Selasa, Desember 06, 2011

Kegalauan Mahasiswa Ilkom

Setelah lama tidak diurus ditinggalkan, akhirnya blog ini diisi lagi. Mengapa blog ini lama ditinggalkan oleh si empunya? Ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini. Biasa lah, galau mahasiswa... *halah

Berbicara mengenai kegalauan, dalam tulisan ini saya mencoba untuk menguraikan beberapa kegalauan mahasiswa Ilkom angkatan saya dari tahun ke tahun. Sebenarnya, hal ini terinspirasi dari komentar seorang adik kelas di status adik kelasnya... :)
Secara garis besar, kegalauan kami dibagi menjadi beberapa level:
- Semester 1 & 2
- Semester 3
- Semester 4
- Semester 5
- Semester 6
- Liburan Semester 6
- Semester 7
- (prediksi) Semester 8 ke atas

Semester 1 & 2: Galau TPB
Bagi mahasiswa IPB, semester 1 & 2 merupakan masa Tingkat Persiapan Bersama (TPB). Dengan kata lain, masa "SMA kelas 4", karena beberapa mata kuliah yang diajarkan oleh dosen merupakan "review" dari materi semasa SMA.
Masih dalam masa TPB, dalam tahun pertamanya seuruh mahasiswa IPB diharapkan (kalau tidak mau dibilang "diwajibkan") untuk tinggal di asrama TPB. Sebagai konsekuensi dari tinggal di asrama, kami diwajibkan untuk mematuhi semua tata tertib asrama dan mengikuti semua acara asrama. Hal ini menimbulkan kegalauan tersendiri bagi sebagian dan/atau seluruh penghuni asrama. Dan hari-hari paling riweuh di asrama terjadi setidaknya tiga kali, yaitu ketika check in ke asrama, ketika menjelang libur Idul Fitri, dan ketika check out dari asrama.

Semester 3: Galau Minor
Saat-saat paling bersejarah, karena untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di departemen tercinta. *halah*
Sebagai mahasiswa IPB semester 3 dengan kurikulum mayor-minor, kami diharuskan untuk memilih minor, yaitu paket mata kuliah dari departemen lain. Ketika kuliah minor dilakukan, kita akan bergabung dengan mahasiswa dari departemen lain. Minor dianggap juga sebagai "keahlian tambahan", yang nantinya akan dipajang dituliskan pada ijazah.
Lalu, di mana galaunya? Pastinya galau terjadi ketika kami memilih minor. Ada beberapa kondisi yang mungkin terjadi, yaitu minor pilihan ternyata kurang diminati oleh teman sedepartemen, atau ada yang ikut-ikutan mengambil minor tertentu padahal minor tersebut tidak sesuai dengan pilihan hatinya. *eaaaa*

Semester 4: Galau Projek Kuliah
Semester 4 merupakan kali pertama diperkenalkan istilah "projek kuliah". Mata kuliah pertama yang mengenal istilah ini adalah matkul Basis Data. Dalam projek ini, mahasiswa diminta untuk membuat sebuah sistem basis data yang minimal dapat melakukan CRUD (Create, Read, Update, Delete). Mulai dari semester ini dan seterusnya, akan ada projek untuk mata kuliah tertentu.

Semester 5: Galau Projek Kuliah (Lanjutan) & Kepanitiaan
Di semester 5, jumlah mata kuliah yang mengadakan projek semakin banyak. Paling tidak ada 2 mata kuliah yang ada projeknya. Sebenarnya sih tidak terlalu menyulitkan. Akan tetapi, pada semester ini pekerjaan yang harus diselesaikan ditambahkan dengan kepanitiaan pada satu acara besar milik himpunan profesi kami, pun satu sub-acara dari acara besar milik BEM FMIPA.

Semester 6: Galau Projek Kuliah (Lanjutan) & Tempat PKL
Di semester 6, setidaknya ada 5 mata kuliah mayor yang harus diambil, dan 4 diantaranya mengadakan projek akhir. Yang lebih membuat "eneg", kelompok projek dari masing-masing matkul kadang berbeda. Tentunya masalah koordinasi dengan masing-masing anggota kelompok menjadi perhatian penting, selain masalah kemajuan projek.
Selain masalah projek, kami juga disibukkan dengan masalah pencarian tempat PKL "wannabe". Ya, selama jeda libur semester 6, kami yang telah memenuhi persyaratan melaksanakan PKL (Praktik Kerja Lapang) di instansi tertentu. Tempat yang menjadi tujuan PKL sebaiknya dicari sendiri oleh kami, otherwise kami akan ditempatkan secara semena-mena oleh Departemen.

Liburan Semester 6: Galau PKL
Akhirnya tiba masa-masa PKL. Hampir seluruh mahasiswa Ilkom 45 melaksanakan PKL di berbagai instansi yang tersebar di seantero Jabodetabek. Dalam PKL ini, ada beberapa topik permasalahan yang dihadapi oleh kami. Ada yang membangun sistem informasi kepegawaian, membuat program untuk dapat "berinteraksi" dengan mesin CNC, dan membangun program sesuai pesanan customer (bagi yang PKL-nya di instansi penyedia jasa pembuatan program).

Semester 7: Galau Laporan PKL, Projek Kuliah, & Topik Skripsi
Setelah melaksanakan PKL, tugas berikutnya adalah seminar PKL. Kegiatan ini menjadi sumber kegalauan tersendiri, karena ini merupakan seminar pertama kami, dan kami agak kerepotan dalam menghadapinya. Alhamdulillah, semua dapat melaksanakan seminrar pertamanya dengan baik.
Setelah seminar, kemudian pengumpulan laporan PKL. Sama seperti seminar, laporan menjadi sumber kegalauan. Hal ini lebih disebabkan karena teknis penulisan dan pengumpulannya yang agak "ribet".
Berikutnya, topik skripsi. Berhubung kami sudah semester 7, yang sebentar lagi harus hengkang dari kampus akan lulus *Aamiin*, maka kami perlu mengajukan topik untuk skripsi, plus dosen pembimbingnya. Setelah pengajuan topik & penentuan dosen pembimbing, dilanjutkan dengan kolokium a.k.a. presentasi awal. Yang terakhir ini adalah yang sedang "anget-anget"-nya. Malah, isu ini semakin "anget" dengan adanya projek kuliah, yang mau tak mau harus dikerjakan juga, dan UAS, yang akan dilaksanakan pada H+1 tahun baru..... :v :v

(prediksi) Semester 8 ke atas: Galau Skripsi
Untuk semester-semester berikutnya, mungkin akan lebih ke arah galau pengerjaan skripsi, seminar skripsi, sidang skripsi, dan wisuda. Kalau yang masih ada hutang kuliah, berarti ditambah juga dengan galau kuliah.

Yah, begitulah galau dari sebagian kami. Semoga dapat menginspirasi *?!*. Do'akan saja semoga kami cepat lulus, dan lulus di saat yang tepat... :D
Bagaimana dengan kisah Anda? :)

Jumat, Januari 28, 2011

Fieldtrip Ilkomerz 45



Yeah, akhirnya Ilkomerz 45 mengadakan fieldtrip juga!

Awalnya, kami berencana untuk mengadakan fieldtrip pada hari Selasa tanggal 25 januari 2011, dengan tujuan ke Depkominfo RI dan ID-SIRTII. Akan tetapi, karena satu dan banyak hal, akhirnya kami berangkat fieldtrip pada hari Senin tanggal 24 Januari 2011 dengan tujuan ke ICT Watch dan Kebun Binatang Ragunan.

Menurut jarkom yang saya dapat terakhir, kami akan berkumpul terlebih dahulu di ATM Center (komplek ATM di belakang GWW) jam 6 pagi. Akan tetapi, dengan alasan efisiensi, saya memutuskan untuk menunggu rombongan di halte UIKA. Toh, rombongan bakal lewat sana, karena bakal masuk tol lewat Bogor Outer Ring Road, pikir saya.

Singkat cerita, sudah tanggal 24 Januari, dan saya sampai di halte UIKA sekitar jam 6.15 untuk kemudian menunggu rombongan. Bukan hanya saya yang menunggu rombongan di halte UIKA. Ada juga teman saya yang ikut-ikutan menunggu di halte. Walhasil, jadilah kami berdua menunggu rombongan di halte UIKA.

Rombongan kami menggunakan dua buah bus, dengan jam berangkat antara kedua bus berselisih sekitar 30 menit. Ternyata rombongan bus 1 baru berangkat sekitar jam 6.45, dan baru sampai di halte UIKA sekitar jam 7.30 karena jalanan sedikit padat. Baru saja saya naik bus tersebut & bergabung dengan rombongan, ternyata bus yang saya naiki mengalami sedikit masalah, & harus ganti ke bus yang lain. Untungnya, garasi bus yang kami naiki masih di sekitar Jalan Soleh Iskandar. Setelah berganti bus, kami melanjutkan perjalanan.

Singkat cerita, (hampir) sampailah kami di TKP. Ternyata, kantor ICT Watch adalah sebuah rumah tinggal yang terletak di sebuah komplek perumahan. Jadinya, bus kami harus berhenti di pinggir jalan raya. Dan ternyata lagi, se-hampir-sampainya kami di TKP *keadaan masih di bus, baru mau turun*, sang tuan rumah masih berbenah. Jadilah rombongan bus 1 menunggu terlebih dahulu. Dan selama masa penantian itu (?), rombongan bus 2 tiba di TKP. Akhirnya persiapan tuan rumah selesai, dan tiba waktunya untuk kunjungan. Kunjungan diawali dari rombongan bus 1, sementara rombongan bus 2 menunggu di busnya sambil "bersenang-senang" (katanya sih karaokean).

Di TKP, kami disambut oleh salah satu kru ICT Watch *namanya siapa ya?*. Beliau kemudian menjelaskan apa itu ICT Watch, ide awal dibentuknya ICT Watch, dan apa saja yang telah dilakukan oleh ICT Watch. Bagi yang belum tahu, ICT Watch merupakan sebuah LSM yang bergerak di bidang Teknologi Informasi & Komunikasi. Mereka juga yang mencetuskan ide Internet Sehat. Untuk lebih lengkapnya, bisa dilihat di situsnya.

Setelah kira-kira satu jam, tiba waktunya untuk bergantian. Sekarang giliran rombongan bus 2 yang berkunjung. Sementara rombongan bus 2 berkunjung, rombongan bus 1 melanjutkan perjalanan ke Kebun Binatang Ragunan. Sesampainya di Ragunan, rombongan bus 1 langsung menggelar lapak untuk makan siang, dan shalat Dzuhur. Setelah shalat, karena masuk ke Ragunannya harus bersama-sama satu rombongan besar, sementara rombongan bus 2 belum sampai, akhirnya anggota rombongan bus 1 mengisi waktu dengan berbagai hal. Ada yang karaokean, foto-foto layaknya foto model, sampai main kartu UNO.

Singkat cerita, rombongan bus 2 tiba di Ragunan. Setelah semuanya selesai makan siang, rombongan besar inipun masuk ke Kebun Binatang Ragunan. Setelah masuk, kami (rombongan besar-pen) langsung menuju suatu tanah lapang, untuk menggelar lapak dan memulai acara puncak kumpul-kumpul. Acara kumpul-kumpul ini diawali oleh sambutan ketua pelaksana fieldtrip. Kemudian dilanjutkan dengan forum curhat-curhatan. Banyak hal yang dicurhatkan dalam forum ini, dan hal-hal tersebut bersifat rahasia, hanya internal perusahaan Ilkomerz 45 saja yang boleh tahu. Karenanya, tidak akan saya ceritakan dalam tulisan ini.

Singkat cerita, selesailah forum curhat. Acara dilanjutkan dengan games, yaitu game memindahkan bola pingpong menggunakan selembar kertas koran dan tarik tambang. Selesai games, waku menunjukkan jam 15.30. Acara dilanjutkan dengan shalat Asar dan "game" mencari kalung dari salah seorang teman kami. Terlalu asyik mencari kalung, waktu sudah menunjukkan jam 16.30, sementara Kebun Binatang Ragunan akan tutup pada jam 17. Walhasil, acara berkeliling melihat binatang bersama tidak jadi dilakukan, dan diganti dengan acara pemotretan dan foto keluarga dan foto prewedding. Sebelum kembali ke bus, acara ditutup dengan pembacaan doa dan peneriakan jargon Ilkomerz *apaan tuh "peneriakan"?*. Setelah itu, kami pulang menuju Bogor. Tetapi, ada juga yang langsung pulang ke rumahnya yang di Jakarta.

Mungkin sekian dulu sekelumit kisah mengenai fieldtrip Ilkomerz 45. Semoga fieldtrip ini bukan yang pertama dan terakhir. Semoga saja akan ada lagi fieldtrip berikutnya, yaitu Fieldtrip Ilkomerz 45 versi 2.0.... :)

Apa Kabar Ilkomerz Hari Ini?

Kamis, Januari 27, 2011

Review Web Usability – Bajubatik.com : Bagian III + Penutup

/*
Tulisan ini merupakan salah satu dari rangkaian tulisan mengenai review usability dari situs Bajubatik.com, sebagai tugas akhir dari mata kuliah Interaksi Manusia Komputer. Daftar rangkaian tulisan tersebut adalah sebagai berikut.

Review Web Usability - Bajubatik.com : Sebuah Pengantar
Review Web Usability – Bajubatik.com : Bagian I
Review Web Usability – Bajubatik.com : Bagian II
Review Web Usability – Bajubatik.com : Bagian III + Penutup
*/

+++++++++++++++++++++

Pada tulisan kali ini, saya akan membahas dua poin heuristik terakhir, yaitu Help users recognize, diagnose, and recover from errors dan Help and documentation, serta kesimpulan, penutup, dan daftar pustaka.

Help users recognize, diagnose, and recover from errors


Berbicara mengenai pesan kesalahan pada situs ini, mungkin hal tersebut tidak banyak muncul, hanya terdapat pada halaman tertentu saja, seperti pada halaman checkout. Mengenai hal ini, sudah dibahas pada tulisan sebelumnya.

Tambahan untuk halaman tersebut, ketika terjadi kesalahan karena, misalnya, ada field yang masih kosong, kursor tidak secara otomatis menunjuk ke field kosong yang seharusnya terisi (yang bertanda bintang). Hal ini cukup menyulitkan pengguna.


Help and documentation


Seperti yang sudah saya bahas pada tulisan sebelumnya, bilah menu pada situs ini sudah terkategori berdasarkan isinya. Ada yang berisi tentang informasi umum, guide (petunjuk), dan pembelian. Untuk gambarnya, dapat dilihat di sini.

Mengenai isi dari masing-masing menu, sudah cukup membantu pengguna yang baru pertama kali datang ke Bajubatik.com. Contohnya pada menu How to Shop, penjelasan yang diberikan cukup mendetail. Hal-hal mulai dari pemilihan produk, informasi biaya, sampai metode pembayaran yang akan digunakan dijelaskan dengan mendetail. Sayangnya, tidak ada How to Shop versi Bahasa Inggris, sehingga orang luar yang ingin berbelanja di situs ini mungkin akan merasa agak sulit dalam mengikuti alur kerja sistem.




Kesimpulan


Secara keseluruhan, saya rasa situs Bajubatik.com ini sudah cukup bagus. Alur pengerjaan yang harus dikerjakan pengguna cukup jelas, bahkan untuk pengguna baru sekalipun. Selain sebagai situs e-commerce, situs ini juga dapat menjadi media untuk memasyarakatkan pakaian batik dalam kehidupan sehari-hari.


Penutup


Mungkin sekian saja rangkaian tulisan saya mengenai web usability review. Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam tulisan saya. Saya bukanlah seorang pakar dalam hal interaksi manusia komputer. Saya hanyalah seorang mahasiswa yang sedang mencoba untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diberikan.

Terima kasih.

/* Penutup yang aneh... */


Daftar Pustaka


http://www.useit.com/jakob/
http://www.useit.com/alertbox/20030825.html
http://www.useit.com/papers/heuristic/heuristic_list.html
http://www.stcsig.org/usability/topics/articles/he-checklist.html

Tulisan asli ada di sini.


Review Web Usability - Bajubatik.com : Bagian II

/*
Tulisan ini merupakan salah satu dari rangkaian tulisan mengenai review usability dari situs Bajubatik.com, sebagai tugas akhir dari mata kuliah Interaksi Manusia Komputer. Daftar rangkaian tulisan tersebut adalah sebagai berikut.

Review Web Usability - Bajubatik.com : Sebuah Pengantar
Review Web Usability – Bajubatik.com : Bagian I
Review Web Usability – Bajubatik.com : Bagian II
Review Web Usability – Bajubatik.com : Bagian III + Penutup
*/

+++++++++++++++++++++

Pada tulisan kali ini, saya akan membahas mengenai empat poin heuristik kedua, yaitu Error prevention, Recognition rather than call, Flexibility and efficiency of use, dan Aesthetic and minimalist design.

Error prevention


Jika kita berbelanja di situs ini tanpa login terlebih dahulu, maka setelah kita melakukan checkout akan muncul form isian, yang berisi informasi mengenai pembeli dan alamat penagihan. Ada beberapa field yang harus diisi, yaitu yang diberi tanda bintang. Jika kita menekan tombol "send registration", sementara salah satu field yang bertanda bintang tidak diisi, maka akan muncul pesan peringatan, yang memberitahu bahwa semua field bertanda bintang harus diisi, atau kita harus menyetujui terms of service.




Recognition rather than recall


Pada halaman pemilihan pakaian batik, setelah kita memilih model yang kita inginkan, maka akan muncul halaman yang memperlihatkan detail dari produk yang kita pilih, mulai dari bahan, warna, dan ukuran yang tersedia. Ukuran yang ditampilkan berupa huruf yang biasa digunakan untuk menyatakan ukuran pakaian, yaitu S, M, L, dan XL. Akan tetapi, seperti yang diketahui bersama, standar ukuran pakaian untuk satu ukuran yang digunakan oleh satu perusahaan mungkin berbeda dengan standar yang digunakan perusahaan lain. Untuk itu, situs ini telah menyiapkan satu halaman khusus yang berisi informasi mengenai detail ukuran pakaian yang dijual, mulai dari lebar bahu, panjang lengan, sampai lingkar pinggang. Akan tetapi, hal ini membutuhkan perpindahan halaman sebanyak satu kali. Akan lebih baik jika dibuatkan pop up menu untuk detail ukuran pakaian pada setiap halaman pilih pakaian.




Flexibility and efficiency of use


Mengenai poin ini, terlihat dari halaman beranda bahwa bahkan pengguna yang baru saja datang berkunjung untuk pertama kalipun dapat langsung berbelanja dengan mudah di situs ini. Hal ini dimungkinkan karena begitu kita masuk ke halaman beranda, kita langsung dihadapkan kepada pilihan pakaian yang tersedia di situs tersebut, yaitu couples, men's wear, women's wear, dan textile. Pakaian yang ditampilkan pada halaman beranda kemungkinan merupakan produk yang banyak diminati.




Aesthetic and minimalist design


Pada situs ini, terdapat pop up menu yang dapat dimunculkan dari menu untuk memilih jenis pakaian yang diinginkan, yang terdapat pada bagian samping kiri (sidebar menu). Menu ini menampilkan model pakaian yang cocok untuk pengguna, mulai dari kemeja lengan panjang untuk pria sampai dengan kain bahan tekstil katun buatan tangan. Pop up menu ini tidak muncul pada pilihan couples, karena pakaian yang dipasangkan pada bagian couples sudah merupakan pasangan yang fix dan tidak dapat diganti-ganti sekehendak pengguna.



Tulisan asli ada di sini.

Rabu, Januari 26, 2011

Review Web Usability – Bajubatik.com : Bagian I

/*
Tulisan ini merupakan salah satu dari rangkaian tulisan mengenai review usability dari situs Bajubatik.com, sebagai tugas akhir dari mata kuliah Interaksi Manusia Komputer. Daftar rangkaian tulisan tersebut adalah sebagai berikut.

Review Web Usability - Bajubatik.com : Sebuah Pengantar
Review Web Usability – Bajubatik.com : Bagian I
Review Web Usability – Bajubatik.com : Bagian II
Review Web Usability – Bajubatik.com : Bagian III + Penutup
*/

+++++++++++++++++++++

Pada tulisan kali ini, saya akan membahas heuristik dari web usability poin pertama sampai poin keempat, berdasarkan urutan pada artikel Jakob Nielsen, yaitu Visibility of system status, Match between system and the real world, User control and freedom, dan Consistency and standards. Untuk enam poin berikutnya, akan dibahas kemudian.

Visibility of system status


Situs ini merupakan salah satu situs yang memaksimalkan fungsi title bar. Setiap kita berpindah dari halaman satu ke halaman lain pada situs ini, terjadi perubahan pada title bar. Jadi, kita tidak perlu terlalu mengingat halaman apa yang sekarang ditampilkan.



Situs ini hanya memiliki breadcrumb pada halaman-halaman tertentu, contohnya ketika kita memilih produk yang ingin dilihat. Breadcrumb tidak terlihat pada halaman New Arrival, Artikel, dan Testimonial.




Match between system and the real world


Mengenai peletakan menu pada bilah menu, sudah cukup bagus, karena dikelompokkan berdasarkan isinya. Ada yang berisi tentang informasi umum, guide (petunjuk), dan pembelian.



Mengenai bahasa antarmuka yang digunakan, situs ini dapat dikatakan tidak konsisten. Pada halaman beranda, bahasa yang banyak digunakan adalah Bahasa Inggris. Sementara itu, pada halaman Delivery and Payment, tampilan mengenai prosedur pembayaran dan pengiriman barang tetap ditampilkan dalam Bahasa Indonesia, walaupun pilihan bahasa yang ditampilkan adalah Bahasa Inggris. Pada halaman ini, pemilik situs telah memberi tahu bahwa tidak ada pilihan translasi bahasa yang tersedia untuk tulisan tersebut.




User control and freedom


Pada bagian ini, saya ingin mengomentari bagian konfirmasi pembayaran. Ketika pilihan konfirmasi pembayaran, akan muncul sebuah jendela baru, yang berisi form isian untuk menyatakan bahwa telah terjadi pembayaran atas suatu barang. Form isian yang muncul terletak di dalam web browser, bukan form yang muncul pada halaman baru. Hal ini dapat terlihat ketika web browser tidak di-full screen, form isian terlihat seperti terpotong, dan ketika di-scroll maka form akan berubah tampilannya. Hal lain yang cukup mencolok mengenai form ini adalah alignment yang digunakan adalah rata kanan, yang tidak terlalu umum digunakan pada tampilan suatu situs. Selanjutnya, tombol untuk keluar dari form ini berada di pojok kiri atas. Jika kita ingin keluar dari form ini dan jendela browser tidak di-full screen, maka hal ini akan sedikit menyulitkan.




Consistency and standards


Hal pertama yang ingin saya komentari di poin ini adalah setiap halaman pada situs ini memiliki title (judul) masing-masing, dan hal itu yang menjadi sarana identifikasi bagi pengguna untuk mengetahui mereka sampai di halaman mana, seperti yang sudah saya bahas pada poin pertama.

Berikutnya, mengenai keseragaman. Produk-produk yang ditampilkan pada situs ini memiliki "nama"-nya masing-masing, yang direpresentasikan dengan kombinasi angka dan diakhiri dengan huruf. Di sinilah letak keseragamannya, karena kode nama tersebut yang menggunakan kombinasi angka-huruf, bukan ciri-cirinya, misalnya batik lengan panjang pria.



Tulisan asli ada di sini.

Selasa, Januari 25, 2011

Review Web Usability - Bajubatik.com : Sebuah Pengantar

/*
Tulisan ini merupakan salah satu dari rangkaian tulisan mengenai review usability dari situs Bajubatik.com, sebagai tugas akhir dari mata kuliah Interaksi Manusia Komputer. Daftar rangkaian tulisan tersebut adalah sebagai berikut.

Review Web Usability – Bajubatik.com : Sebuah Pengantar
Review Web Usability – Bajubatik.com : Bagian I
Review Web Usability – Bajubatik.com : Bagian II
Review Web Usability – Bajubatik.com : Bagian III + Penutup
*/

+++++++++++++++++++++

Sebagai tugas akhir dari mata kuliah IMK, mahasiswa diminta untuk membuat sebuah review mengenai usability dari suatu situs. Untuk semester ini, review yang diminta adalah dari situs e-commerce. Dan untuk tugas ini, saya diminta untuk me-review Bajubatik.com. Sebelum melanjutkan ke review, akan ada sedikit pendahuluan mengenai rangkaian tulisan ini.

Pendahuluan


» Apa Itu Usability?
Merujuk kepada definisi dari Jakob Nielsen pada tulisannya mengenai usability, usability adalah atribut kualitas untuk menilai sebarapa mudah antarmuka digunakan. Usability didefinisikan dengan lima komponen kualitas, sebagai berikut.

  • Learnability: Seberapa mudah pengguna menyelesaikan tugas dasar ketika pertama kali mereka menghadapi antarmuka.

  • Efficiency: Seberapa cepat pengguna dapat melakukan tugasnya setelah pengguna mempelajari antarmuka.

  • Memorability: Seberapa cepat pengguna dapat kembali terbiasa dengan antarmuka setelah mereka tidak menggunakan antarmuka dalam beberapa waktu.

  • Errors: Seberapa banyak kesalahan yang dibuat pengguna, seberapa parah kesalahannya, dan seberapa mudah mereka pulih dari kesalahan tersebut.

  • Satisfaction: Seberapa menyenangkan antarmuka tersebut digunakan.


Usability adalah kondisi yang penting bagi suatu situs untuk dapat bertahan hidup. Jika sebuah situs sulit digunakan, pengguna akan pergi. Jika halaman beranda gagal menyatakan apa yang ditawarkan oleh perusahaan dan apa yang dapat dilakukan pengguna di situs, pengguna akan pergi. Jika pengguna tersesat pada sebuah situs, mereka akan pergi. Jika informasi dalam situs sulit untuk dibaca atau tidak menjawab pertanyaan kunci pengguna, mereka akan pergi.

» Dengan Apa Saya Menilai Usability Suatu Situs?
Untuk menilai usability suatu situs, kita dapat menggunakan evaluasi heuristik milik Jakob Nielsen. Heuristik ini terdiri dari sepuluh prinsip umum untuk membuat desain antarmuka, yaitu sebagai berikut.

  • Visibility of system status: Sistem sebaiknya selalu memberitahu pengguna tentang apa yang terjadi pada sistem.

  • Match between system and the real world: Sistem sebaiknya menggunakan bahasa yang digunakan pengguna, dengan kata, frase, dan konsep yang dikenal oleh pengguna, mengikuti kesepakatan yang ada pada dunia nyata.

  • User control and freedom: Pengguna kadang salah memilih fungsi dan akan membutuhkan "emergency exit" yang jelas untuk pergi dari keadaan yang tidak diinginkan tanpa harus melakukan hal-hal lainnya.

  • Consistency and standards: Pengguna tidak perlu bertanya-tanya apakah kata-kata, situasi, atau tindakan yang berbeda akan berarti hal yang sama.

  • Error prevention: Hal yang lebih baik daripada pesan kesalahan yang baik adalah desain yang hati-hati yang dapat mencegah terjadinya masalah sejak awal .

  • Recognition rather than call: Kurangi beban ingatan pengguna dengan mambuat obyek, tindakan, dan pilihan yang terlihat. Pengguna tidak perlu mengingat informasi dari bagian dialog satu ke dialog yang lain.

  • Flexibility and efficiency of use: Permudah kegiatan pengguna.

  • Aesthetic and minimalist design: Dialog seharusnya tidak berisi informasi yang tidak relevan.

  • Help users recognize, diagnose, and recover from errors: Pesan kesalahan harus dinyatakan dalam bahasa sederhana, menunjukkan permasalahan dengan tepat, dan menyarankan solusi yang membangun.

  • Help and documentation: Akan lebih baik jika menyertakan bantuan dan dokumentasi sistem.


» Sedikit Mengenai Bajubatik.com

Bajubatik.com adalah sebuah situs e-commerce, yang secara khusus menjual batik. Dengan tagline "Bring Heritage to Your Lifestyle" dan model pakaian yang disajikan, terlihat bahwa situs ini mencoba untuk lebih memasyarakatkan penggunaan batik dalam kehidupan sehari-hari.

Situs ini menjual berbagai model pakaian berbahan kain batik, yang terbagi menjadi beberapa kelas, yaitu couples (pasangan), men, women, dan textile (kain bahan). Harga yang ditampilkan di sini secara default adalah rupiah, tetapi terdapat pilihan untuk mengubah kurs yang ditampilkan menjadi Dollar Amerika atau Euro.

Tulisan asli ada di sini.

Senin, Januari 10, 2011

Perbedaan Macro Pada TASM & JWasm

Assembler adalah suatu program yang dapat digunakan untuk meng-assemble kode program dalam bahasa Assembly. Dalam bahasa sehari-hari mungkin assembler bisa disebut "compiler"-nya Assembly.

Di dunia ini, terdapat banyak sekali program Assembler. Beberapa diantaranya adalah TASM (Turbo Assembler) dan JWasm. Masing-masing program Assembler ini memiliki kekhasan masing-masing, yang mungkin saja berbeda dengan Assembler lain.

/* Pendahuluan yang ga terlalu penting :p */

Berbicara mengenai Assembler, saya menghadapi sedikit masalah dengan program ini, yang untungnya sudah tertangani. Begini ceritanya.

Saya sekarang menjadi asisten praktikum Organisasi Komputer (Orkom) untuk kelas Ilkom Ekstensi. Waktu saya mendapatkan mata kuliah ini, Assembler yang digunakan adalah TASM. Akan tetapi, untuk praktikum Orkom kali ini (di Ilkom Ekstensi-pen), alih-alih menggunakan TASM, sang dosen memilih untuk menggunakan JWasm sebagai Assembler. Salah satu kelebihan dari JWasm adalah dapat digunakan di sistem operasi Linux, dimana hal ini merupakan fitur yang jarang ada di dunia Assembler.

Secara umum, sintaks yang digunakan dalam JWasm tidak jauh berbeda dengan sintaks pada TASM. Salah satu sintaks yang berbeda adalah sintaks untuk memanggil Macro dengan n argumen input (n > 1).

Misalkan saya mempunyai kodingan untuk mencetak angka 0 dan huruf C sebanyak tiga kali secara bergantian sebagai berikut:
Cetak_Kar MACRO Kar1,Kar2
MOV CX,3
MOV AH,02

Ulang:
MOV DL,Kar1
INT 21h
MOV DL,Kar2
INT 21h

LOOP Ulang

ENDM ; End Macro

.MODEL SMALL
.CODE
ORG 100h

Proses:
Cetak_Kar 48 67 ; Kode ASCII: '0'=48, 'C'=67
INT 20h
END Proses


Ketika saya assemble koding tersebut menggunakan TASM (menjadi program .com tentunya) dan saya jalankan, tidak terjadi masalah. Beda halnya ketika saya assemble koding tersebut menggunakan JWasm. Alih-alih pesan sukses, yang keluar malah pesan gagal.

Setelah dilakukan penelusuran, ternyata terdapat satu perbedaan kecil antara sintaks pada TASM dan JWasm dalam pemanggilan Macro dengan n argumen input. Pada TASM, argumen-argumen yang akan dikirim ke macro dapat dipisahkan dengan spasi atau koma, tetapi pada JWasm argumen-argumen tersebut harus dipisahkan dengan koma. Jadi, kita hanya perlu menambahkan tanda koma sebagai pembatas antar argumen macro pada koding di atas, hasilnya adalah sebagai berikut.
Cetak_Kar MACRO Kar1,Kar2
MOV CX,3
MOV AH,02

Ulang:
MOV DL,Kar1
INT 21h
MOV DL,Kar2
INT 21h

LOOP Ulang

ENDM ; End Macro

.MODEL SMALL
.CODE
ORG 100h

Proses:
Cetak_Kar 48,67
INT 20h
END Proses


Jika Anda assemble koding kedua ini menggunakan JWasm, maka akan muncul pesan sukses, dan program dapat dijalankan.

Sebegitu simpel? Ya. Tapi jika Anda menganggap ini adalah hal sepele, maka Anda salah. Hal ini tidak dapat disepelekan begitu saja, karena beda sintaks, beda artinya.

Yah, ini hanyalah satu perbedaan sintaks antara TASM dan JWasm. Mungkin masih banyak perbedaan lainnya yang belum saya temui.

Jadi, bagaimana menurut Anda?