewat komentar ya.

Oh iya, ternyata MPKMB PATRIOT 45 ini punya theme song lho. Mau tahu? Klik aja disini.

Terakhir, ketika aku buka website IPB, ternyata rekor MURI tentang pengumpulan kertas bekas terbanyak juga telah terpecahkan. Ingin tahu beritanya? Lewat sini.

Read More......

Sabtu, Juli 26, 2008

MASJIGUR

Haaah... akhirnya bisa ngisi blog lagi, setelah kemarin Rabu menjalani UTS untuk mata kuliah Pengantar Matematika, yang soalnya lumayan membuat "kalang kabut" otak. Kali ini, aku ingin berbagai tentang acara yang kuhadiri kemarin Minggu.

Hari Minggu (20 Juli 2008) malam yang lalu, aku menghadiri sebuah acara yang diselenggarakan oleh angkatan SMA-ku, angkatan Bajigur Plin-Plan (keren yah namanya?), yang bertajuk Malam Singkat Bajigur, atau disingkat dengan istilah "MASJIGUR". Acara ini merupakan sebuah acara "hura-hura", istilahnya "prom nite" (nite atau night?) lah. Setiap yang hadir di acara ini diwajibkan mengenakan pakaian batik, karena dresscode-nya memang baju batik. Dan acara ini bertempat di Istana Ballroom Hotel Salak Bogor.

Menurut undangannya, acara akan dimulai pada pukul 18.00 sampai dengan pukul 22.00. Tetapi, dengan berbagai pertimbangan, akhirnya aku memutuskan untuk berangkat sehabis shalat Maghrib, sekitar pukul 18.30. Sampai disana, sekitar pukul 19.00, ternyata acaranya belum dimulai. Para partisipan (maksudnya, yang ikut acara ini) masih "berkeliaran" kesana kemari. Entahlah, sepertinya budaya "jam karet" masih "dipegang teguh" oleh teman-temanku, termasuk aku. Hehehe...

Akhirnya, acarapun dimulai sekitar pukul 19.35. Dipandu oleh Glen dan Zubedh, acara ini dibuka dengan sambutan dari sang ketua panitia, yaitu Nazmi. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bos Angkatan, siapa lagi kalau bukan Agil Hijriansyah. Habis itu, ada selingan berupa "hadiah pintu" (doorprize gitu...), kemudian dilanjutkan dengan "penyambutan" teman-teman yang baru pulang sehabis ikutan AFS (semacam program pertukaran pelajar), yaitu Ermy (Amrik), Anindita (Amrik), Natasha (Jerman), dan Praditta (-lupa di negara mana, maaf...-). Setelah itu, ada penampilan dari band-nya Okta dkk, yang biasa membawakan lagu mellow dengan irama rock. Habis itu, diberikan istirahat selama kurang lebih 20 menit, untuk menikmai makanan yang telah disajikan, yang berupa snack, keripik, dan es loder.

Setelah 20 menit, acara kembali dilanjutkan. Paruh kedua dari acara itu, yang menurutku, karena makin malam, makin tidak jelas saja. Kali ini diawali dengan acara games , yang teknisnya, malas kujelaskan. Setelah itu, tampil band-nya Dhiaksa dkk, yang khas dengan lagu mellow "beneran"-nya. Setelah itu, kembali diselenggarakan games. Kali ini, games-nya bertemakan "menemukan alas kaki sang pasangan", yang teknisnya, juga malas aku menjelaskannya. Kemudian, tampillah band-nya Fathiin dkk, yang suka membawakan lagu-lagu yang iramanya keras, bikin yang suka sama lagu itu jingkrak-jingkrak, dan... pokoknya gitu lah, malas mendeskripsikannya.

Berlanjut ke acara berikutnya, Award Bajigur Plin-Plan, yang menurutku juga agak dan memang "gajebo" (ga jelas bo-pen). Award ini memperebutkan nominasi-nominasi yang agak "gimana gitu...", sebagai berikut:
Ter-branded (paling bermerek, atau apalah...) = Fahmi Inderawan
Termunyung (tukang ikut-ikutan...?) = Aul
Tereksis (ga ngerti maksudnya) = Wiwit
Tersiksa (lebih ga ngerti maksudnya) = Dhani
Hot Gossip = Dhiaksa - Agil (haah?)
Best Dress = Fathiin - Dewi (kayaknya karena mereka pakai baju TK(?))
King & Queen of Prom = (maaf, kurang tau namanya...)
Diantara nominasi Hot Gossip dan Best Dress, diselingi sama modern dance, yang dibawakan oleh Inta, Afra, dan Kartika. Setelah award, acara dilanjut dengan games lagi, dan kemudian penampilan dari guest star malam itu, yaitu MFWD, band angkatan Borok (kalau tidak salah). Dan penampilan MFWD ini adalah sajian terakhir malam itu. Waktu itu, jamku menunjukkan pukul 23.15, kalau jam normal sih sekitar jam 23.05, maklum jamku gak normal. Aku yang sudah capek, bersama Deni akhirnya memutuskan untuk pulang duluan. Kalau kuprediksi, acara malam itu berakhir sekitar pukul 23.30. Yah, malam yang cukup menyenangkan...

Read More......

Sabtu, Juli 12, 2008

Induksi Matematika???? (jawaban pertanyaan...?)

Setelah sehari termangu, terbengong-bengong, dan termenung oleh satu persoalan induksi matematika, akhirnya persoalan tersebut terselesaikan juga.

Kemarin siang, ketika masuk ke dalam kelas, dosenku datang dengan membawa penyelesaian soal induksi matematika yang belum sempat terselesaikan di hari Kamis kemarin.

Begini caranya, tapi langsung ke langkah induksinya, males nulis ulang semuanya...

Langkah: Apakah 2^(k+1) > (k+1)^3?
====> 2^(k+1) = 2.2^k > 2k^3
============ii2.2^k > k^3 + k^3
============ii2.2^k > k^3 + k.k^2
=====iKarena k>=10, maka:
============iik^3 + k.k^2 > k^3 + 4k^2 (bukan 4 juga ga papa, pokoknya bilangan dibawah 10)
============iik^3 + k.k^2 > k^3 + 3k^2 + k^2
============iik^3 + k.k^2 > k^3 + 3k^2 + k.k
=====iKarena k>=10 (lagi), maka:
============iik^3 + 3k^2 + k.k > k^3 + 3k^2 + 4k
============iik^3 + 3k^2 + k.k > k^3 + 3k^2 + 3k + k
=====iKarena k>=10 (lagi?), maka:
============iik^3 + 3k^2 + 3k + k > k^3 + 3k^2 + 3k + 1

Jadi, 2^(k+1) > (k+1)^3 terbukti sudah kebenarannya.

Hhhh... akhirnya persoalan ini selesai juga. Sebuah soal yang cukup menyita waktu untuk berpikir ekstra. Bahkan, akupun tidak dapat menyelesaikan soal ini. Memang, aku tidak terlalu mengerti tentang materi induksi matematika ini, karena waktu SMA dulu aku tidak diajarkan mengenai bagian ini, yang dilewat oleh guruku demi mengejar materi di bab selanjutnya.

Kamis malam, aku menanyakan hal ini kepada seorang temanku di asrama. Dan, yang cukup mengejutkan, dia langsung mengerjakan soal ini sampai selesai tanpa kesulitan. Ketika dia selesai mengerjakan soal ini, akupun terbengong-bengong melihatnya menyelesaikan soal ini. Versi dia, berbeda seperti cara dosenku, adalah sebagai berikut.
Hipotesis: Anggap benar 2^k > k^3

Langkah: Apakah 2^(k+1) > (k+1)^3?
====> 2^(k+1) = 2.2^k > (k+1)^3
============ii2.k^3 > (k+1)^3 (substitusi dari hipotesis)
============iik^3 + k.k^2 > k^3 + 3k^2 + 3k + 1
=====iKarena k>=10, maka:
============iik^3 + 10k^2 > k^3 + 3k^2 + 3k + 1
============iik^3 + 3k^2 + 7k.k > k^3 + 3k^2 + 3k+ 1
=====iKarena k>=10 (lagi), maka:
============iik^3 + 3k^2 + 70k > k^3 + 3k^2 + 3k + 1
============iik^3 + 3k^2 + 3k + 67.k > k^3 + 3k^2 + 3k +1
=====iKarena k>=10 (lagi?), maka:
============iik^3 + 3k^2 + 3k + 670 > k^3 + 3k^2 + 3k + 1
Jadi, 2^(k+1) > (k+1)^3 terbukti sudah kebenarannya.

Itulah dua versi jawaban dari soal induksi matematika yang cukup membuat "kalang kabut" kelasku. Cara mana yang lebih mudah, silakan tentukan sendiri. Bingung juga cara mana yang lebih mudah, yang pasti, hhhh... capek nulis prosedur kaya gitu di atas...

Read More......

Kamis, Juli 10, 2008

Induksi Matematika????

Hari ini aku belajar induksi matematika, masih dalam rangkaian matrikulasi di IPB. Inilah materi yang ga aku ngerti sama sekali (masa?) di jagad per-logika matematika-an, karena pas ngeliat materinya, rasa ngantukku meningkat drastis. Dan semangat belajarku jadi ilang.

Oke, balik lagi ke cerita. Pertama, dosennya mengajarkan dulu konsep dasarnya (ya iyalah...), yaitu sbb:

Induksi Matematika
Kegunaan: untuk membuktikan kebenaran.....blah....blah....blah...
...
...
Langkah Pembuktian:
1.Basis induksi: tunjukkan P(1) benar
2.Hipotesis induksi: anggap P(k) benar untuk k>=1
3. Langkah induksi: tunjukkan P(k+1) benar
(pokoknya, ya begitulah... males nulis yang lengkapnya)

Kemudian sampailah di bagian contoh soal. Contoh soal pertama berhasil diselesaikan. Yang kedua juga. Pun yang ketiga. Begitu sampai pada contoh soal keempat, yang soalnya:
Untuk n>=10, 2^n > n^3
(baca: "untuk n lebih besar sama dengan 10, 2 pangkat n lebih besar dari n pangkat 3)

tiba-tiba kelas menjadi hening. Bukan apa-apa, karena ga ada yang bisa nyelesai-in persoalan ini, bahkan dosenku juga ikut-ikutan bingung.

Begini langkah pengerjaannya:
1. Basis: n=10 -> 2^10 > 10^3 -> 1024 > 1000
2. Hipotesis: n=k -> Anggap benar 2^k > k^3
3. Langkah: Apakah 2^k+1 > (k+1)^3?

Nah, di prosedur ketiga ini, ga ada yang tau cara nerusin induksi ini, bahkan sang dosen.

Jadi, buat para pengunjung blog ini, kalo ada yang tau cara nyelesai-in induksi ini, kasih tau caranya lewat bagian komen ya, tentunya jangan lupa cantumin nama.

Read More......

Selasa, Juli 08, 2008

Matrikulasi di IPB

Beberapa jam setelah kedatanganku (wuih, bahasanya...) di asrama, sekitar hari Rabu pagi (aku dateng ke asrama hari Selasa malem), tanggal 2 Juli, di mading tertempel kertas-kertas berisikan tentang pembagian kelompok matrikulasi. Sedikit tentang matrikulasi di IPB, matrikulasi ini cuma terbagi atas dua mata kuliah (atau pelajaran?), yaitu Pengantar Matematika (PM) dan Kimia. Dan matrikulasi ini cuma berlangsung selama kurang lebih 5 minggu. Oke, balik lagi ke ceritaku (?). Kucari namaku di kertas itu. Ternyata, aku dapat matrikulasi pelajaran PM, tepatnya di kelompok 11. Pikirku, "mate, ya udahlah".

Kamis, 3 Juli 2008, aku menyatroni (?) perpus Matematika di gedung FMIPA untuk membeli diktat PM. Begitu kulihat daftar isinya, tertulis disana:

Bab 1 Logika Matematik
Bab 2 Kombinatorika
Bab 3 Matriks
Bab 4 Sistem Persamaan Linear
Bab 5 Selang, Ketaksamaan, dan Nilai Mutlak
Bab 6 Fungsi dan Model
Bab 7 Limit dan laju Perubahan
"Wuihh... pelajaran SMA nih", pikirku. Ketika kubuka diktatnya halaman demi halaman, memang materi matrikulasi ini adalah hampir keseluruhannya materi SMA. Oke, rasanya aku bakal menikmati masa matrikulasi ini. Untuk pelajaran Kimia, aku tidak begitu hafal pelajarannya, tapi kurang lebih ya pelajaran SMA.

Beberapa hari yang lalu, entah hari Senin atau hari Selasa, aku mendengar pernik lain dari pelajaran matrikulasi ini. Ternyata, jika kamu dapet nilai bagus pas matrikulasi, entah di pelajaran PM atau Kimia, kamu boleh ikut pelajaran ini pas TPB nanti, ga harus. Wah, enak juga ya...

Read More......

Minggu, Juli 06, 2008

Registrasi di IPB (2)

2 Juli 2008. Sebuah tanggal yang akan menentukan segalanya. Ya, hari itu aku diharuskan datang sendiri ke GWW untuk registrasi (yang sebenarnya). Kalau aku tidak datang pada hari itu, dapat dipastikan aku tidak diakui sebagai mahasiswa IPB.

Untuk registrasi, aku diharuskan membawa:

  1. Surat undangan
  2. Ijazah, NUN, dan rapot asli dan 2 fotkop(fotokopian)-nya yang disahkan kepsek
  3. Surat Pernyataan Mengikuti Pendidikan Tingkat Persiapan Bersama TPB IPB bermaterai
  4. Biodata
  5. Daftar Riwayat Hidup berpasfoto
  6. Akte Kelahiran
  7. Keterangan ganti nama (buat yang pernah ganti nama)
  8. Pasfoto 3x4 sebanyak 4 buah
  9. Formulir kesehatan
  10. Semua bukti pembayaran biaya pendidikan dan 2 fotkop-nya
Oke, semua persiapan selesai, akupun berangkat. Karena aku diharuskan datang ke GWW pada jam 08.45, aku berangkat kesana jam 08.15 dari asrama. Ya, dari asrama, yang notabene baru aku "sambangi" tadi malemnya.




Sampai di tempat, aku menemui beberapa teman SMP-ku yang juga ikut registrasi, seperti Endra (SMAN 2) dan Ivan (SMAN 5). Belakangan aku baru tau, yang registrasi pas hari Rabu itu orang-orang yang berasal dari Jakarta, Depok, Bogor, dan daerah sekitarnya.

Sesampainya di dalam gedung, aku menunggu untuk dipanggil ke meja M2. Setelah dipanggil, aku disuruh mengeluarkan rapot, ijazah, dan NUN asli dan 2 fotkop-nya yang disahkan kepsek. Karena ijazah dan NUN yang asli belum keluar, jadinya kubawa saja STK (Surat Tanda Kelulusan) dan SKHU (Surat Keterangan Hasil Ujian) yang diberikan oleh sekolah. Ternyata, yang diminta benar-benar harus ijazah dan NUN. Alhasil, akupun harus bikin "surat perjanjian melengkapi dokumen". Makanya, di friendster di bagian shoutout aku nulis "Kapan sih cap tiga jari? Ga sabar nih nunggunya...", ya harapannya sih biar cepet selesai gitu. Denger-denger sih cap tiga jarinya besok Senin (7 Juli). Alhamdulillah, semoga aja bener beritanya biar bisa cepet selesai urusanku itu.

Selesai di meja M2, berlanjut ke meja M3. Disini, aku harus mengeluarkan daftar riwayat hidup, biodata, bukti pembayaran asli dan fotkop-nya. Dan disini, aku diberi kartu tanda mahasiswa sementara (KTM Sementara). Oke, kemudian berlanjut ke meja M4. Kukeluarkan (lagi) biodata, juga bukti pembayaran dan fotkop-nya. Berpindah ke meja Administrasi Pendidikan (mindik), kukumpulkan formulir untuk bikin kartuplus mahasiswa BNI, dengan kata lain aku disuruh membuka rekening di BNI.

Selesai di meja mindik, berlanjut ke meja TPB untuk mengumpulkan kuesioner kemampuan dasar komputer dan menerima jadwal kuliah. Kemudian, pemeriksaan kesehatan. Permtama, ukur tinggi/berat badan. Ternyata tinggiku cuma 163 cm dan beratku 56 kg. Pendek juga ya... Kemudian, tes urin. Lalu, ukur tensi. Setelah itu, ambil sampel darah. Dan kemudian, menghadap ke dokter biar bisa dinyatakan sehat.

Selesai dari dokter, saatnya lanjut untuk mengukur jaket almamater. Saat itu sekitar jam 12.15. Dan apesnya, saat itu dinyatakan break sampai jam 1. Padahal tinggal sedikit lagi tuh.
Oke, jam 1 lewat kegiatan registrasi berlangsung kembali. Setelah mengukur jaket almamater dan jas lab (?), ada pengarahan sedikit dari pihak IPB. Setelah itu, kami (aku dan teman-teman yang bareng denganku) digiring untuk sekali lagi mampir ke stand di depan GWW, dan setelah itu, kami pulang ke tempat masing-masing. Ada yang ke asrama, ada yang ke rumah. Beneran loh, ada juga temenku, terutama anak Bogor, yang belum mulai nginep di asrama.

Hhhh... Capek juga perjalananku hari itu ya...

Read More......

Registrasi di IPB (1)

Tanggal 30 Juni kemarin, aku diharuskan datang sendiri ke IPB Dramaga untuk registrasi. Setelah melalui berbagai peristiwa yang cukup melelahkan, aku sampai di tempat registrasi, yaitu di gedung Graha Widya Wisuda (GWW). Setelah melewati antrian yang cukup panjang biar bisa masuk ke GWW, akhirnya tiba giliranku untuk masuk dan melaksanakan registrasi ulang. Ternyata, registrasi ulang yang dimaksud tidak dilaksanakan pada hari ini, tetapi pada hari berikutnya, dan aku dapat giliran pada hari Rabu, 2 Juli.

Ternyata, hari itu adalah pembukaan Open House IPB. Dan, seperti layaknya Open House umumnya, kami (calon mahasiswa IPB) diperkenalkan kepada beberapa hal mengenai IPB. Setelah beberapa waktu yang cukup lama di dalam GWW, kami diajak berkeliling stand, yang ada di depan GWW, yang diisi oleh beberapa organisasi mahasiswa, UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), dan perkumpulan mahasiswa dari daerah tertentu yang ada di IPB.

Setelah puas berkeliling di stand, kami digiring (?) menuju asrama masing-masing, yang laki-laki ke asrama putra dan yang perempuan ke asrama putri dan rusunawa (sampai sekarang aku nggak tau kepanjangan rusunawa). Asrama putra (astra) terdiri dari tiga gedung, yaitu gedung c1, c2, dan c3. Dan kamarku ada di gedung c1 dengan nomor kamar 52. Setelah beristirahat sebentar, aku dan keluarga pulang ke rumah, mempersiapkan segala hal yang perlu kubawa ke asrama.

Read More......
Template by : kendhin x-template.blogspot.com
Modified by thesenseiofgarinx